Dhila13 Photo Challenge : Inspirasi

LangitSayang ketika saya memotret, langit sedang mendung, tak sebiru biasanya. Ya, itu potret langit, yang membingkainya itu adalah atap rumah dinas saya dan atap kantor saya. Ya, rumah dinas saya tepat di belakang kantor, dan saya sangat bersyukur karenanya.

Saya suka memandang langit, entah mendung entah cerah, entah siang entah malam. Saya selalu takjub pada langit, begitu luas dan lapang, begitu indah dan berwarna-warni. Tiap sedang berada di luar ruangan, saya seringkali mendongakkan kepala, menyapa langit, dan waktu sekian detik itu merupakan momen spiritual tersendiri bagi saya. Dalam sekian detik, saya takjub, saya bersyukur, saya berdoa, saya berdialog, saya bercerita, semuanya terjadi sekaligus, otak saya sangat sibuk. Saya merasa begitu kecil di bawah hamparan langit, dan tertunduk menyadari Tuhan begitu Maha. Ya, momen sekian detik itu mampu membuat otak saya menggeliat penuh semangat, merangkai cita-cita, merajut mimpi, menyusun rencana, ataupun sekedar berdiskusi dengan hati nurani.

Saat baru saja ditempatkan di kota semerbak ini, saya sering merindukan kampung halaman, orang-orang tersayang. Sampai akhirnya pada suatu hari, saat saya sedang mencuci piring di belakang, saya mendongakkan kepala dan memandang langit yang begitu biru. Lalu saya tersadar bahwa masih banyak yang bisa saya syukuri, bahwa bagaimanapun kami bernaung di langit yang sama. Sejak saat itu, tiap kali ke belakang, entah untuk mencuci piring-merendam pakaian-ataupun sekedar membasuh kaki, saya sempatkan untuk mendongak, hanya sekian detik. Sekian detik yang mampu merefresh pikiran saya, menghadirkan pemikiran-pemikiran baru, mengajarkan kebijakansanaan-kebijaksanaan baru.

Bahkan ketika hujan pun saya sempatkan memandang langit. Mengamati bulir-bulir hujan tercurah dari langit. Bukankah di tiap tetesnya terselip doa?

Tulisan ini disertakan pada Bukan Kontes Biasa: TASBIH 1433 H di Blog Dhila13

Iklan

33 pemikiran pada “Dhila13 Photo Challenge : Inspirasi

  1. ~Amela, kalau kita melihat langit dari pesawat udara, terlihat awan berlari berkejaran … serba putih … terkadang pesawat menabrak awan biru kehitaman … namun jelas terlihat diatas langit ada langit lagi … 😀

    mel: iya.,.kita banyak belajar dari langit

    Suka

  2. langit tempat merindui dan memandang sesuatu yg indah ya..
    selain jd kangen keluarga kangen siapa lg kira2.. hayoo :mrgreen:

    aku catat 🙂

    mel: hehehhe 😳 makasih ya mbak dhil 😀

    Suka

  3. tinggal sebelahan ama kantor banyak enaknya atau malah gak enak tuh mel?
    enaknya pasti gak bakal telat ya dan gak perlu pusing transportasi. tapi gak bisa bolos dong ya.. huahahaha

    mel: hohoho, karena sayanya pemalas, saya berangkat kantornya biasanya mepet2 pernah tuh absen jam 7.30.20 (batas telatnya jam 7.31),,
    banyak enaknya sih, bisa sering2 pulang, hemat ongkos.. hehehe

    Suka

  4. ketika hujan baru turun, cepat2 rapalkan doa Mel 😀
    katanya lekas diijabah hehehe

    mel: heheh, iya, tapi seringnya baru nyadar hujan kalau udah deres,.. telat euy,, hhehe

    Suka

  5. Akhirnya dapet jg Mel di fotonya 😉
    Buatku, memandang langit selalu menimbulkan satu perasaan : b.e.b.a.s
    😀 😀 😀

    mel: iya teh, ngelihat langit gitu luas, rasanya lepas banget

    Suka

  6. Wah, berarti kalau pas istirahat siang, bisa pulang terus bobo’an di rumah dong yak? Haha.

    mel: bisa dong,, pas jam kerja pun kalau kebelet bisa pulang *lebih pewe di kamar mandi sendiri*

    Suka

  7. Akhirnya bs BW juga setelah sekian lama bertapa,, ehehe…
    Amell.. apa kabar? kangen sama tulisan kamu..
    (lho? bukan kangen sama amelnya ya?? hiyaaaa… *pengen dijitak)

    mel: aah, kangen juga, sama komentarnya kak evan.. 😛

    Suka

  8. bukankah kita selalu berada di bawah langit yang sama..hehehe
    wuiih..gak bosen tuh mel, rumah sama kantor dempetan gitu,,,gak bisa kabur kalo disuruh lembur..hehehehehe…

    mel: ga, malah sedikit menghibur di saat terpaksa lembur sendirian *seringnya sih lembur sendiri*

    Suka

    • itu lembur sendirian sebab atau akibat dari rumah dinas di sebelah kantor yah mel?
      hehehehe…
      *kabuuurrrrrrrrrr……………

      Mel: karena hobi mas *lemparbata*

      Suka

  9. hai gadis….kalo sya memandang langit justru terbayang dgn ‘orang2 yg sya cintai’ 🙂
    #komensmbildngerinlagunyaGAZEBO’ilikechopin’

    mel: iya,,. saya juga.. makanya kalau kangen orang rumah saya suka dongak ke atas..

    Suka

  10. Klo dilihat sekilas langitnya itu seperti kapas yang terbang ya..

    mel: iya, apalagi kalau hari cerah, langitnya biruuuu banget, awannya beneran kayak gumpalan kapas

    Suka

    • Jiahhh…
      He-eh mbak aku ganti nama :p
      Biar kayak tante tante kumpeni gitu.
      *hmm, tapi gravatar gak mendukung blas*

      mel: yo gravatarnya diganti toh Un,, ganti sing luwih sangar

      Suka

  11. Langit di antara dua atap…
    Kukira itu awalnya foto apa, setelah saya perhatikan lebih jeli ternyata fotonya keren… 🙂

    mel: makasih 😀 sayang lagi agak mendung itu

    Suka

  12. Langit memang selalu mengingatkan kita akan betapa kecilnya kita ini. Kita yang merasa planet Bumi ini luas, padahal planet ini hanyalah satu titik kecil tak berarti di luasnya jagad raya 🙂

    btw, enak dong Mel tinggalnya pas sebelahan sama kantor gitu, hehehe 🙂

    mel: heheh, iya,jadi bisa absen dulu terus pulang masak2 dengan nyante

    Suka

  13. Dan langsung dijadikan Header Image, wkwkwk XD XD Fotonya bagus kesannya kaya’ Claustrophilic gitu… keren 😀

    mel: bukan header image, tapi feature image, jadi kalau buka postingan itu, headernya ganti 😀

    Suka

  14. aku paling suka motret langit, apapun warnanya, selalu ada kesannya 🙂

    sukses ya buat kontesnya 🙂

    mel: iya, dan selalu suka foto2 langit hasil jepretannya kak elly 😉

    Suka

  15. kalau rumah di belakang kantor saya pasti cepet kaya mel.
    hemat ongkos, hemat uang jajan dan makan. gak perlu tergoda mampir di mal kalau pulang dari kantor *secara gak bisa lewatin Mal juga kan karena keluar dari pintu masuk kantor, eh, ketemunya pintu rumah*. hehehe.

    Sukses ya Mel untuk kontesnya. semoga menang:)

    mel: iya, alhamdulillah bisa dapat rumah dinas.. tapi uang jajannya ditabung buat pulang kampung mbak,, tiket pesawat mahal T.T

    Suka

  16. Ping balik: Para Peserta TASBIH 1433 H | thePOWER ofWORDS
  17. Hal mel 😉
    Langit.. cantik kalo lagi cerah. Apalagi kalo lagi sunrise ato sunset.
    Dan satu lagi, fotonya amelnya dominan awan yah 😉

    mel: hai angry,, iya, pas motret cuaca emang lagi berawan 😀

    Suka

  18. Nice… Enak dapat rumah dinas… .jarang staff bisa dapat rumah dinas… . Anda Beruntung… .Ane ga dapat rumah dinas nih… .

    mel: alhamdulillah, rumdin di baubau lumayan banyak… jadi pelaksana2 rantau pada kebagian

    Suka

  19. Waahhh enak yak klo rumah dinas deket gt.. klo rumah pribadi seh gak seru dekat kantor.. sering direpotin dan gak bs kabur2an.. hehehehe

    mel: hohoho, iya, lumayan penghematan

    Suka

  20. sure, Amel… langit dan hujan, saya suka keduanya. Dan, sering kali saya ajak anak-anak ke teras, “yuk, kita lihat hujan”…

    btw, itu bangunan khas, rumah-rumah di Sulawesi, berdinding dan beratap seng (meski tidak semua)… di siang hari panasnya bak masuk oven, kalau hujan berisiknya minta ampun… tapi, saya tetap merindukan suasana Sulawesi…

    Suka

Anda Komentar, Saya Senang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s