Tentang Kampung Jengkol

Kampung Jengkol? Apaan tuh?

Pertama kali mendengarnya saya membayangkan sebuah kampung mungil dan asri yang dipenuhi pepohonan jengkol yang tumbuh lebat dengan semerbak wangi jengkol dan warganya yang hobi sekali nyemil jengkol. Di mana sebenarnya letak kampung jengkol ini saya tidak tahu, saya tanya google map pun beliaunya tak tahu. Sedangkan tanya langsung pada mpok Oyen saya malu, takut disangka nggak gaul nanti :oops:.

Jadi, berhubung selama ini saya cuma berkunjung secara virtual ke kampung jengkol nan lestari ini, saya hanya bisa menilai kampung jengkol tampak luarnya saja, sesuai paparan mpok Oyen yang aduhai di blognya yang bertajuk “Opera van Oyen”.

Saran saya untuk kampung jengkol adalah: mohon diperbanyak gambar-foto-ataupun-ilustrasi kampung jengkol agar pembaca bisa mendalami cerita-cerita yang disajikan. Saya lihat akhir-akhir ini mpok Oyen jarang pasang gambar. Jadi agak sepi-sepi begimana gitu tulisannya. Selain itu kan saya penasaran sama para penguni KJ. Selama ini yang rajin menyapa pemirsa cuma si cantik mungil penghuni baru kampung jengkol, Fira.

Maskot Kampung Jengkol

Maskot Kampung Jengkol

Kalau mpok Oyen memang sedang tidak ingin pasang gambar, mungkin paragraf-paragrafnya diatur supaya tidak terlalu panjang-panjang, jadi gak terlalu rapat dan sumpek gitu kesannya. Atau bisa pilih tema yang style tulisannya spasinya lebih renggang. Atau bisalah nulisnya pake spidol warna-warni biar lebih semarak gitu. Jadi pembacanya makin betah maen ke kampung jengkol, ga kayak lagi buku teks bahasa Indonesia kuno yang isinya cuma tulisan-tulisan-dan-tulisan.

-000-

Sesungguhnya tulisan-tulisan emaknya Fira ini punya ciri khas sendiri, dengan logat betawi yang kental dan gaya yang kocak, tulisannya sungguh menghibur, sering sekali saya tersenyum ngakak dan tertawa manis saat baca blognya, apalagi dengan tingkah duo jenab-munaroh yang tak kalah kocaknya.

Dan lebihnya lagi, seaneh apapun tingkah laku para penghuni kampung jengkol, tetep aja ada pelajaran yang bisa diambil pembacanya, selalu ada hikmah di tiap cerita. Cuma ya itu, kalau saya lagi males, ngeliat tulisan yang isinya huruf-huruf (ya iyalah, namanya juga tulisan mel!) dari atas ke bawah kadang saya agak ogah-ogahan bacanya, jadi langsung saya saya skip ke paragraf terakhir.

Begitulah reviu abal-abal versi saya, kalau ada kata yang menyakiti, janganlah diambil hati. Kalau ada kata yang bisa diambil hikmah, boleh pula saya

Semoga Kampung Jengkol makin jaya dan makmur sentosa, dan warganya selalu diberi kesehatan lahir-batin jasmani-rohani.. πŸ˜€

tertanda

Amela

peserta kuisnye mpok Oyen

25 pemikiran pada “Tentang Kampung Jengkol

  1. sudah lolos sertipikasi… selamat menempuh iudp baru, walah, selamat ikut ngontes mangsudnyah.. πŸ™‚

    udah dicatet ye ame Jenab, jangan nangis getu donk πŸ˜›

  2. letak Kp Kengkol disini arah utara dr tempat saya setelah menyebrangi sungai Cikaniki, itulah Kp Jengkol.. tapi pasti beda dg Kp Jengkol yg Amel maksud hehe

  3. jadi oleh2 liburannya jengkol ya mel :mrgreen:
    hehe Kampung Jengkol pasti surganya pecinta jengkol ya hehe..
    aku gak ikutan kontesnya hehe.. sukses yaa Amel πŸ™‚

  4. Ping balik: Sebuah Blog bernama myoyen « Oyen punya cerita
  5. Ping balik: KJ memilihhhh…. « Opera Van Oyen
  6. hyaaahhhh…. kirain kampung yang penuh sama pohon jengkol dan warganya hobinya makan jengkol trus prisnsipnya tiada hari tanpa jengkol #absurd. hehehe
    ternyata…

Anda Komentar, Saya Senang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s