Kisah Dudubida dan Bubudiba #2

*Kriiing…Kriiing…*

“Kamu di mana Bubudiba?” tanya Dudubida khawatir.

“Aku pulang ke hatiku,” Bubudiba menjawab dengan malas, dia paling tidak suka jika jadwal tidurnya terganggu.

“Kenapa tiba-tiba pulang? Kok ga pamit?” Dudubida kembali memberondong kekasihnya dengan pertanyaan.

“Lha, habisnya kamu ga pernah ada di hati, disms jarang bales, ditelpon sibuk terus,” jawab Bubudiba dengan nada sebal.

“Terus kamu kapan pulang ke sini?”

“Ga tahu. Bosen ah pulang ke hatimu. Sepi, dingin pula. Udah ga sehangat dulu. Mending di hatiku sendiri. Bebas ngapain aja tanpa perlu takut kamu marah-marahin. Bebas ngundang siapa aja tanpa perlu kamu cemburuin,” Bubudiba menjawab dengan penuh emosi.

Mendengar luapan emosi Bubudiba yang tiba-tiba, hati Dudubida serasa digoncang gempa lokal. Dudubida tidak pernah menyangka bahwa selama ini Bubudiba memendam rasa sebalnya.

“Terus sekarang kamu maunya gimana?” tanya Dudubida lirih, tiba-tiba dia merasa sedih saat menyadari bahwa kesibukannya selama ini telah merentangkan jarak antara dia dan Bubudiba.

“Entahlah Dudu, aku juga ga tahu mauku apa. Aku cuma merasa makin hari kita makin asing satu sama lain.”

*Tuut.. tuuut.. tuuut.”

to be continued lagi.

Iklan

20 pemikiran pada “Kisah Dudubida dan Bubudiba #2

  1. Ah, ngerti sekarang. Penggunaan ‘hati’ ternyata diterapkan secara metaforik. Oke. Terus, lanjut ke ceritanya…

    …masih kurang ngerti, tapi sedikit-sedikit bisa nangkap maksudnya. Jadi si Dudu ama Bubu aslinya kekasih, tapi kondisi mereka makin mendingin seiring berjalannya waktu. Yang awalnya hangat, sekarang sepi. Hemm… mbak, ini bukan curhat ‘kan mbak? #nanya 😦

    Masih butuh lebih banyak backstory-nya, dan ingin tahu seperti apa nantinya. Ditunggu kelanjutannya πŸ™‚ Dan, semangat mbak!! :mrgreen:

  2. waduh,,makin seru aja nih cerbungnya mel…
    tapi saya masih bingung mana cowok mana ceweknya..
    hehehehe πŸ™‚

    mel: ga usah dibikin bingung mas πŸ˜€

  3. Pasti ada konspirasi ampe yang diceritakan mirip banget ama yang gw rasain beberapa minggu ini (_ _”)

    mel: cerita ini hanyalah rekayasa belaka, jika ada kemiripan tokoh, tempat, dan peristiwa sungguh tidak di sengaja πŸ˜€

  4. sya masih menyimak Amel….
    enak bacanya klo pendek2 begini….cepet habis….:D

    mel: sengaja dibikin pendek, yang nulis juga males klo kepanjangan πŸ˜›

Anda Komentar, Saya Senang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s