Bahagia itu sederhana

Berbekal dari komen teman senasib saya di Bukittinggi, Rizki Wulandari, saya jadi terinspirasi untuk menulis tentang kesederhanaan rasa bahagia.

Ya. Bahagia itu sederhana. Terkadang dari hal-hal kecil yang begitu sepele, kita bisa menemukan sebuah kebahagiaan besar yang tidak tergantikan. Kamu pernah merasakannya juga? Saya sering. Yang kita butuhkan hanyalah lebih “melek” dalam memandang kehidupan. Kalau kita jeli, banyak sekali hal yang dapat kita syukuri, yang dapat membuat kita bahagia. Sesungguhnya hidup itu sederhana bung! Kita saja yang terlalu ribet memikirkannya. Baca lebih lanjut

Masih Sekedar Tulisan Ringan

Banyak banget konsep tulisan yang terkatung-katung di kepala, tapi seperti biasa malas mencurahkannya ke baris-baris huruf. Rencananya mau posting cerita bersambung baru, tapi lupa belum mindahin draftnya, hehehe..

Jadi ya, berhubung udah ada beberapa yang protes gara-gara kelamaan nih tulisan 11 nangkring di daftar teratas saya apdet yang ringan2 lagi aja deh. Yuk mari dimulai:

  1. Weekend kemarin berbunga-bunga. Kenapa? Akhirnya bisa ngobrol ceria lewat telepon sama om genit. Sebelum-sebelumnya karena sama-sama  sibuk dan capek, jadinya telepon-teleponannya biasanya kalau ga ngeluh, curhat galau, ya ditinggal tidur. Tapi kemarin kami bisa ngobrol banyaaaaaaak banget, dan menyenangkan. Dari yang serius macam yeah, something you know lah, sampe hal-hal simpel sederhana tentang seandainya saya ada kesempatan ke Jakarta (baca: diklat). Kalau saya ke Jakarta, dia janji bakal motoin saya pake kamera barunya, bakal ngajak jalan2 pake motor barunya + nganterin saya kalau nanti mau kopdaran, dan sebagainya dan sebagainya. Baca lebih lanjut

11 dikali 2 sama dengan 22

Jujur, sebenarnya masih males ngerjain PR Sebelasan ini, soalnya banyak banget je. Awalnya saya dapat dari Mbak Re, terus kemarin dapet lagi dari Ning. Akhirnya saya kerjain juga, sebelum dapat PR dari yang lainnya lagi bisa-bisa tiba2 soalnya udah jadi 121 *bergidik*…

Oke, Tugas pertama 11 hal mengenai saya Baca lebih lanjut

Hari ini bicara yang ringan dulu yaa..

Alhamdulillah, Giveaway Suka-suka Dunia Pagi berakhir bisa dibilang dengan sukses. Sekarang peernya tinggal kirim-kirim Giveawaynya ke alamat para pemenang, bagian yang walau tentu menguras kantong tapi menyenangkan banget, dan semoga semua pihak puas ya dengan Giveaway ini. Ya kalau ada yang salah atau pun kurang sreg di hati, mohon dimaafkan.

anak siapa ini?

anak siapa ini?

Hem, sebenarnya saya masih ada PR Blogger dari mbak Re, tapi masih males ngerjainnya, semoga sebelum bulan 11 berakhir saya sudah menyelesaikannya, biar pas dengan soalnya yang 11 itu.

Hari ini saya mau bicara hal-hal ringan saja, curhat lah kurang lebih. Lagi pingin nyantai kayak di pantai. Sebenarnya sebagian ingin saya posting beberapa hari lalu, cuma tabrakan dengan jadwal pengumuman pemenang GA. *tariknafasdalam2* Baca lebih lanjut

Pemenang Kategori 1 GA Suka-suka

Nah, ini nih, yang paling berat nentuin pemenangnya. Kali ini ga ada undi-undian lagi, jadi ngejurinya beneran harus pake bertapa. Kalau dua kategori lainnya sudah keluar juaranya di hari sabtu, kategori 1 ini, sampe postingan ini diketik, masih berkecamuk kegalauan di hati #eaaa.

Ada 12 peserta, dan seru rasanya baca ending cerita yang beda-beda, dan harus saya akuin, beberapa cerita emang jauuuh banget lebih bagus dari punya saya sendiri. Kategori 1 ini bisa dibilang juga nyawanya Giveaway Suka-suka, makanya saya udah sok-sokan kayak juri berpengalaman nih nilainya, hihihi.

Yang saya nilai itu antara lain:

  • Gaya penceritaan. Tiap orang punya gaya bertutur beda-beda, ini terlihat dari 12 peserta, ada yang udah luwes tanda udah biasa mendongeng, ada yang masih agak kaku karena mungkin tidak biasa menulis fiksi.
  • Gaya bicara tokoh. Berhubung karakter-karakter utamanya adalah hasil rekaan saya, jadi ya saya agak subjektif, saya sesuaikan sifat masing-masing tokoh dengan 13 episode sebelumnya, ya yang paling kelihatan sih dari gaya bicaranya. Makanya agak aneh waktu karakter utama yang biasa aku-kamu jadi saya-anda atau gue-eloh end #eh.
  • Kesesuaian dengan cerita-cerita sebelumnya, nah ini saya harus lebih jeli dan jadi agak pemilih. Demi mengeluarkan 3 besar, saya harus tega mengurangi poin karena hal-hal remeh misal: padinya Dimi itu harusnya 2 bulan, terus temen sekelasnya rindang itu namanya Faridh, dan sebagainya, dan sebagainya. Jadi maap ya. Baca lebih lanjut