Kersen

Kamu tau buah kersen? Itu loh buah yang kecil-kecil, kalau matang berwarna merah, dan pohonnya sering kita jumpai di pinggir jalan.
Dari kecil aku suka sekali buah kersen. Rasanya manis agak kesat. Tapi kalau mentah pahit, aku tidak suka. Sebenarnya tidak ada yang istimewa dari rasany4, tapi menyenangkan sekali untuk menyantapnya sehabis bersusah payah mengumpulkan buahnya.
Baca lebih lanjut

Kisah Dudubida dan Bubudiba #5

Minggu pagi yang cerah, benderang cahaya mentari menerobos celah-celah jendela. Burung-burung menyanyikan lagu selamat pagi bagi kawanan kupu-kupu, dan para kupu-kupu menarikan tarian suka cita bagi serumpun mawar yang baru saja mekar di tepi pagar. Cerah, pagi ini begitu cerah, namun tak mampu mencerahkan hati Dudubida.

Dudubida mengerahkan sekuat tenaga mendorong kardus televisi penuh berisi barang ke halaman depan, keringatnya bercucuran, nafasnya tersengal. Acara beres-beresnya belum selesai, masih terlalu banyak kenangan yang harus disisihkan. Dudubida telah bertekad untuk melupakan Bubudiba, kesabarannya sudah mencapai batas, hubungan mereka sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Baca lebih lanjut

Kisah Dudubida dan Bubudiba #4

sumber: turinetran.com
sumber: turinetran.com

*Kukuruyuk… kukuruyuk.. kukuruyuk.. petok.. petok… petok*

*Prang*

Bubudiba tak sengaja melempar jam wekernya, ia menggeliat malas berusaha mengembalikan nyawanya yang masih enggan meninggalkan pulau kapuk. Dengan mata setengah terpejam, Bubudiba turun dari ranjang.

“Aduh!” Bubudiba berseru kesakitan, kakinya tak sengaja beradu dengan kaki meja makan saat hendak ke dapur. Baca lebih lanjut

Kisah Dudubida Dan Bubudiba #3

sumber: penelopeillustration.com

sumber: penelopeillustration.com

Bubudiba berlari-lari kecil, berlomba dengan rintik hujan yang makin lama makin deras. Hap.. Hap.. Hap.. Bubudiba melompati genangan air yang menghadang langkahnya. Satu, dua, tiga, hatinya mulai terlihat di kejauhan, Bubudiba berlari-lari besar, hujan makin deras, tak sabar ingin berselimut hangat di sudut hatinya.

Hatinya gulita, sebelum pergi tadi Bubudiba lupa menyalakan lampu-lampunya. Bubudiba bergegas membuka pintu pagar, namun langkahnya terhenti lima detik kemudian. Dudubida telah menunggunya di depan pintu dengan sebuah payung berwarna merah jambu monyet.

“Kamu baru pulang?” Dudubida bertanya.

Baca lebih lanjut

Kisah Dudubida dan Bubudiba #2

*Kriiing…Kriiing…*

“Kamu di mana Bubudiba?” tanya Dudubida khawatir.

“Aku pulang ke hatiku,” Bubudiba menjawab dengan malas, dia paling tidak suka jika jadwal tidurnya terganggu.

“Kenapa tiba-tiba pulang? Kok ga pamit?” Dudubida kembali memberondong kekasihnya dengan pertanyaan.

“Lha, habisnya kamu ga pernah ada di hati, disms jarang bales, ditelpon sibuk terus,” jawab Bubudiba dengan nada sebal. Baca lebih lanjut