Dear Pahlawanku – Tetaplah jadi pahlawan!

Kepada diriku yang terkasih..

Dalam hidupku, aku banyak menemukan sosok pahlawan, yang telah menyelamatkan dan senantiasa kujadikan panutan. Bagiku semua orang adalah pahlawan, tidak hanya mereka yang gambarnya terpajang di RPUL dengan gelar pahlawan nasional. Bagiku semua orang adalah pahlawan: ibu, ayah, kakak, adik, teman seperjuangan, guru, bahkan sekedar tukang sapu jalanan, mereka adalah sosok pahlawan, dengan porsinya masing-masing, minimal bagi dirinya sendiri.

Duhai diriku, jika dibandingkan dengan ibu kita, kamu bukanlah apa-apa. Jika dibandingkan dengan para guru, kamu hanyalah murid yang nakal. Jika dibandingkan dengan para pejuang kemerdekaan, kamu hanya setitik manusia di dalam lautan nasionalisme. Apalagi jika dibandingkan dengan pahlawan sejuta umat, Rasulullah tercinta, bahkan bilangan mikroskopikpun tak mampu mewakilimu. Kamu begitu kecil dibandinkan yang lain, tapi hari ini aku memilih menyuratimu karena aku tidak ingin kamu berputus asa, menganggap diri bukan siapa-siapa lalu berhenti berjuang demi kehidupan yang lebih baik.

sumber: lifestyle.kompasiana.com

sumber: lifestyle.kompasiana.com

Kamu dan aku adalah satu kesatuan, tidak terpisahkan. Bukan sebuah pemujaan berlebih terhadap diri sendiri bila aku memberi gelar pahlawan padamu, yang notabene adalah diriku sendiri. Kamu pun pahlawan, mungkin belum bisa menginspirasi banyak orang, tapi tentu kamu telah banyak berjasa bagiku, bagi dirimu sendiri.

Saat aku bimbang, kamu meyakinkan. Saat aku takut, kamu memberanikan. Saat aku cemas, kamu melegakan. Saat aku kalut, kamu menenangkan. Saat aku marah, kamu menyabarkan. Saat aku sedih, kamu menggembirakan. Saat aku khilaf, kamu mengingatkan. Hai bagian lain dari diriku, kamu sering terlupa olehku karena terlalu terbiasa aku bersamamu, tapi sungguh kamu telah banyak berjasa bagiku, dirimu sendiri.

Duhai sudut pikiranku, tetaplah berpikir bijak, janganlah kamu terbawa arus massa ke jurang kebodohan. Berpikirlah! Bukan supaya kamu dianggap pintar, tapi dengan berpikirlah kamu mampu memerdekakan dirimu. Berpikirlah agar kamu dapat berkarya! Dan berkaryalah agar kamu bermanfaat bagi banyak kehidupan!

Mungkin orang lain yang kebetulan membaca surat ini sedang tersenyum ganjil, menyangkaku gila karena telah berdialog dengan diri sendiri. Tapi bukankah semua manusia begitu? Bukankah semua pasti pernah bicara pada dirinya sendiri? Hanya saja mungkin caraku lebih ekstrim, kalau tidak mau dibilang gila.

Kamu dan aku adalah satu kesatuan, tidak dapat diceraikan. Tetaplah kamu jadi pahlawan, bagi sebanyak mungkin orang yang kamu bisa bahagiakan. Tapi jika tidak bisa, itu tidak masalah, minimal jadilah pahlawan bagi dirimu sendiri, yaitu aku. Jangan pernah menyerah memperjuangkan kemerdekaanmu, kemerdekaanku, kemerdekaan kita! Jangan pernah menyerah melawan kejahatan dan memperjuangkan kebaikan! Berjuanglah! Karena sesungguhnya dengan berjuang kamu telah menang melawan sudut gelap dirimu, sudut gelap kita berdua.

Wahai aku di masa depan, jika kamu membaca surat ini lagi, sapalah aku lewat cermin besar di kamarmu! Berdialoglah lagi denganku! Ayo kita renungkan lagi apa yang telah kita lewatkan, apa yang telah kita lakukan! Bukan untuk menyesal, tapi untuk mengambil pelajaran. Bukankah untuk mengambil pelajaran lah kita hidup?

Wahai aku di masa yang akan datang, kuharap beberapa tahun lagi saat kau kebetulan menyentuh surat ini lagi, kamu sudah bisa mengembangkan sayapmu: tidak hanya menjadi pahlawan bagi dirimu sendiri, tapi juga bagi orang lain, bagi orang-orang yang menyayangimu.

Peluk dan cium untukmu, diriku sendiri. Bacalah surat ini lagi saat kamu merasa bukan siapa-siapa! Kamu pun adalah pahlawan, bagi dirimu sendiri, bagiku. Dan janganlah pernah menyerah kalah pada kehidupan! Karena kamu dan aku adalah satu kesatuan, jika kamu takluk akupun turut takluk.

β€œPostingan ini diikutsertakan dalam Kontes Dear Pahlawanku yang diselenggarakan oleh Lozz, Iyha dan Puteri”

34 pemikiran pada “Dear Pahlawanku – Tetaplah jadi pahlawan!

  1. Sebuah pikiran positif tentang diri sendiri, keren… Selamat hari pahlawan.. Semoga sukses dalam kontesnya πŸ™‚

    mel: hahaha, sedang iseng ini uda πŸ˜€

  2. huwaaa… konsepnya sama Meeeel, ga jd posting deh kalo begini mah qiqiqiqi…
    Gudlak ya Neng πŸ˜‰

    mel. beneran teh? ih kok bisa ya? -.-a hihihi, kita sehati nih kayaknya teh.. yah tapi yah, masak teh orin ga jadi posting sih?

  3. Selamat hari pahlawan.. πŸ˜€
    semoga menang lombanya ya. πŸ˜€

    mel. makasih, πŸ˜€ buat saya kalah menang itu biasa yang penting meramaikan πŸ˜€

  4. Waaah, keren Mel!!! Kirain tadi monolog lagi atau ngomong sama siapaaaa gitu. Hihi
    Semoga sukseessss πŸ™‚

    mel: makasih bang.. sukses juga buat abang πŸ˜€

  5. Suratnya keren mel..
    ternyata kita juga bisa jadi Pahlawan buat diri sendiri..

    sukses ya mell..

    mel: makasih teh 😳

  6. keren banget, keren keren
    Pahlawan itu ternyata ada pada diri masing-masing orang
    Lha kok saingannya begini ya … waduh …

    mel: makasih mas.. πŸ˜€

  7. amazing….Amel ! katenye Renes Descartes seorang filosof, “saya ada karena saya berfikir”….bhasa kerennya, “cogito ergo sum”…..
    sukses ya ngontesnya….!

    mel: makasih mas πŸ˜€

  8. keren banget tulisan ini, Mel πŸ™‚
    perenungan ttg kebaikan dan kekurangan diri, namun tak pernah patah semangat utk selalu bersikap dan berfikir positif …………

    kayaknya ini bakal jadi juaranya nih πŸ™‚

    good luck ya Mel …. πŸ™‚
    salam

    mel: ah, makasih ya bunda πŸ˜€

  9. ahh.. saya terlalu takut untuk menganggap diri saya adalah seorang pahlawan..
    saya masih terlalu hina..
    biarlah orang yang menilai apa diri saya…
    jiaahhhh…
    hehehehe…
    sukses yah mel untuk kontesnya..

    mel: setidaknya kita adalah pahlawan bagi diri sendiri mas. πŸ˜€ makasih

  10. yups.. kitalah pahlawan itu..! #loh kok kayak judul postingku? πŸ™‚

    matur nuwun ya Mel dah berpartisipasi.. Sebagai orang Jember jujur saja saya salut dengan kamu, karena masih mau berkarya di manapun kamu berada.. semoga bisa menjadi contoh arek-arek Jember lainnya ya…

    Sukses πŸ˜‰

    mel: makasih mas πŸ˜€ salam buat alun2 jember #eh

  11. good luck buat kontesnya!! πŸ˜€

    Keren nih formatnya, berbicara pada diri sendiri πŸ™‚ Dan memang benar sih, semua harus dimulai dari diri sendiri dulu, baru kemudian kita berusaha “menolong”/merengkuh orang lain πŸ™‚

    mel: hehehe,, makasih mas

  12. wah makasih dah ikutan ya mel..ini keren sudut hatiku dan pikiran kita yang menjadi pahlawan.keren mel

    mel: makasih juga udah ngadain kontes yang menginspirasi mbk pu πŸ˜€

  13. Selamat hari pahlawan,, semoga kita semua ke depannya benar-benar bisa menjadi pahlawan bagi diri kita sendiri, bagi keluarga, dan bagi masyarakat sepenuhnya. Sukses selalu mbak πŸ˜€

    mel: amin, amin ya robbal alamin πŸ˜€

  14. Jadi teringat novel the host deh yg suka ngomong sm diri sendiri.. hehehe

    mel: heheh, the host itu punya tante stephani yang setebel bantal bukan?

  15. Keren juga idenya… membuat surat bagi diri sendiri.
    Semoga saja surat ini kelak akan sangat bermanfaat saat dirimu butuh penguatan, butuh keyakinan, butuh semangat…

    Dan, semoga kelak dirimu jadi pahlawan, bukan saja bagi dirimu sendiri tapi juga bagi orang lain… seperti yang kau harapkan. Amin.

    mel: amin.. makasih doanya πŸ˜€

  16. weheeeeeeeee, ini baru tulisan Amel..harusnya gini ending sih Den dan Dimi dulu, hahahaha (masih nggak rela dengan ending versi kamu).. :p

    sukses suratnya mel, dhe sukaaaaaaaaaaaaaaaa BANGET.. terus berkarya yaa nona bau bau..

    mel: ah Dhe, mel jadi malu nih *tersipu*

  17. Hahaha … baru sekali ini baca surat utk diri sendiri .. yg terkasih lagi .. wkwkwk
    eniwey, se7 banget pahlawan ada dalam hati masing-masing yg kita sendiri yg merasakan … πŸ˜›

    mel; narsis dikit ga papa lah ya mas

  18. sebuah instropeksi yang dikemas dengan cara kreatif..

    menginspirasi.. πŸ™‚

    -artikel sedang dinilai-

    mel: deg2an nunggu pengumuman, hehehe

  19. Bener. Riset membuktikan inner talk, percakapan dengan diri yang positif berdampak positif pada kesehatan. Keren postingnya. Mencerahkan!

    mel: *brb cari kaca, dialog dengan diri sendiri lagi*

Anda Komentar, Saya Senang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s