Cita-Cita

Seperti biasa, ini sekedar racauan ga penting. Jadi silah diabaikan saja jika kurang berkenan

Selasa Sore, 16 April 2013

Tadi waktu sedang mengobrol di group partychatt gtalk, salah seorang kawan menceritakan salah satu rencana masa depannya: kuliah S2 di Jepang tahun 2017 nanti (yang kemudian saya aminin).

Dan kemudian saya teringat cita-cita saya sendiri. Semenjak SD, saya bercita-cita untuk sekolah/kuliah di luar negeri. Bukan karena pendidikan di Indonesia kurang oke atau bagaimana, saya cuma pingin melihat dunia luar, pingin ke negara 4 musim, liat salju (childish banget ya??). Dan berhubung kondisi keuangan keluarga saya juga pas-pasan, tentu ya jalan paling menjanjikan adalah cari beasiswa.

Semasa SMA saya rajin cari info beasiswa. Tapi banyak pertimbangan malah membuat saya masuk sekolah kedinasan. Awalnya hanya untuk menyenangkan hati dan meringankan beban orang tua. Ternyata saya malah jatuh hati dengan kampus itu, dan juga menemukan pujaan hati di sana. Tapi mimpi saya belum mati. Jauh-jauh di dalam hati saya, saya masih berharap untuk melanjutkan pendidikan di negeri asing.

Sempat jugalah ngerasa sirik sama temen-temen SMP/SMA yang mendapat rezeki kuliah di luar negeri. Kadang berpikir kalau saya ga masuk STAN dan ambil jurusan oke di kampus yang oke, mungkin saya sudah dapat beasiswa ke luar negeri. Tapi tentu cuma sepintas lalu siriknya. Secara kan ya kalau saya ga kuliah di STAN, ya mungkin ga ketemu tuan suamih.. Saya yakin seyakinnya bahwa semua yang dikasih Allah ke saya itu adalah yang terbaik. πŸ˜€

Saya pun nimbrung dalam obrolan, menyatakan ingin kuliah S2 di Australia,Β  2020 nanti. Mungkin yang lain berpikir itu hanya sekedar obrolan basa-basi, celetukan spontan untuk menyemarakkan obrolan. Tapi saya berharap juga sih ada yang mengamini. Saya percaya kata-kata adalah sebuah doa.

Banyak anugrah dalam hidup saya yang bermula dari sekedar kata-kata. Allah begitu baik mengabulkan sebagian besar doa-doa saya. Yang tidak Allah kabulkan, saya yakin telah Allah sediakan pengganti yang lebih baik buat saya. Kalau iseng-iseng ngitung berapa cita-cita saya yang menjadi kenyataan, dari yang paling sederhana hingga luar biasa, ga keitung jek, ga keitung.

Jadi saya rasa tidak ada salahnya pun kalau saya berkata dan menulis, bahwa 2020 nanti saya akan lanjut kuliah di negeri kangguru, dan sekarang kalau bolehΒ  saya tambahkan bersama suami saya, jadi sekalian boyongan sekeluarga biar ga kangen2an. Maunya sih begitu.

Kenapa Australia? Sebenarnya banyak negara yang ingin saya kunjungi, Jepang, Inggris, Amerika, Belanda, Jerman. Tapi entah kenapa akhir-akhir ini saya sering berpikir tentang Australia. Dekat dengan Indonesia, tak terlalu sulit untuk pulang jika dibutuhkan, tak terlalu banyak perbedaan jam yang memisahkan. Dan banyak beasiswa S2 Australia yang ditawarkan di instansi tempat saya dan suami bekerja.

Kenapa 2020? Menurut perhitungan saya, di 2020 anak kedua kami sudah berumur setidak 2 tahun, udah cukup besar buat diajak bertualang ke benua seberang. Adek laki-laki saya sudah lulus kuliah, dan insyaAllah juga udah kerja, jadi berkurang tanggungan malah bisa diajak patungan bayarin uang kuliah si bungsu.

Yaah, manusia bisa berencana, dan berusaha tentunya, tapi segalanya Tuhan yang menentukan. Saya cuma sekedar bercerita tentang rencana saya 10 tahun ke depan. Saya percaya kata-kata adalah doa. Jika ada yang mengamini saya sangat berterimakasih, dan mendoakan semoga cita-cita kalian pun bisa tercapai. πŸ˜€

Kita lihat nanti 2020 akan menjadi seperti apa πŸ˜€

Iklan

25 pemikiran pada “Cita-Cita

  1. hahahaha… tau deh grup yang mana hihihi…
    amiiiinnnnn…. aku turut mendoakan mel hehehe…
    aku juga pengen beasiswa S2 ke jepang biar bisa ketemu kimura takuya hahaha (teteeeup), tapi lebih pengen ke eropa deh. ke jepangnya plesir saja hihihi… amiiiinnnn…
    semoga cita2 kita terkabul ya mel :mrgreen:

  2. aamiin.. aamiin.. aamiin ya Robbal alamin..
    kalo aku keinginannya di mana pun aku berada nantinya, aku pengen selalu bersama suami dan anak-anak.. aamiin.. πŸ™‚

  3. aamiin…
    kalau jadi anak cerdas mah gampil nyari sekolah, nggak kayak saya. hihihiiiii
    tapi tetap syukuri sajalahhh…

  4. AMiin mel…amiiin. aku amiin-in bangeeeet. 2020 itu sekitar tujuh tahun lagi yah? hmm..hmm.. hmm… kira-kira mungkin aku juga dapet beasiswa ke Belanda itu keknya (Amiiiiiiin)
    :mrgreen:

  5. Amiiiin Mel, mudah-mudahan beneran terkabul ya. Dan bener kok, semuanya kan bermulai dari keinginan ya, kemudian ada niat untuk beneran mengusahakan, dan mudah-mudahan pada akhirnya beneran terkabul dan terlaksana πŸ™‚

  6. kalo masih ada niat sekolah sebaiknya sesegera mungkin diwujudkan. karena semakin lama bakal semakin males. yah gua contohnya. hahaha. dari dulu pengennya ngambil S2. tapi sampe sekarang ya gak ngambil2. πŸ˜›

    • memang sih mas.. tapi kalau mau ambil beasiswa internal dari kantorku, ada beberapa aturan yang mengikat..
      seperti misalnya harus kerja minimal berapa tahun setelah tugas belajar terakhir, atau mesti mencapai golongan tertentu dsb..
      pertimbangannya sih 2020 udah bisa ikutan daftar hehhe

  7. jadi inget dulu pas mata kuliah KSPK ada temen yang ditanyain dosen
    “Kamu dulu cita2nya apa?”
    “Jadi pilot Pak!”
    “Terus, abis kuliah di STAN cita2nya apa?”
    “Jadi pilot Pak!”

    semoga sukses mbak meraih cita2nya πŸ˜€

Anda Komentar, Saya Senang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s