Jangan Biarkan Bumi Menangis

Sebelum nulis panjang lebar, mari kita simak lagu ini dulu yaaa.

Homogenic – Weeping Mother Earth

Itu lagu dari salah satu band Indie Indonesia, Homogenic namanya. Judul lagu itu sendiri Weeping Mother Earth (Ibu bumi menangis), liriknya sendiri kurang lebih begini:

What if the air is hard to breathe (Bagaimana jika udara sulit bernafas)
Can you stand without it (Bisakah kamu berdiri tanpanya?)
What if the world is stop turning (Bagaimana jika dunia ini berhenti berputar)
Where will you gonna live (Di mana Anda akan tinggal)

Reff :
Stop make me dying fast (Berhentilah membuatku cepat sekarat)
I Still want to living life (Aku Masih ingin hidup)
To See the sun, see the moon, breath the air (Untuk melihat matahari, melihat bulan, bernafas di udara)

Please care for the green trees (tolong rawat pohon-pohon hijau)
And all the life inside it (Dan segala kehidupan di dalamnya)
Then I’ll treat you (well) (Lalu aku akan memperlakukanmu dengan baik)
I’ll give you better life (Aku akan memberikan kehidupan yang lebih baik)

What if the sky is not again… blue  (Bagaimana jika langit tidak biru lagi …)
What if the stars is disappear too (Bagaimana jika bintang-bintang juga menghilang)
Don’t you gonna miss it? (Tidakkah kamu akan merindukannya)

Lagu itu sangat mel sukai, selain karena musiknya yang adem, maknanya juga dalem. Membawa pesan penting buat kita para manusia untuk tetap menjaga lingkungan kita, merawat ibu bumi yang sudah memberi kita tempat tinggal.

Mel juga berharap agar dek Razan dan dek Farhan nantinya bakal jadi orang yang peduli sama lingkungan, karena kalau kita tidak merawatnya baik-baik, Tuhan bakal marah dan kita sendiri yang akan merasakan akibatnya.

Banjir terjadi karena pohon-pohon ditebang sembarangan, sampah-sampah dibuang sembarangan. Kalau musim hujan jadinya kita kekeringan, buat mandi aja susah. Belum lagi penyakit-penyakit yang bermunculan karena polusi dan pencemaran. Tapi mel yakin, baik dek Razan maupun dek Farhan adalah anak-anak yang baik dan cinta lingkungan, dan semoga dek Razan dan dek Farhan bisa mempertahankan sifat itu, lebih baik lagi kalau ikut mengingatkan teman-teman untuk menjaga lingkungan, ah pasti bakal lebih menyenangkan.

Kalau bumi bersih, udara sejuk, kita juga kan yang senang? Kalau bukan kita yang merawat ibu bumi, siapa lagi?

Selamat ulang tahun buat Dek Razan dan Dek Farhan. Terus cintai lingkungan ya dek, biar bumi kita tetap sehat dan nanti kalau adek berdua udah besar, bumi tetap nyaman untuk dihuni 😀

Tulisan ini diikutsertakan dalam kontes Bingkisan dari Kami  di blog mbak Kettyhusnia

14 pemikiran pada “Jangan Biarkan Bumi Menangis

  1. Huwaaa…jadi inget blm mosting Bingkisan dari Kami ini Mel huhuhuu…
    etapi…lagunya emang keren ya, mantabh

    Mel; ayo teh.. cepet posting

  2. setidaknya kita pun membantu walau sekedar mengusap air mata si bumi tua. ah, bumi kupeluk kau walau tak sampai. 🙂

    Mel: Iyaaa.. 😀

  3. Mari kita masing2 memulai menjaga bumi dari hal yang paling kecil, di sekitar kita. 😥

    Mel: Yup, mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang kecil, mulai dari sekarang 😀

  4. sengaja menyimpang dari postingan.. rumah baru yaaaaa mel?? hahahahahaah, kok dhe serasa bukan maen ke pagi2buta yaaaa.. template nya bukan Amel banget.. 😛

    Mel: lagi coba2 ganti cat rumah.. dari kemarin entah berapa tema yang sudah di coba 😀

  5. semoga sukses di kontes ini ya Mel

    memang benar, kita harus menjaga kelangsungan hidup bumi, paling tidak mulai dari siri sendiri, dgn menjaga lingkungan yg asri , misalnya menanam pohon, hemat air, dll , begitu khan Mel ? 🙂
    salam

    Mel: Iya Bund.. biar anak cucu kita nanti juga kebagian hunian yang nyaman :D.. makasih ya BUnda 🙂

  6. Film “The Day After Tomorrow” adalah gambaran akan masa depan apabila kita tak menjaga dan merawat bumi,nice post

    Mel: iyaaa.. sebenarnya banyak udah film yang menggambarkan dampak lingkungan.. tapi manusianya masih tetep aja ga sadar

Anda Komentar, Saya Senang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s