Kisah Dudubida dan Bubudiba #4

sumber: turinetran.com
sumber: turinetran.com

*Kukuruyuk… kukuruyuk.. kukuruyuk.. petok.. petok… petok*

*Prang*

Bubudiba tak sengaja melempar jam wekernya, ia menggeliat malas berusaha mengembalikan nyawanya yang masih enggan meninggalkan pulau kapuk. Dengan mata setengah terpejam, Bubudiba turun dari ranjang.

“Aduh!” Bubudiba berseru kesakitan, kakinya tak sengaja beradu dengan kaki meja makan saat hendak ke dapur.

Kantuk yang menggelayut di pelupuk mata Bubudiba pun segera kabur tak tahu ke mana, Bubudiba menatap nyalang ke sekeliling. Ada yang berbeda. Rasanya kemarin meja makan itu masih di tengah ruangan, lemari makan itu masih di pojokan, lalu kenapa rak sepatunya pindah ke sana?, pikir Bubudiba.

*blup.. blup..blup*

Terdengar suara air mendidih dari dapur, aroma cream soup menguar di udara, Bubudiba bergegas ke dapur. Dilihatnya Dudubida sedang sibuk mengiris daun bawang, memasak sarapan untuk mereka berdua.

Pasti tadi Dudubida beberes hatiku, seenaknya mengubah tata letak ruang makanku. Bubudiba menarik kesimpulan.

Lima menit lagi supnya matang, cuci muka dulu sana,” Dudubida tersenyum pada kekasihnya.

Ini hatiku, bukan hatimu. Jangan menggeser benda seenakmu dong!” tuduh Bubudiba ketus.

Dudubida mengerutkan kening, tak percaya akan apa yang didengarnya.

Maksudmu?”

Ruang makanku jadi berantakan, aku tidak bisa menemukan benda-benda yang kucari.”

Dudubida mematikan kompor, melepas celemeknya, lalu menatap Bubudiba tajam.

Bangun tidur tadi, susunan ruang makanmu sudah seperti itu, aku tidak menggeser atau memindahkan apa pun. Aku pikir semua ini salahku, terlalu sibuk sehingga tidak sempat memperhatikanmu, tidak sempat mengamati perubahanmu sehingga kita semakin jauh. Aku jauh-jauh datang ke sini berusaha memperbaiki semuanya. Tapi ternyata, kamu sendiri tidak menyadari perubahanmu, kamu sendiri tidak lagi mengenal dirimu sendiri.”

Dudubida meninggalkan Bubudiba yang masih berusaha mencerna perkataan Dudubida. Pulang ke hatinya sendiri.

lagi-lagi to be continued…

25 pemikiran pada “Kisah Dudubida dan Bubudiba #4

  1. Sekuel ceritanya ternyata panjang juga ya? part1-4.
    Kalau dilanjutkan mungkin akan jadi sebuah novel “fiksi”.
    Hehehe, salam kenal sebelumnya🙂.

  2. Makin seru nih ceritanya, apalagi setelah di bagian sebelumnya dijelasin dikit pengertian metafora-nya Mel. Jadi lebih terbayang gitu ceritanya🙂

  3. Bubudiba itu mungkin terlalu sibuk sehingga dia sudah mulai pikun. Sekarang dia harus minta maaf tuh sama Dudubida, dan harus menyadari perubahan dirinya yang tak disadarinya itu…

Anda Komentar, Saya Senang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s