Book Review: 2

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Udah lama ga ikutan kontes, sekarang coba-coba peruntungan lagi lewat kontes Book Reviewnya Pakdhe Cholik. Awalnya sih mau review Langkah Mudah Meraup Dollar Lewat Internet pemberian Pakdhe kapan hari, sapa tahu dapat nilai tambah. Sayangnya saya baru seperempat jalan baca buku itu, selain itu saya juga kurang pinter ngereview buku nonfiksi, ya sudahlah saya putuskan untuk mereview buku yang lagi saya baca. Berikut ini bukunya:

2 Donny Dhirgantoro

 

Judul: 2

Pengarang:  Donny Dhirgantoro

Penerbit: Grasindo

Jumlah Halaman: 418 halaman

Harga: Rp60.000,00

Bagi yang udah pernah baca novel 5 cm pastinya udah tahu siapa Donny Dhirgantoro. Yak, 5 cm adalah novel pertama Bung Donny, dan sesuai dengan judulnya, novel 2 ini adalah karya keduanya. Kalau di novel 5 cm saya merasa gaya penulisannya agak monoton, di novelnya kali ini Donny Dhirgantoro lebih luwes dalam bercerita.

Bila dilihat dari covernya yang bernuansa merah putih, bisa ditebak bahwa novel ini tak jauh-jauh menceritakan tentang nasionalisme. Ya, memang. Di sela-sela cerita tentang keharmonisan sebuah keluarga, masa kecil penuh kenangan, romantisme cinta masa remaja, dan kegigihan perjuangan seorang anak manusia untuk terus hidup, terselip sebuah semangat dan kecintaan pada tanah air yang membuat pembacanya merasakan semangat juang yang sama untuk membanggakan Indonesia.

Novel ini dibuka dengan kisah kelahiran Gusni, sang tokoh utama, yang membuat keluarga maupun para suster dan dokter di rumah sakit tercengang karena ukurannya yang jumbo. Pembukaan yang benar-benar ciamik menurut saya, berhasil membuat saya ikut merasakan ketegangan Papa saat menanti kelahiran anak keduanya,  sekaligus tertawa-tawa membayangkan kejadian-kejadian kocak yang diselipkan sang penulis dengan cantiknya di bab pertama. Sepulangnya dari rumah sakit, kehadiran Gusni tidak disambut baik oleh Gita, kakaknya. Gita merasa Gusni merebut perhatian dan kasih sayang Papa dan Mama padanya. Untungnya Papa berhasil meyakinkan Gita bahwa mereka berdua adalah anak kesayangan Papa dan Mama. Saya rasa para orang tua perlu juga belajar dari Papa bagaimana mengatasi kecemburuan anak pertama. -Lanjut baca>