Semangkuk Bakso Tahu

Kuletakkan semangkuk bakso tahu di meja, melirik takut-takut padanya yang tengah mengambil sendok-garpu untuk mencicipi masakanku.

Praang…”Ini tidak seperti bikinan Mama!”

Shera melempar mangkuknya ke lantai, kuah bakso yang masih panas pun berceceran. Aku segera mengambil lap untuk membereskan kekacauan yang terjadi.

***

“Aku menyerah, Mas. Aku menyerah! Shera tidak akan pernah bisa menerimaku,” aku tergugu.

Dengan lembut suamiku membelai kepalaku, “Sabarlah, Indah! Aku yakin melihat kegigihanmu, Shera akan luluh.”

“Tapi semua cara sudah kucoba. Aku sudah membuat berpuluh-puluh mangkuk bakso tahu yang akhirnya dilemparkannya begitu saja. Sudah kucoba berbagai resep di internet, aku pun sampe bertanya pada bekas mertuamu. Resep yang tadi kupakai adalah resep Ani, tapi Shera tetap saja tak mau memakannya,” kutumpahkan rasa frustasiku.

“Iya, Mas mengerti. Tapi Mas mohon bersabarlah, Indah. Shera itu anak Mas, tidak mungkin Mas meninggalkannnya.”

“Aku tidak meminta Mas meninggalkan Shera. Aku minta Mas meninggalkanku.”

***

Semangkuk bakso tahu terakhir untuk Shera. Walau dengan berat hati, Mas Bakhtiar akhirnya setuju untuk menceraikanku. Aku sangat mencintainya, tapi tentu pernikahan kami tak akan sempurna jika begini adanya. Aku tahu, Shera bukannya tidak suka pada bakso tahu buatanku. Shera tidak suka padaku. Aku memutuskan untuk mengalah.

“Ini mangkuk terakhir untukmu, Shera. Mulai besok, Tante akan pindah dari sini.”

Shera menatapku tajam, seolah memastikan bahwa aku tak berbohong. Sebenarnya aku telah menganggap Shera seperti darah dagingku sendiri, tapi sayangnya tidak begitu pula sebaliknya.

“Ini tidak seperti bikinan Mama,” gadis kecil itu bersuara. Tapi anehnya tidak ada mangkuk yang terlempar ataupun kuah yang berceceran.

“Maaf kalau Tante tidak bisa membuat bakso tahu seenak buatan mamamu,” air mataku mulai mengalir.

“Papa ikut pindah?” Shera tak berani menatapku.

“Tentu tidak. Papa akan tetap tinggal di sini bersama Shera,” aku menahan diri untuk tidak memeluk gadis itu.

Shera memainkan ujung bajunya, “Kalau Tante pergi, tidak ada yang masakin bakso tahu buat Shera lagi,” butir-butir bening mengalir pipi mungilnya.

“Bukannya Shera tidak suka bakso tahu buatan tante?”

“Bakso yang ini lebih enak dari buatan mama,” jawab Shera lirih. Aku tidak ragu lagi meraih Shera ke dalam pelukanku. Tak ada penolakan seperti biasanya.

#FFHore lagi. Sebenarnya sih pingin ngasih ending psycho lagi, bakso tahunya diracun gitu, atau shera tetep tega biarin ibu tirinya pergi. Tapi sepertinya FF hari ini berhak mendapatkan akhir yang bahagia, jadi biarlah tidak ada twist ending di kisah ini.

28 pemikiran pada “Semangkuk Bakso Tahu

        • yang ditentuin judulnya zart.. Seminggu dua kali, tiap rabu dan minggu

          misal hari minggu kemarin, DLnya nanti sore
          judulnya harus “Semangkuk Bakso Tahu”, isi dan tema FFnya bebas

          tar malem bakal keluar lagi judul baru, DLnya hari minggu

          nanti kalau udah link tulisannya di input di blog tadi.. kalau sempat buka twitter di mention juga ke adminnya

            • dari twitter, bisa juga liat judul2 yang udah disubmit..
              biasanya sih diapdet tiap minggu..
              mungkin adminnya lagi sibuk.. hehehe

              • ga rajin mampir ke rumah burung, jadi gak tau ada FF berseri lagi hiks … pantesan judulnya samaan dengan orin 😦
                mbok aku dikabar2i tooo huhuhu

              • ealah.. kirain mbak nique udah tahu tapi ga sempat ikutan..
                ayo mbak nique, masih banyak judul yang menunggu..
                semangkuk bakso tahu masih nanti sore Deadlinenya. 😀

  1. Ah, ending-nya menyentuh! hahaha 😛 Eh, tapi kalau beneran bakso tahunya diracun kayaknya “seru” juga ya, hahaha 😛

Anda Komentar, Saya Senang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s