Kisah Dudubida dan Bubudiba #5

Minggu pagi yang cerah, benderang cahaya mentari menerobos celah-celah jendela. Burung-burung menyanyikan lagu selamat pagi bagi kawanan kupu-kupu, dan para kupu-kupu menarikan tarian suka cita bagi serumpun mawar yang baru saja mekar di tepi pagar. Cerah, pagi ini begitu cerah, namun tak mampu mencerahkan hati Dudubida.

Dudubida mengerahkan sekuat tenaga mendorong kardus televisi penuh berisi barang ke halaman depan, keringatnya bercucuran, nafasnya tersengal. Acara beres-beresnya belum selesai, masih terlalu banyak kenangan yang harus disisihkan. Dudubida telah bertekad untuk melupakan Bubudiba, kesabarannya sudah mencapai batas, hubungan mereka sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Baca lebih lanjut

Iklan