Selamat Ulang Tahun, Kamu!

sumber: kaskus.us

sumber: kaskus.us

Selamat ulang tahun kamu yang telah mencuri hatiku. Hari ini aku sengaja bangun pagi, memasak blueberry cheese cake kesukaanmu dengan resep persis sama seperti kepunyaan ibumu. Selepas subuh, aku langsung sibuk di dapur: mengocok telur, mencampur adonan, memanggangnya dalam oven.

Hari ini adalah hari yang sangat spesial. Sengaja aku cuti agar dapat kuhabiskan waktu seharian denganmu. Ya, hanya denganmu.

Kesibukan yang bertubi-tubi telah mencuri kebersamaan kita. Sudah lama tak kutatap dalam matamu saat berbincang, dua tahun terakhir ini kita hanya saling menyapa sambil lalu tiap pagi. Tapi tidak hari ini, Sayang! Tidak hari ini!

Hari ini aku milikmu sepenuhnya. Tidak ada yang bisa mengganggu.

Aroma keju memenuhi dapurku, dapur kita. Sudah lama dapur kita tak sewangi ini, Sayang. Dan aku pun rindu saat-saat kita memasak bersama. Aku berjanji akan memasak untukmu tiap akhir pekan nanti. Sudah cukuplah makanan-makanan sampah itu memenuhi perut kita di hari kerja. Atau aku keluar saja dari pekerjaanku? Agar kita bisa punya lebih banyak waktu bersama.

Kucermati lagi hasil karyaku, cantik. Aku tak menyangka bisa membuat kue secantik ini. Apa aku buka toko kue saja, Sayang? Biar kita bisa makan kue tiap harinya. Lalu kamu dan aku bertambah gendut karena terlalu banyak makan kue.

Hati-hati kutancapkan lilin di atas kue. Kamu selalu suka yang semarak, sengaja kupilihkan lilin beraneka warna. Hapeku berdering. Dari ibu.

“Bagaimana Alia? Kuenya sukses?” terdengar suara ibu di sana.

“Iya Bu. Terimakasih resepnya,” jawabku setengah hati. Hari ini spesial untukmu, aku tidak senang diganggu. Bahkan oleh ibuku sendiri.

“Oh ya, Selamat Ulang….” kumatikan sambungan telepon. Aku sudah tak sabar memamerkan blueberry cheese cake ini padamu.

Pelan aku berjingkat menuju kamar. Hati-hati agar lilin-lilin ulang tahunmu tak padam. Tadi sengaja kumatikan lampu kamar dan kututup tirainya agar suasana tetap gelap. Cukup cahaya lilin saja. Biar romantis.

Hati-hati kuletakkan kue ulang tahunmu di meja rias lalu aku masuk kamar mandi sebentar. Berganti baju dan berdandan. Untukmu!

******

Pablo Picasso's Girl in the Mirror

Pablo Picasso's Girl in the Mirror

“Selamat ulang tahun, Kamu!” aku tersenyum padamu. Kamu pun balas tersenyum padaku.

Kita bersama-sama meniup lilin. “Ah kamu selalu terlihat cantik sayang,” kamu memujiku. Lalu kita berdua tersipu. Lalu kita tertawa. Lalu kita makan kue, aku dengan tangan kanan, kamu dengan tangan kiri.

“Selamat ulang tahun kamu yang telah mencuri hatiku,” katamu padaku.

#FFSpesial untuk Masmin Kece Momo_DM, semoga berkah umurnya, dan makin kece karya-karyanya.

50 pemikiran pada “Selamat Ulang Tahun, Kamu!

  1. Selamat ulang tahun, kamunya Amela… Semoga panjang umur ya… Oops *ini yang ultah siapa* Nice fiction, Mel.

  2. amel… ada2 aja ceritanya. Inspirasinya dari mana nih?? Bayangan kamu di cermin?;p anyway, nice one!

  3. Ikut bilang selamat ulang tahun kamu…*tapi ga di depan cermin*

    apa dirimu ultah amel? hehehe

    kalo iya, met ultah ya…kalau bukan ya….bagus fiksimu itu, tp seperti biasa, aku perlu mikir sejenak, apa maksudnya hahaha…dasar dodol mbakyumu ikiii….

  4. Selamat Ulang Tahun Kamu
    *yang awalnya mengira Om genit yang Ulang Tahun*

    Fiksinya bagus dek, aku pikir yang ulang tahun itu udah meninggal. gara-gara fiksi amel yang payung jadi mikirnya meninggal melulu >.<

  5. Ping balik: [#FFSpesial] ~ Selamat Ulang Tahun, Kamu | ~ deoemo ~

Anda Komentar, Saya Senang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s