Privasi..

Hem,, di sini subuh udah berlalu, puasa udah dimulai. Niat awal, selepas subuh saya mau langsung hibernasi, balas dendam gara-gara kurang tidur beberapa hari ini (sst… jangan bilang-bilang mama saya ya!). Eh, tapi iseng dulu ngecek daftar komen yang lagi ngantri dimoderasi. Di urutan teratas ada komen dari Dhenok di episode empatnya kisah Denova-Dimitri. Setelah baca ¬†komen Dhe, tiba-tiba ada yang pingin saya tulis. Aah, kawan saya yang satu ini memang pintar sekali membujuk saya buat posting. Episode 4 kemarin pun ditulis setelah saya disemangatin Dhe. Kecup jauh deh buat Dhe.. Muaaaaaach… ūüėÄ

Yang mau saya tulis bukan tentang pamer resep gorengan abal-abal saya yang rencana memang mau diposting hari ini, gorengan saya terpaksa nunggu jadinya. Bukan lanjutan cerita bersambung itu juga. Tapi tentang privasi pasangan kita, lebih baik kita emang ga merangsek masuk ke kehidupan lainnya di sana kalau ga diajakin. Ada waktunya sendiri-sendiri.

Mungkin saya terpaksa curcol dulu deh ya, mengorek-ngorek cerita lama saya, waktu awal-awalnya pacaran sama om genit. *puter musik slow*

Dahulu kala, saat masih pasangan baru nih ya, si om-om genit itu melarang saya main ke kosnya, padahal dia sering banget main ke kos saya, curang kan ya? Padahal nih ya, pacar teman kos om genit bisa seharian main di sana. Otomatis saya bertanya kenapa, apa alasannya. Eh, dianya cuma bilang “Ya pokoknya ga boleh!” dengan nada Ga boleh protes!¬†Ya sudahlah, sayapun bertekad, ga bakal main ke kosnya kalau bukan dia yang minta *pasang iket kepala*

Tapi ya begitu deh, semakin ga boleh ya semakin pengen. Padahal kosan kami tuh deket lho ya, gelinding lima menit aja udah nyampe, tapi saya cuma pernah penampakan kosnya dari ujung gang, ditunjukin pas pulang makan “Tuh! Kos saya yang itu tuh! Masuk situ!” Ditambah lagi, teman kos saya pada punya pacar, suka maen ke tempat pacarnya masing-masing, bawain makanan lha, ngerawat kalau lagi sakit lha, atau sekedar nonton film bajakan di laptop. Lha saya? Boro-boro mau main, lewat depan kosnya terus tereak: “Oom, main yuuuuk!!” aja ga boleh kok.

Sampai akhirnya si om sakit selama tiga hari, sakitnya ga keren pula: Diare. hahaha, tapi lumayan akut, sampai lemas dan dehidrasi orangnya. Hohoho, akhirnya si om pun sms: Kalau amel mau ke sini ga papa kok, sekalian titip bakso ya. Yah, walaupun ga jelas sebenarnya yang diharapkan kehadirannya itu saya atau bakso titipannya, senyum kemenangan pun mengembang di wajah saya. Hahaha, akhirnya setelah pulang kuliah saya pun segera pergi menjenguk pacar saya itu, seplastik bakso berayun di tangan saya.

Ternyata kosannya biasa aja, sama kayak kosan cowok pada umumnya, berantakan. Habis makan bakso dia tidur, dan berhubung saya juga ngantuk habis begadang, saya pun memutuskan pulang. Sampai di Adilla Putri, anak kosan malah protes: Kenapa ditinggal pulang? kok ga ditungguin. Eh? Emang harus ditungguin? Kan udah tidur orangnya. Ya kan lagi sakit, akhirnya nyuruh kamu ke kosannya kan? Ya ditemenin kek.

Yah, harap maklum, belum pernah punya pacar sebelumnya. Jadi ya ga tahu mesti ngapain kalau pacarnya sakit.Ya kan orangnya tidur tho, ngapain saya krik-krik kayak anak ilang disitu, mending tidur bareng, eh maksud saya tidur juga dikosan saya sendiri.. Lagian saya juga lagi ngantuk berat. hehehehe

Oke, curcol dan nostalgianya diakhiri di sini dulu, lanjut bahas masalah privasi lagi. Dhe juga mengalami hal serupa, tapi kali ini jadi pihak yang belum siap cowoknya masuk ke wilayah privasinya, saya juga ga tahu detail kejadiannya, mungkin bisa diceritain lain kali Dhe? Teman saya juga ada yang dapat Ultimatum ga boleh main ke rumah cowoknya dulu. Nanti, kalau cowoknya udah siap baru boleh,*lirik chachu* yah mirip-mirip pemikiran Denova di cerbung saya itu lah.

Waktu awal-awal di larang main kosannya seh saya sempet berpikiran yang enggak-enggak, Nih orang ga serius kali ya pacaran sama saya? Tapi akhirnya saya sadar, tiap orang itu punya zona privasinya sendiri-sendiri, tingkat kenyamanan sendiri-sendiri, dan kita harus bisa menghargai itu. Kadar kesiapan masing-masing orang itu beda, kita ga bisa memaksakan orang lain siap kalau ga mau hasilnya berantakan.

Setelah mengalami sendiri, emang ga enak kok kalau tiba-tiba ada yang menerobos lingkaran pergaulan yang udah kita buat. Waktu baba saya aja tiba-tiba ngeadd FB cowok saya, saya langsung uring-uringan, belum siap mengenalkan mereka berdua. Kebetulan saya lagi buka akun FB om genit, langsung saya ignore, hehehe. Beberapa bulan sebelumnya baru saya jelasin ke Baba kalau dulu saya yang ngeignore FBnya, heheh. Tapi sekarang, kalau mau mereka mau ngobrol semalaman saya ga masalah, karena sekarang saya udah siap.

Kalau pacar kamu belum mau ngajakin kamu ke rumah, belum ngenalin kamu sama orang tuanya, bukan berarti dia ga serius sama kamu, mungkin dia masih menunggu waktu yang tepat. Yah, memang kalau udah lama pacaran belum diketemuin sama calon mertua, memang perlu dipertanyakan sih. Tapi selama batas wajar, lebih baik menunggu saja.

Satu hal lagi yang perlu diketahui, terkadang larangan itu adalah upayanya menjaga kita, karena dia sayang sama kita. Siapa tahu ternyata ibunya galak, makanya dia mau mastiin dulu kita tahan banting ga, sebelum bawa kita ke rumahnya. Kalau kita memaksa ikut ke rumahnya, terus dimarahin ibunya, terus sakit hati, terus putus, percuma kan? Jadi memang lebih baik kita menunggu saja, berpikiran positif.

Yah, kalau emang udah kepingin banget nih kenalan sama orang-orang di area pribadi pasanganmu, mungkin bisa sesekali menanyakan, asal jangan terkesan agresif. Tanya sambil lalu aja, seolah-olah ga pingin diajakin ke sana. Hehehe.

Semua ada timingnya sendiri-sendiri kawan, sabar saja! Orang sabar dahinya lebar, :p

Tips Mudik Mengalahkan Kereta Ekonomi

Mengenang masa-masa berkuliah di Jakarta, saat masih berstatus mahasiswi kere. Demi mudik lebaran mesti rela berdesak-desakan di kereta ekonomi, ya kalau ga naik Kertajaya ya naik Gayabaru, pernah dua kali naik Matarmaja jurusan Malang. Yah, waktu itu sarana transportasi paling murah tentu adalah kereta ekonomi, Jakarta-Surabaya sekitar Rp 40.000,- dan ga kena tuslah, harga konstan di hari lebaran. Bandingkan dengan tiket kereta bisnis yang sekitar 200ribuan, 5 kali lipatnya kan? Itupun makin dekat hari lebaran makin mahal biasanya. Dan kalau udah bulan puasa mendekati lebaran nih, orang-orang pada musimnya pulang kampung. Alhasil kereta ekonomi yang batas maksimum penumpangnya ga jelas itu pasti penuh banget.

Kereta ekonomi itu ada dua jenis tiket, tiket duduk dan tiket berdiri. Yang tiket duduk ya Alhamdulillah dapat duduk, itu pun kalau ga ada masalah di sepanjang jalan, misal: tiket dengan nomor tempat duduk yang sama dengan orang lain, atau tempat duduk kita ternyata udah di tempatin sama ibu-ibu hamil yang bikin kita ga tega ngusir atau bapak-bapak sangar yang bikin kita ngeri cari masalah dengannya. Nah, kalau anda mudiknya ga terlalu dekat dengan Hari lebaran, biasanya masih ada tiket duduk, untuk jaga-jaga pesanlah tiket secepatnya! Tiket kereta ekonomi itu bisa dipesan seminggu sebelum hari keberangkatan. Jadi seminggu sebelum Hari H,, sempatkan diri ke stasiun. Kalau tiket duduk udah di tangan jadi tenang kan?

Nah, biasanya, kalau udah dekat puncak arus mudik nih ya, tiket kereta ekonomi itu jadi bebas tempat duduk. Jadi tempat duduknya rebutan, siapa cepat dia dapat.

Tips Mudik Mendapatkan tempat duduk di Kereta Ekonomi untuk tiket bebas tempat duduk:

  1. Periksa jam buka loket untuk tiket yang ingin anda beli dan datanglah lebih awal! Kalau udah musim mudik, antriannya bisa panjaaaaaang banget. Kalau anda ga sempat beli sendiri, minta tolong teman atau kerabat. Memang biasanya masih ada calo yang beraksi, tapi lebih amannya beli tiket sendiri, soalnya terkadang tiket di calo juga tidak menjamin.
  2. Manfaatkan fasilitas pemesanan tiket yang disediakan PT. KAI, untuk info lebih lengkap bisa langsung cek ke TKP.
  3. Datanglah lebih awal dari jam keberangkatan! Yang ini wajib, soalnya udah jelas kan tempat duduknya jadi rebutan. Begitu kereta masuk stasiun, langsung serbu masuk aja. Malah dulu saya pernah, kereta baru datang dan belum dimandikan, saya sudah stand by di dalam demi tempat duduk. Kalau perlu tanya petugas stasiun kereta yang akan ditumpangi itu yang mana. Soalnya keretanya biasanya sudah parkir di stasiun cukup lama sebelum diberangkatan.
  4. Berangkatlah dari stasiun pertama keberangkatan kereta anda. Dalam kondisi mendekati lebaran, orang-orang biasanya banyak yang memilih berangkat dari stasiun pertama keberangkatan. Kalau anda memilih  berangkat dari stasiun berikutnya, ya kemungkinan besar kereta sudah penuh.
  5. Bayar orang! Maksud saya di sini, keluarkan uang lebih untuk porter atau petugas stasiun, mereka biasanya lebih tahu seluk-beluk kereta dan bisa segera menemukan tempat duduk yang kosong. Teman saya sudah pernah mempraktikkan ini beberapa kali.
  6. Pulang kampung memang enaknya rame-rame, lelah di jalan tidak terasa. Tapi dalam kondisi force majeur jangan enggan untuk duduk terpisah dari teman seperjalanan.
  7. Gunakan teknik menyelip di kerumunan orang. Kalau yang ini saya perlu  latihan setahun, beruntung badan saya kecil mungil.

Alhamdulillah, selama ini pengalaman mudik saya selalu berhasil mendapat tempat duduk. Namun, tidak semua orang beruntung mendapatkan tempat duduk. berikut ini hasil pengawasan saya selama naik kereta ekonomi.

Tips Mudik tetap nyaman naik Kereta Ekonomi walau tidak dapat tempat duduk:

  1. Sediakan koran untuk alas duduk! Walau tidak dapat tempat duduk, bukan berarti anda tidak bisa duduk. Masih ada sambungan antar gerbong, kamar mandi, dan sela-sela kursi untuk duduk.
  2. Menumpang! Biasanya nih, ada beberapa orang yang tidak keberatan untuk ditumpangi duduk. Jadi tempat duduk berdua bisa untuk bertiga, tempat duduk bertiga bisa berempat, tergantung kondisi. Tapi jangan lupa pilih-pilih orang, pilih korban yang ga tegaan,, hihihi.
    Buat yang akan ditumpangin, lihat-lihat juga orang yang akan menumpang, pilih yang tidak terlalu mengganggu kenyamanan dan tidak bertampang kriminil.. Kalau tidak mau ditumpangi, manfaatkanlah tempat duduk anda semaksimal mungkin sehingga tidak ada celah untuk orang lain.
  3. Gunakan gerbong makan! Di kereta biasanya pasti ada gerbong restorasi, atau gerbong makan, di situ juga ada tempat duduk yang tersedia. Tapi biasanya ada ‘tarif’ tersendiri di sana..

Tips Mudik Selamat dan Sehat sampai tujuan:

  1. Jangan lupa makan dan bawa bekal secukupnya! Supaya anda tidak kelaparan dan pingsan di tengah jalan tentunya. Kereta ekonomi di hari biasa memang punya kelebihan tersendiri, bisa jadi ajang wisata kuliner saking banyaknya pegadang asongan yang lalu lalang. Tapi dalam kondisi mendekati lebaran, tentu saja kereta akan penuh sesak, sehingga kemungkinan anda tidak akan sempat jajan sembarangan.
  2. Hindari ke kamar mandi! Saat puncak arus mudik, kamar mandi pun bakal penuh sesak orang yang tidak dapat tiket duduk, jadi tidak bisa digunakan. Jadi sebelum berangkat tuntaskan dulu hasrat ke belakang anda, hemat air minum selama di perjalanan, hindari makanan yang bikin mules. Teman saya malahan ada yang minum diapet tiap kali akan mudik, biar ga kebelet katanya.
  3. Bawa barang seperlunya! Kalau saya sih dulu biasanya cuma bawa satu ransel, soalnya di rumah masih banyak baju yang bisa dipakai. Kalau barang anda sedikit, akan lebih mudah membawa, menyimpan dan mengawasinya. Kalau bisa carilah tas yang banyak kantong atau tempat tersembunyinya untuk menyimpan barang berharga. Selain itu bawa uang tunai secukupnya saja, tidak usah banyak-banyak.
  4. Jaga barang bawaan anda! Simpan barang bawaan di tempat yang aman, kalau perlu bergantian tidur dengan teman seperjalanan anda. Walau dalam nuansa lebaran, biasanya masih ada yang berniat jahat. Ingat kejahatan bukan hanya karena ada niat pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan! #edisibangnapi
  5. Bawa kipas dan tisu basah! Dalam kondisi berdesakan seperti itu, tentu anda akan kepanasan dan berkeringat. Tisu basah selalu menjadi andalan saya selama mudik, multifungsi. Sedangkan kipas opsional, koran dan buku pun bisa dijadikan kipas, tergantung kreatifitas anda.
  6. Sediakan uang receh! Biasanya bakal banyak pengemis dan pengamen yang lewat, beberapa ada yang agak memaksa, jadi lebih baik anda sedia uang receh sebelum terjadi keributan..
  7. Hargai dan jaga kenyamanan orang lain! Janganlah kita nodai perjalanan pulang kita dengan rasa jengkel. Kita pun juga harus ekstra sabar, karena biasanya akan terdapat satu-dua orang yang menyebalkan selama perjalanan.

Semoga bermanfaat untuk handai taulan sekalian. Selamat mudik dan hati-hati di jalan! ūüėÄ

Artikel ini diikutsertakan dalam ADUK

Satu masalah telah berlalu

Pernah baca curhatan saya yang ini? Tentang saya yang stres menghadapi printer dotprint-nya kantor yang biasa saya pakai cetak LKP. Yup, sekarang printernya mau bekerja dengan normal, hasil cetakannya ga naik-naik sesuka hati lagi, sekarang bisa cetak banyak sekaligus *jogetpisang*..

Mau tahu penyebabnya?

Jadi, ternyata, selama ini, printernya error gara-gara ada serpihan kertas yang nyangkut, jadi menggulungnya tersendat-sendat dan tentu saja cetakannya jadi naik-naik terus.. Kemarin sudah dibersihin sama mas-mas senior, dan satu masalah telah berlalu. Sekarang saya bisa cetak laporan sore-sore tinggal pulang baru tengok selepas maghrib ~syalalalala

Kalau ada yang mengalami kejadian serupa, saran saya adalah: Bongkar printernya (pastikan anda bisa merakitnya lagi) –> bersihkan komponennya, pergunakan kuas agar hasilnya lebih memuaskan –> rakit lagi deh..

~dubidambidambidamdam

Budaya Tertib di Meja Makan

Sempat mikir lama dan ragu-ragu ketika tahu tema ADUK kali ini adalah Budaya Tertib. Hadoh,, susah ni temanya, serius banget nih. Itu yang melintas di pikiran saya, sampai akhirnya saya teringat masa-masa diklat prajabatan kemaren. Masih melekat dalam ingatan waktu para siswa prajab dituntut makan cepat namun tetap tertib. Meja paling tidak tertib, diberi hukuman. Akhirnya saya memutuskan buat tetep berpartisipasi di ADUK sekalian memenuhi janji saya buat cerita-cerita tentang diklat prajabatan kemarin.

Sebenarnya tiap orang itu memang punya kebiasaan dan tata cara makannya masing-masing. Makanya pas cara makan diatur-atur dan waktu makan dibatasin, banyak siswa prajab yang menggerutu, termasuk saya.. hehehe. Awal-awalnya susah lho makan dengan cara bangsawan seperti yang ditentukan, soalnya kami-kami ini udah kelaparan gara-gara aktivitas prajab yang super melelahkan, belum lagi waktunya yang teramat singkat. Aktivitas makan pun jadi menegangkan gara-gara takut kena hukuman. Tiap kali ga sengaja jatuhin sendok dan semacamnya, jantung saya pasti langsung dagdigdug, takut dimasukkan ke kategori berisik sama pembina prajab dan teman-teman semeja saya nanti di hukum gara-gara saya.

Tapi ternyata, kebersamaan dan kerja sama selama prajab benar-benar bikin kangen, termasuk suasana makannya. Iya, di meja makan pun kami harus bekerja sama menghabiskan makanan karena aturan pertamanya adalah semua makanan harus habis, tidak boleh tersisa. Jadi kalau saya tidak suka sayur buncis, jatah saya di makan teman saya, begitu juga saya yang harus makan ikan dua porsi karena teman saya alergi ikan. Urusan nasi pun begitu, porsi cewek kan dikit nih, jadi yang cowok-cowok harus rela ngambil porsi lebih banyak. Pokoknya seru-seru menegangkan deh, hehehe.

Kembali ke tema, berikut ini saya simpulkan Budaya Tertib di Meja Makan yang saya pelajari waktu Diklat prajabatan kemarin, sekalian saya tambahin cerita dan hikmahnya menurut saya ūüôā

Hal-hal umum:

  1. Perkirakan porsi makan, ambil secukupnya. Karena waktunya sangat singkat, jadi agak ribet tuh buat tambah bolak-balik, biasanya kami langsung ambil makanan secukupnya. Lagipula makanan yang tersedia di meja makan ga boleh dikembalikan kecuali nasi. Alhasil, kami perlu mengira-ngira sendiri apakah bisa menghabiskan lauk porsi masing-masing, kalau tidak segera hibahkan ke teman semeja. Urusan nasi yang paling penting, sekalinya dikembalikan tidak boleh tambah lagi, mau tambah pun harus sebelum makan, jadi benar-benar harus sadar diri sama porsi masing-masing.
    Dengan memperkirakan porsi makan kita bisa menghindari kebiasaan menyisakan makanan, ga perlu malu juga karena bolak-balik keseringan tambah ini-itu.
  2. Tidak boleh ada makanan yang tersisa. Ada trik para siswa prajab waktu itu, biasanya kalau ada makanan sisa, dibungkus tisu biar ga kelihatan. Bahkan salah satu teman saya ada yang selesai makan piringnya dilap sampe kinclong biar kelihatan rapi, hehehe.
    Di sini jelas tujuannya untuk menghindari adanya makanan yang mubazir, mengajarkan kita untuk menghargai usaha orang yang telah memasak dan menyiapkan makanan kita. Kalau dari awal kita  udah memperkirakan porsi makanan, insyaAllah ga akan ada yang mubazir kok.
  3. Ga boleh berisik! Waktu hari pertama prajab, kami makannya berisik sekali. Tapi hari terakhir prajab, kami makannya udah kayak bangsawan lho, tenang dan tertib. Palingan sekali-dua kali doang ada bunyi klontangan itu pun biasanya karena ga sengaja. Saya belajar trik biar ga berisik waktu motong daging pake sendok lho, yaitu motongnya jangan pake ujung sendok melainkan sisi tepi sendok.
    Mungkin bagi kita sendiri bunyi klontang-klonteng waktu makan memiliki nilai seni tersendiri, tapi memang sudah saatnya buat membiasakan kita makan dengan tertib, termasuk meminimalkan suara. Kan siapa tahu suatu saat nanti kita makan malam bareng presiden, jadi kita ga perlu ngerasa rikuh gara-gara berisik makannya.. hehehe

Table Manner:

  1. Sendok yang mencari mulut kita, bukan mulut yang mencari sendok. Tentunya kita ga mau kan disamakan dengan kucing yang kalau makan langsung dari piringnya gara-gara kita makannya terlalu nunduk dan dekat dengan piringnya. Lagipula kan lebih mudah menggerakkan tangan daripada kepala dan seluruh badan.
  2. Sampah makanan (tulang ayam, kulit telur, dsb), dibungkus tisu. Selain biar terlihat rapi dan mudah dibuangnya, tentu saja untuk menghargai orang yang bertugas mencuci piring kita. Risih juga kalau tulang bekas kita emut-emut atau daging alot bekas kita gigit-gigit kelihatan orang, kan tingkat kejijikan orang beda-beda.
  3. Sehabis makan sendok-garpu disilangkan di atas piring menutupi sampah makanan kita, posisi sendok di atas garpu. Menurut saya sih ini biar alat makan kita rapi dan mudah dibereskan nantinya. Posisinya yang menutupi sampah makanan kita tentu biar sampahnya ga lari kemana-mana dong.
  4. Piring bekas lauk disusun yang rapi. Tentu saja biar terlihat rapi dan mudah dibereskan nantinya.

Sebenarnya masih banyak table manner atau tertib makan lainnya sih cuma ya intisari yang saya ambil waktu diklat prajabatan kemarin ya tiga di atas. Kalau masih ada yang penasaran sama table manner, Bunda Lily udah pernah bahas di sini, terus kalau ada yang pingin tahu manfaatnya table manner bisa tengok ke sini.

Kalau menurut saya sih budaya tertib itu harus dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari, mulai hal-hal remeh seperti makan. InsyaAllah perilaku tertib itu akan terbawa dalam keseharian kita, misal nih tertib ngantri, tertib berlalu lintas, tertib bayar listrik.. Aaah, indah sekali hidup ini kalau semua manusianya mau tertib. Ga ada lagi tuh yang namanya macet, nyerobot antrian, ataupun tunggakan listrik, dll.

Tulisan ini diikutsertakan dalam ADUK

Tips Menyiapkan Hidangan Pembuka Selama Ramadhan

Hidangan Pembuka atau dalam bahasa gaulnya appetizer adalah sesuatu yang tidak lazim di Indonesia. Orang Indonesia biasanya  langsung menuju ke makanan utama, semua makanan langsung  tumplek bhleg menjadi satu di piring (meminjam istilah Pakdhe Cholik). Sebagai bangsa yang kaya akan masakan lezat, kita tidak perlu lagi hidangan pembuka, makanan utama yang terhidang di meja sudah dapat membangkitkan selera makan kita. Makan ya makan, pembukanya yang bacaan basmalah, penutupnya bacaan hamdalah.

Tapi ada satu bulan pengecualian di mana kita mau repot-repot dan bersusah-susah menyiapkan hidangan pembuka (atau yang biasanya kita yang spesial: Bulan Ramadhan. Ya, bulan Ramadhan, yang kurang dari seminggu lagi akan menyapa kita, mampu membuat kita merubah kebiasaan. Kita yang biasanya langsung makan nasi tanpa basa-basi, saat berbuka puasa masih menyapa dulu kolak, setup, dan berbagai macam es. Bahkan ada makanan/minuman tertentu yang hadirnya memang hanya di bulan suci itu, di tempat saya sendiri ada yang namanya Bongko: campuran mutiara, nangka, agar-agar, roti tawar, tajin, yang disiram santan lalu dikukus. Bahkan masyarakat nonMuslim pun sering menggunakan momen ini untuk wisata kuliner.

sumber: kaahil.files.wordpress.com

sumber: kaahil.files.wordpress.com

sumber: duniadanie.wordpress.com

sumber: duniadanie.wordpress.com

Saya juga tidak tahu sejak kapan kolak dan sebangsanya ini resmi menjadi hidangan pembuka saat puasa, yang jelas sejak pertama kali belajar puasa saya makan ta’jil dulu baru selanjutnya makan nasi. Kalau menurut pemikiran saya sih, ta’jil ini diciptakan untuk memenuhi sunnah Nabi yang menganjurkan berbuka dengan makanan yang manis, tapi karena di Indonesia dulu sulit mendapatkan buah korma ya akhirnya digantikanlah dengan kolak, candil, bubur sumsum, es dawet, dsb. Kebiasaan itu terbawa hingga sekarang.

Menyiapkan hidangan berbuka puasa itu¬† menghasilkan kesenangan sendiri lho, terutama bagi ibu-ibu. Waktu masa-masa SD-SMA, saya dan mama mencari resep berbagai kolak dan es yang akhirnya dirubah seperlunya dengan kreasi sendiri. Waktu kuliah di Bintaro, menjelang berbuka puasa, saya sibuk berburu ta’jil di warung jengkol, terkadang juga berkreasi sendiri di kosan. Benar-benar menyenangkan.

Tapi tampaknya ada beberapa kebiasaan berbuka yang kurang ideal secara medis.

Selain kolak, kita juga mengenal berbagai macam es untuk mengawali buka puasa: es cendol, es sarang burung, es puteri salju, es pisang hijau. Setelah seharian menahan dahaga, sangat menyegarkan tentunya membasuh kerongkongan kita dengan minuman dingin. Tapi ternyata kebiasaan ini kurang baik kawan.
Perut kosong + Minuman dingin= meningkatnya asam lambung=perut kembung

Adakah di antara kawan sekalian yang suka minuman bersoda? Saking sukanya, berbuka puasa pun dengan minuman bersoda. Sebaiknya dihindari untuk yang satu ini. Anda bisa sakit perut. Bayangkan saja lambung anda yang tidak terisi makanan seharian, tiba-tiba disiram dengan soda. *bergidik*

Makan makanan yang mengandung banyak serat dan minumlah yang banyak, tentunya selepas maghrib hingga sebelum subuh :D. Saat berpuasa, tentu saja kita mengkonsumsi sedikit cairan, ini berpengaruh pada sistem eksresi kita atau dalam bahasa gampangnya bisa menyebabkan sembelit. Oleh karena itu kita sangat butuh makanan berserat. Nah, coba tengok makanan buka puasa kita? Lebih banyak karbohidratnya daripada serat. Jadi sebaiknya sediakan juga buah-buahan untuk mengiringi buka puasa anda.

Berbuka puasalah secara bertahap! Kebiasaan kita berbuka sampai perut penuh barulah sholat. Tentu saja sholatnya jadi berkurang kekhusyukannya gara-gara kekenyangan. Secara medis, berbuka secara terburu-buru akan membuat lambung kita kaget. Kebiasaan ini juga sedang berusaha saya hilangkan nih. Memang sih kita di sunnahkan menyegerakan berbuka, tapi bukan berarti langsung makan besar. Nabi saja mencontohkan berbuka dengan tiga butir kurma lalu sholat maghrib lho.

Hindari menumpuk makanan untuk berbuka. Nah kalau ini saran saya sendiri nih. Pas puasa, lihat makanan enak dikit kita pasti langsung lapar mata nih, akhirnya ditumpuk buat berbuka. Dikumpulin, dan terus dikumpulin sampai selepas adzan maghrib berkumandang ada dua kemungkinannya: makanannya ga habis dan malah mubadzir; atau sakit perut gara-gara kekenyangan. Lebih baik kita siapkan makanan buka puasa secukupnya saja, ga usah banyak-banyak. Justru esensi puasa itu adalah kesederhanaannya kan?

Begitulah saran dari saya, saya merujuk ke web ini untuk info kesehatannya. Semoga bermanfaat. Selamat menyambut bulan penuh berkah ini bagi yang merayakan!

Tulisan ini dibuat untuk meramaikan Kuis Aduk yang diselenggarakan Pakdhe