Kompromi

Aku orang yang sangat egois dan terlalu banyak maunya. Bagaimana aku selalu ingin menjadi pusat perhatian, yang nomor satu. Bertahun yang lalu, aku selalu membayangkan kekasihku akan menjadikanku pusat dunianya. Setiap saat ditanya kabarku, setiap waktu dikiriminya aku pujian-pujian. Aku yang selalu nomor satu. Tapi denganmu, semuanya tidak sesuai harapan. Kamu bisa berhari-hari tak memberikan kabar, hampir tidak pernah memberikanku pujian, menomorsekiankanku saat sedang sibuk. Tapi entah mengapa aku tak pernah bisa meninggalkanmu. Aku yang tak pernah suka dibuat menunggu, aku yang tak pernah suka dicuekin, aku yang begini, aku yang begitu. Tak pernah aku bisa membencimu karenanya.

Kamu orang yang sangat sederhana dan sangat suka (terlalu) menyederhanakan tiap halnya. Berkebalikan sekali denganku yang ribet dan banyak maunya. Entah apakah kamu pernah membayangkan akan bertemu wanita yang suka membuat semuanya menjadi rumit sepertiku. Entah apakah kamu pernah merasa kehidupan tenangmu terganggu dengan kehadiranku. Entah apakah kamu merasa aku  berisik dan menyebalkan. Entah. Tapi nyatanya kamu tak pernah meninggalkanku, ataupun mengusirku pergi. Nyatanya kita tetap bisa bersama dengan segala sifat kita yang bertolak belakang.

Aku wanita yang menggilai romantisme dan penuh daya imajinasi. Bertahun yang lalu aku selalu membayangkan kejutan-kejutan manis, buket bunga, puisi-puisi romantis, dan kata-kata cinta ~yang tidak pernah kudapatkan darimu~. Aku telah melewati saat-saat penuh kekecewaan ketika semuanya tidak berjalan seperti yang aku bayangkan. Aku telah melewati saat-saat penuh kecemburuan ketika melihat pasangan lain yang begitu romantisnya, sementara kita biasa saja. Aku telah melewati dan meninggalkan semua itu. Aku tidak perlu kejutan-kejutan manis, buket bunga, puisi romantis maupun kata-kata cinta. Yang aku perlu hanya kamu. Cukup kamu.

Kamu pria yang mencintai kebebasan dan tak ingin dikekang. Sementara aku selalu mau tahu dan ikut campur. Entah apakah kamu pernah jengkel padaku yang suka sekali mengirimkan sms-sms penuh pertanyaan ~lagi dimana? Di mana? Sama siapa? Sudah makan? Pulang jam berapa?….~ ingin tahu segalanya. Entah apakah kamu pernah marah padaku yang sering memaksamu menceritakan ~dan melaporkan~ segalanya padahal aku tahu kamu tak ingin bercerita tentang hal itu. Entah apakah kamu merasa aku terlalu pencemburu dan posesif. Entah. Tapi nyatanya kamu mengikat dirimu pada diriku dalam pernikahan. Nyatanya kamu memilihku jadi istrimu.

Kita adalah dua individu yang sangat berbeda. Punya beberapa kesamaan, tapi lebih banyak lagi perbedaannya. Tak akan pernah bisa kita menjadikan pikiran kita satu, sama persis. Tak akan pernah bisa kita mendapatkan segala yang kita mau dari satu sama lain. Itulah kenapa kita memberi toleransi pada satu-dua hal. Berkompromi, dan tak pernah memaksa membuat sama hal-hal yang jelas berbeda.

gambar dari idlehearts.com

Iklan

23 pemikiran pada “Kompromi

  1. Ah Amel, ternyata kamu sama kayak aku lho 🙂

    Jadi pengen nulis tentang ini dech…aku sama Hendra juga banyak bedanya kok…

  2. Iya Mel.. kalo terlalu sama juga ga seru… Musti ada beda2nya gitu loh. Pada akhirnya jadi bisa belajar kompromi kan? 😀

  3. Ya, namanya dua orang juga nggak mungkin sama persis kan Mel. Pasti harus berkompromi lah, apalagi kalau sudah masuk dalam jalinan pernikahan kan, hehehe 🙂

  4. Hahaha. Meeellll… Iri ngeliat postingannya. Makin romantis aja pasca nikah.
    Hehehe…
    Emang cwo gitu kali ya. Gak main lapor2an mau kemana, sm siapa. Kitax aja yang main izin2 k dy. Hwaaa. Sama kyk si abang. hmmm…

    SEmangat!!!

  5. Kalau aku kebalikannya mel.. bosen kan yak setiap kegiatan dilaporin terus. ya biasanya aku cuekin aja pas jam kantor.. ntar aja pas udah di rumah baru bales smsnya.. hihihi..

  6. Ping balik: Kompromi | Ladeva's Blog
  7. Ping balik: Komunikasi « Dunia Pagi

Anda Komentar, Saya Senang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s