Kisah Dudubida dan Bubudiba

Di suatu hari yang mendung, Dudubida pulang ke hatinya. Moodnya pun kompakan dengan cuaca desember, labil dan berawan. Hari ini tidak ada senandung riang yang mengalun sumbang dari bibir manisnya.

Dudubida lelah sehabis bekerja seharian, dengan tubuh gontai dibukanya pintu hati *ceklik* *ziiiing*, suasana hati sungguh hening. Tidak ada orang di sana.

Kemanakah Bubudiba? Dudubida bertanya-tanya. Baru dia sadari beberapa hari terakhir ini mereka tidak bertemu, tidak bertegur sapa mungkin lebih tepatnya.

Dudubida menyeret langkahnya ke kamar di sudut hatinya, kamar bernuansa pink yang spesial dibangun untuk Bubudiba, kekasihnya.

*Knock.. Knock..*

“Bubudiba, Are you still there?” Dudubida berteriak lantang.

*ziiiiiing….*

“Bubudiba, kamu sudah pulang???” Dudubida kembali bertanya.

*knock..knock..*

“Bubudiba, sampeyan wis balik durung?” Dudubida mengulangi pertanyaannya, kali in dalam bahasa Jawa.

*hening*

Dudubida meraih gagang pintu lalu membukanya, menimbulkan suara derit yang bikin dahi mengernyit. Kosong. Tidak ada kehadiran Bubudiba di dalamnya.

Dengan hati berdenyit-denyit, Dudubida masuk ke dalam kamar, disentuhnya meja-kursi yang berdebu, tanda beberapa hari ini Bubudiba tidak pulang.

Pantas saja kami tidak pernah berpapasan di lorong hati. Dudubida baru menyadari, selama ini sepulang kerja dia langsung masuk ke kamar saking lelahnya. Dia pikir Bubudiba pun lelah, sehingga kekasihnya itu tak pernah lagi mengetuk pintu kamarnya untuk sekedar menyapa. Ternyata lebih parah dari itu, Bubudiba memang menghilang tanpa pesan.

to be continued…

Iklan

23 pemikiran pada “Kisah Dudubida dan Bubudiba

  1. Nama tokohnya lucu (dan agak membingungkan soalnya bisa kebalik-balik antara yang satu dengan satunya, hahahaha :P).

    Lanjutannya ditunggu loh πŸ˜›

  2. Nama tokohnya susah diucapin… sepintas sama tapi nggak. Unik. Ditunggu babak berikutnya….

  3. Sura pintu terbuka pelan-pelan kedengaran hingga ditelingaku.. Ngieekkk.. Sambil mengernyitkan dahi mata menatap kedalam ruangan yang tak berpenghuni..
    Ah ceritanya nggantung,,, penasaran ja..

  4. Ngakak pas di bagian si Dudu ngomong tiga bahasa: Inggris, Indonesia, ama Jawa berurutan :mrgreen:

    Ada beberapa yang masih kurang ngerti. Apa latar belakang cerita ini? Apa latar belakang hubungan Dudu sama Bubu? Mereka kekasih? Dan apa maksudnya, pulang ke pintu hati?? Secara metaforik atau beneran? :O

    Agak bingung, tapi nyambung #lhoh dikit-dikit lah, hehe. Lanjut ke chapter berikutnya πŸ˜€

  5. wah..seru nih kayaknya mel..
    tapi kok nyebut namanya agak susah yah…dubidubada sama budidubada..
    aduuh…
    sama jenis kelaminnya masih absurd yah?…mana yang cowok mana yang cewek?

    mel: hehehe πŸ˜€

  6. Keknya seru nih kalo nama kedua tokoh itu dijadikan game, diucapkan secara cepat sebanyak 3x. Pasti pada salah nyebutnya πŸ˜€
    Lanjoot ke sambungannya… πŸ™‚

    mel: hayo, kakak bisa ga nyebutinnya? πŸ˜€

Anda Komentar, Saya Senang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s