Episode Tiga Belas: Lepaskan saja

Rindang memejamkan mata, berusaha menenangkan nafasnya yang memburu sehabis berolahraga. Dibetulkannya letak kuncirnya lalu berhitung satu sampai sepuluh sebelum akhirnya memutuskan keluar dari toilet.

Rindang memungut selebaran yang dia temukan di depan pintu toilet, penasaran membacanya sambil terus berjalan menuju kelasnya. Sampai akhirnya di persimpangan koridor, dia terlambat memilih jalan memutar, terlanjur melewati kelas Denova. Usai membaca selebaran itu, Rindang baru menyadari bahwa kini dia telah di depan kelas Denova, dan kini Denova berjalan ke arahnya

Biasanya Rindang selalu menghindari tempat-tempat di mana Den biasa berada, kalaupun melihat Den di kejauhan, dia selalu memilih jalan lain. Lebih baik dia berputar daripada harus bertemud Denova. Namun sekarang, dia terlambat, Denova sudah ada di depannya sambil membawa sekardus alat peraga.

Mereka berdua mematung, saling menatap dengan canggung. Jangankan berbicara, sejak kejadian tiga minggu lalu mereka baru bertatap muka kali ini. Baca lebih lanjut

Tentang Den dan Dimi

Oke.. bukannya saya lupa sama proyek saya yang ini.. inget kok,, malah tiap kali ngeblog kepikiran buat ngelanjutin, cuma penyakit M (baca:males) beneran lagi menyerang saya. Entah lah, mungkin sayanya ikutan patah hati saat nulis kisah Den dan Dimi + Rindang dan mas Bagas. Hahaha.. Nulis-nulis sendiri, ga suka sama ceritanya sendiri. Entah apa yang sedang melintas di pikiran saya waktu menulis 3 episode terakhir sampe bikin semuanya patah berderak-derak begitu, sampe ikutan sedih sama nasib para tokoh rekaan saya sendiri.

Dan menurut saya.. episode terakhir itu sebenarnya bisa-bisa aja dibikin ending, biarkan semuanya gantung. Cuma ya salah saya ya, saya kurang tegas. Begitu banyak yang nanyain kelanjutan nasib Den da Dimi, baik lewat komen di blog maupun facebook, saya jadi kepikiran lagi… hohoho.. Ngerasa bersalah sekaligus terharu, ga nyangka ternyata ada yang nunggu-nunggu kelanjutan proyek ga jelas ini #ditamparduit. hehehe.

Sebenarnya saya nunggu mood yang pas aja sih,, jangan sampe saya ikutan patah hati gara-gara cerita yang saya tulis sendiri #ngeles.. Soalnya beberapa hari ini, jujur, saya agak kurang pede sama tulisan-tulisan saya yang makin galau tiap harinya.. Makanya emang sengaja, nunggu ada yang nanyain kelanjutan ceritanya.. Dan pas nicil, dilanjut Dhenok, lalu Ilham nanyain nasibnya Den dan Dimi, terus ada mbak Intan yang ngaku-ngaku fansnya Den dan Dimi. Ditambah lagi Alivy yang udah rajin nanyain di facebook.. Saya, mau ga mau harus mengumpulkan semangat menulis lagi.. Semangat!!! Baca lebih lanjut