It’s Magic

Menikah denganmu adalah sebuah keajaiban bagiku

Sungguh besar kuasa Tuhan menjadikan kita yang pada mulanya tak saling mengenal kini saling terkait sedemikian eratnya.

Dari sekian banyak lelaki yang kukenal, Tuhan memilihkanmu untukku. Lelaki yang tak pernah kusangka akan jatuh cinta aku padanya. Lelaki yang tak pernah aku mengira akan selalu rindu aku padanya.

Aku masih sering tak habis pikir bagaimana luar biasanya perjalanan kita. Bagaimana kita beberapa kali berpisah di persimpangan namun selalu dipertemukan kembali di persimpangan selanjutnya. Bagaimana kita selalu lebih saling memahami di setiap pertengkaran. Bagaimana aku dan kamu lalu menjadi satu.

Menikah denganmu adalah sebuah keajaiban bagiku. Dan kamu adalah keajaiban terbesar dalam hidupku.

Tahukah kamu?

Suamiku, tahukah kamu?

Bahwa saat kamu menyapaku dengan sebutan istriku

adalah salah satu saat paling membahagiakan dalam hidupku.

Lalu akupun jatuh cinta lagi kepadamu, untuk kesekian kali.

Tunduk  penuh rasa syukur pada Rabb yang telah mempertemukan kita.

Terimakasih telah memilihku menjadi istrimu.

Sekedar Aku

Aku…

Aku adalah Aku..

Sekedar aku, hanya aku, cuma aku..

Tidak ada yang bisa memaksaku menjadi kamu

Tak juga jadi dia, dia, ataupun dia

Aku adalah aku

Yang mampu merubahku hanya diriku sendiri

Bukan kamu, dia, ataupun mereka

Dan aku pun tak mau berubah demi kamu

Tak juga demi dia , dia, ataupun dia

Aku adalah aku

Cukuplah aku menjadi aku

Tak perlu menjadi kamu, dia ataupun mereka

Bilangan Dua – Ungkapan Anti Biasa

Tanggal Dua, Bulan Dua. Tanggal cantik ya? Hari ini, tepat 2 tahun lho saya bareng sama si om genit tersayang, #eaa. Dua tahun di tanggal dua bulan dua.. Makanya puisi kali ini pun penuh angka dua. Angka dua itu angka yang sangat romantis menurut saya. Dua hati, dua cinta, dua mimpi, dua langkah kaki. Romantis kan? Iyalah, emang apa indahnya cinta kalau ada orang ketiga di antaranya kan?

Bilangan Dua

Hai Sayang, apa kabarmu hari ini?
Sudahkah kamu sarapan pagi ini?
Ah, aku tidak sarapan seperti biasanya
Malas karena tidak ada kamu yang menemani
Ingatkah kamu hari apa ini?
Iya, Kamis, tanggal dua bulan dua
Dan hari ini pula bilangan kita menginjak angka dua

24 purnama. Tak terasa sudah begitu lama
Padahal seperti baru kemarin kamu mengucap cinta malu-malu
dan aku pun menjawabnya dengan tak kalah malu-malu
Lalu dua hati kita pun melebur jadi satu

Dua. Cukup dua saja ya sayang?
Tak usahlah kita menghambur waktu sia-sia
Sesuai rencana kita mulai saja kisah baru yang lebih seru
Tidak perlu angka tiga, tidak perlu tahun ketiga
kita mulai lagi dari angka nol menuju bilangan tak hingga

Ungkapan Anti Biasa, Ungkapan Dengan HTML

(Terimakasih Pak Mars yang udah ngajarin cara tempal tempel gambar ditulisan)

Kamu, Lagi-lagi Kamu

Saat hujan merinai rintik, aku ingat kamu

Saat terik menyinar langit, aku pun terbayang kamu

Saat siang membayang, saat malam mengelam, lagi-lagi aku teringat kamu

Sampai kapan kamu mau menjajah pikiranku begini?

Otakku isinya kamu, kamu dan kamu!

Bahkan di sela hembusan angin pun aku mencium aromamu

Bahkan di jeda petikan gitar pun aku mendengar suaramu

Kamu, kamu, kamu, kamu, kamu

Hanya kamu!