Cara Mencegah dan Menanggulangi Tawuran

Mendengar, menonton, atau pun membaca berita tawuran di berbagai media tentu membuat hati kita miris. Apalagi yang melihat langsung kejadiannya, tentu ngeri sekali. Saya aja yang baca dan nonton beritanya sekilas-kilas meringis ngeri sambil ngurut dada, komat-kamit berdoa semoga adik-adik maupun anak-anak saya kelak ga akan pernah terlibat perkelahian apalagi tawuran. Audzubillah.

Sedih tentunya melihat generasi muda yang harusnya menjadi agen perubahan dan tumpuan harapan bangsa malah seperti orang barbar begitu, sukanya menyelesaikan masalah dengan kekerasan, malah sampai ada korban jiwa pula. Yang lebih bikin sedih lagi ketika tahu rata-rata penyebab ‘bencana’ itu hanyalah masalah sepele, yang saling ejek lah, sentimen pribadi lah, rebutan cewek. Haduuuh kok ya ‘masalah’nya ga seimbang dengan kerusakan yang ditimbulkan.

Terus gimana caranya untuk mencegah tawuran?

  1. Jalin dan jaga komunikasi dengan anak/adik/ponakan/murid/siapapun yang dekat dengan anda. Menurut saya yang terpenting ya komunikasi. Ga cuma untuk anak-anak usia remaja, sedari kecil bahkan sampai dewasa pun komunikasi harus tetep lancar. Dengan komunikasi yang lancar, harapannya para pemuda-pemudi ini ga segan ataupun sungkan buat curhat mengenai masalah mereka, jadi kita pun bisa membantu mencari solusi bagi mereka. Dengan komunikasi yang lancar, kita juga bisa tahu siapa saja teman ataupun sahabat mereka. Bukan hendak membatasi pergaulan mereka, tapi tentu kita bisa bertindak ‘siaga’ jika ternyata anak/adik/ponakan/murid/siapapun yang dekat dengan kita bergaul dengan orang yang punya daftar hitam dalam kehidupan sosialnya.
  2. Jauhkan kekerasan dari mereka. Jauhkan bagaimana? Ya jangan sampai keseharian mereka dipenuhi dengan kekerasan. Misal kalau mereka ketahuan bolos, terus kita gebukin. Atau lagi berantem dengan pasangan pake acara cakar-cakaran. Kalau bisa tontonan mereka pun kita awasi. Memang susah mungkin, mengingat di televisi banyak banget tayangan yang mengandung kekerasan. Tapi seenggaknya habis nonton kita bisa diskusi dengan mereka, memastikan bahwa mereka mengerti bahwa berantem itu sama sekali ga keren di dunia nyata.
  3. Dukung ke kegiatan yang positif. Cari tahu minat dan bakatnya lalu arahkan ke kegiatan positif. Misal anak anda suka main gitar, kalau mau ngeband ya jangan dilarang. Atau adik anda suka naik gunung, coba arahkan ke estrakulikuler pecinta alam di sekolahnya. Kalau ponakan anda sukanya tinju, ya suruh aja ikut klub tinju, seenggaknya kan yang dia pukul itu samsak bukan murid sekolah lain. Kalau mereka udah sibuk dengan berbagai kegiatan, tentu mereka ga punya waktu buat tawuran. Ya kan?

Itu baru sebagian upaya pencegahan tawuran dari pihak keluarga, masih ada puluhan cara lainnya, belum lagi yang dari pihak sekolah, pemerintah, dan lain sebagainya.

Kalau udah terlanjur gimana?

Ya kalau udah terlanjur mau gimana lagi, ga ada gunanya kalau kita cuma bisa menyalahkan, kita harus segera menanggulangi dampaknya.

  1. Cari tahu penyebabnya lalu berantas sumbernya! Jangan karena terlalu fokus marahin anak/adik/ponakan/murid yang terlibat tawuran lalu kita lupa mencari tahu penyebabnya. Kita sangat perlu tahu apa yang membuat mereka sampe saling gontok begitu. Kalau kita udah tahu penyebabnya, barulah kita bisa menyusun strategi untuk membuat mereka menyadari kesalahannya dan tidak mengulanginya. Kalau memang perlu, bisa juga ajak mereka ke psikolog atau konselor.
  2. Hukum sewajarnya. Jangan gara-gara mereka tawuran terus kita gebukin sampe babak belur sebagai hukuman. Itu tentu ga menyelesaikan masalah, malah menjerumuskan mereka. Kalau memang mau menghukum, tentu yang wajar dan masuk akal. Misal: skor ga boleh keluar rumah selama sebulan, potong uang jajan, ngepel rumah. Sesuatu semacam itulah.

Yah begitulah beberapa Cara Mencegah dan Menanggulangi Tawuran versi saya, maafkan bila agak ngaco. Dan walaupun agak tidak pede tapi…

Artikel  ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Indonesia Bersatu:Cara Mencegah Dan Menanggulangi Tawuran.

Iklan

16 pemikiran pada “Cara Mencegah dan Menanggulangi Tawuran

  1. menurut pengalaman saya (yang pernah hampir ikut2an tawuran) sih mel, biasanya cowok2 yang suka tawuran itu menganggap kalo tawuran keren, solidaritas dan korsa yang tinggi, terus rasa cinta sama almamater yang kuat…
    tapi mereka melampiaskannya pada hal yang salah hehehehe…

    • Dan, si amel lu panggil mbak, gue kok nggak? kan gue lebih tua dari amel 🙄 HAHAHAHA. ohya OOT. mel, semoga menang. kalo menang, hadiahnya di share sama kakak. ihik, kakak ngeblank kalo disuruh mikir begini. maklum otak kakak cuma bisa mikir soal makanan enak 😆 anihooo, post amel benar benar berbobot ya. eke malu 😳

  2. Good luck ya Mel kontesnya.

    Ya, tawuran memang payah banget ya. Mudah-mudahan bisa semakin dihindari deh di masa yang akan datang, hmmm

Anda Komentar, Saya Senang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s