Undangan Pernikahan Online

Undangan pernikahan online? Why not?

Di era teknologi kayak begini, jarak dan waktu udah bukan masalah buat mengundang teman atau kerabat kita ke acara spesial kita. Apalagi pengalaman saya dan tuan suami yang sama-sama lulusan sebuah sekolah kedinasan, teman-teman kuliah kami tersebar di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, kami kesulitan buat mengirim undangan ke teman-teman kami.

Setelah berbagai pertimbangan, akhirnya kami menghubungi teman-teman kami melalui media sosial facebook-twitter-email, ada juga yang kami telpon dan sms. Masalah selesai? Oh, tentu tidak. Beberapa orang ada yang merasa undangan lewat media sosial itu ga lebih sekedar basa-basi, tidak benar-benar berniat mengundang. Sedih kadang kalau dengar komentar-komentar negatif yang sempat terdengar. Baca lebih lanjut

Cara Mencegah dan Menanggulangi Tawuran

Mendengar, menonton, atau pun membaca berita tawuran di berbagai media tentu membuat hati kita miris. Apalagi yang melihat langsung kejadiannya, tentu ngeri sekali. Saya aja yang baca dan nonton beritanya sekilas-kilas meringis ngeri sambil ngurut dada, komat-kamit berdoa semoga adik-adik maupun anak-anak saya kelak ga akan pernah terlibat perkelahian apalagi tawuran. Audzubillah.

Sedih tentunya melihat generasi muda yang harusnya menjadi agen perubahan dan tumpuan harapan bangsa malah seperti orang barbar begitu, sukanya menyelesaikan masalah dengan kekerasan, malah sampai ada korban jiwa pula. Yang lebih bikin sedih lagi ketika tahu rata-rata penyebab ‘bencana’ itu hanyalah masalah sepele, yang saling ejek lah, sentimen pribadi lah, rebutan cewek. Haduuuh kok ya ‘masalah’nya ga seimbang dengan kerusakan yang ditimbulkan.

Baca lebih lanjut

Menjadi Yang Pertama

Menjadi anak pertama punya tantangan tersendiri. Bukan berarti anak kedua-ketiga-keempat-dst tidak menantang ya, tiap orang tentu punya tantangan kehidupan sendiri-sendiri, tak peduli mau dilahirkan urutan ke berapa dia.

Dari kecil, saya terbiasa belajar lebih keras, berusaha lebih keras untuk membuat mama bangga. Tak pernah diminta, tak pernah dipaksa. Mama selalu bilang bahwa sebagai anak pertama, saya harus bisa menjadi panutan bagi adik-adik saya, menjadi kebanggaan. Saya pun patuh. Saya selalu berusaha menjadi kakak yang baik, yang pintar, yang sukses, yang membanggakan., yang bijaksana, yang pengertian, yang murah hati, dst. Saya tahu saya tidak sesempurna kelihatannya, tapi saya telah bertekad untuk tak pernah memperlihatkan sisi rapuh saya kepada adik-adik saya. Baca lebih lanjut

Tentang Kampung Jengkol

Kampung Jengkol? Apaan tuh?

Pertama kali mendengarnya saya membayangkan sebuah kampung mungil dan asri yang dipenuhi pepohonan jengkol yang tumbuh lebat dengan semerbak wangi jengkol dan warganya yang hobi sekali nyemil jengkol. Di mana sebenarnya letak kampung jengkol ini saya tidak tahu, saya tanya google map pun beliaunya tak tahu. Sedangkan tanya langsung pada mpok Oyen saya malu, takut disangka nggak gaul nanti :oops:.

Jadi, berhubung selama ini saya cuma berkunjung secara virtual ke kampung jengkol nan lestari ini, saya hanya bisa menilai kampung jengkol tampak luarnya saja, sesuai paparan mpok Oyen yang aduhai di blognya yang bertajuk “Opera van Oyen”. Baca lebih lanjut

Selamat Ulang Tahun, Kamu!

sumber: kaskus.us

sumber: kaskus.us

Selamat ulang tahun kamu yang telah mencuri hatiku. Hari ini aku sengaja bangun pagi, memasak blueberry cheese cake kesukaanmu dengan resep persis sama seperti kepunyaan ibumu. Selepas subuh, aku langsung sibuk di dapur: mengocok telur, mencampur adonan, memanggangnya dalam oven.

Hari ini adalah hari yang sangat spesial. Sengaja aku cuti agar dapat kuhabiskan waktu seharian denganmu. Ya, hanya denganmu.

Kesibukan yang bertubi-tubi telah mencuri kebersamaan kita. Sudah lama tak kutatap dalam matamu saat berbincang, dua tahun terakhir ini kita hanya saling menyapa sambil lalu tiap pagi. Tapi tidak hari ini, Sayang! Tidak hari ini!

Hari ini aku milikmu sepenuhnya. Tidak ada yang bisa mengganggu.

Aroma keju memenuhi dapurku, dapur kita. Sudah lama dapur kita tak sewangi ini, Sayang. Dan aku pun rindu saat-saat kita memasak bersama. Aku berjanji akan memasak untukmu tiap akhir pekan nanti. Sudah cukuplah makanan-makanan sampah itu memenuhi perut kita di hari kerja. Atau aku keluar saja dari pekerjaanku? Agar kita bisa punya lebih banyak waktu bersama.

Kucermati lagi hasil karyaku, cantik. Aku tak menyangka bisa membuat kue secantik ini. Apa aku buka toko kue saja, Sayang? Biar kita bisa makan kue tiap harinya. Lalu kamu dan aku bertambah gendut karena terlalu banyak makan kue. Baca lebih lanjut