EPISODE DUA BELAS: Kepingan-kepingan

Rindang berlari ke kamarnya, mengunci pintu dan tidak mempedulikan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan Mamanya. Kali ini dia benar-benar membenci Denova, hatinya benar-benar telah patah, hancur berkeping-keping.

Kalap Rindang mempreteli boneka beruang hadiah ulang tahun kelimabelasnya, dari Denova. Belum puas dia melanjutkan dengan menggunting-gunting foto Denova yang tersimpan di album foto berwarna pink. Rindang ingin melupakan Denova. Selamanya.

Foto terakhir, foto mereka berdua saat liburan ke Dufan bulan lalu yang terpajang cantik di atas tempat tidur Rindang. Rindang menatapnya nanar, dan tiba-tiba saja tangisnya kembali tumpah.

Kenapa Kak Den tega? Kenapa dia tega?

Di tengah guntingan foto-foto mereka berdua, Rindang menangis tersedu-sedu. Cinta pertamanya telah mematahkan hatinya, dan rasanya sakit sekali.

—=—

Dimi memeluk erat gulingnya, menggigit ujung spreinya. Kebiasaannya jika sedang sedih. Tak dipedulikannya tumpukan barang yang harusnya segera dipacking. Moodnya sedang sangat buruk hari itu.

Dia tahu kalau Denova menyukainya, bahkan sejak empat tahun lalu. Karena dia sendirilah yang membuat Denova menyukainya. Sok misterius, sok cuek. Ya, Dimi sendiri yang merencanakan semua ini. Membuat Denova penasaran setengah mati pada dirinya.

Awalnya hanya sekedar main-main, melupakan patah hatinya waktu itu. Awalnya Denova memang hanyalah sekedar pelarian dari Mas Bagas. Tapi ternyata semuanya berjalan di luar rencana. Dimi terjebak dalam permainan yang dia ciptakan sendiri. Waktu Mas Bagas berkunjung beberapa hari lalu, Dimi sadar saat itu Mas Bagas sudah jatuh cinta padanya. Sayangnya kini Dimi sudah tidak ada perasaan apa-apa terhadap Mas Bagas, Den telah sukses mengalihkan perhatiannya. Dimi jatuh cinta pada Denova, pemuda aneh yang dikenalnya empat tahun silam di sebuah halte bis.” />

Ingatan Dimi kembali ke kejadian tadi sore. Dia sungguh merasa bersalah pada pacar Den. Dia sungguh tidak mengira bahwa Denova sudah punya pacar, gadis itu tak pernah hadir dalam percakapan mereka.

Ah, cewek itu pasti membenciku setengah mati.

Dimi benar-benar tidak bermaksud merebut pacar orang, dia sama sekali tidak tahu. Semua ini benar-benar berjalan di luar rencananya.

Dan cowok bodoh itu kenapa harus bilang suka padaku di depan pacarnya. Membuatku jadi tokoh antagonis dalam hubungan mereka. Sekarang tentu saja aku tidak bisa mengakui bahwa aku juga menyukainya, hanya untuk membuktikan bahwa aku tidak bermaksud merebut pacar orang.

Dimi memeluk gulingnya lebih erat. Dadanya terasa sesak. Perasaan sakit itu kembali dirasakannya, hatinya patah lagi.

—=—

Den benar-benar merasa bersalah pada Bang Dam, sekali lagi dia telah menghancurkan hari penting Abangnya itu. Tapi dia lebih merasa bersalah pada Rindang, pacarnya, atau mungkin lebih tepatnya mantan pacarnya.

Rindang pasti sangat membenciku.

Dia menyukai Rindang, tapi sekedar suka, hanya sebatas suka. Den memandang lukisan cenderawasih pemberian Dimi. Dia pun menyukai gadis itu, sangat suka, terlalu suka. Den benar-benar bingung, tidak tahu harus berbuat apa lagi. Dia sendiri tidak mengerti atas tindakannya tadi sore, kenapa dia bisa sebodoh itu. Semuanya itu begitu spontan, kata-kata itu seolah keluar tanpa permisi pada otaknya dulu.

Bodohnya aku. Dan sekarang aku kehilangan keduanya.

Harapkan burung terbang tinggi, punai di tangan dilepaskan.

—=—

Damian bercerita pada Ainin. Ainin bercerita pada Bagas. Dan kini Bagas yang patah hatinya belum sembuh kembali mendapatkan pencerahan. Masih ada jalan buatnya, masih ada kesempatan, tapi tidak tahu apa yang harus dilakukannya.

Dimi memang bilang bahwa dirinya sudah bagai seorang kakak, tapi itu karena dia menyukai Den. Dan sekarang Dimi tahu bahwa ternyata Denova sudah punya pacar, tentu dia patah hati. Dan Romi,teman kuliahnya, dulu pernah bilang, momen paling pas untuk menaklukkan hati seorang perempuan adalah saat dia patah hati.

Aku harus menelpon Romi.

—=—

Damian menghembuskan nafas panjang, dia gagal membujuk Den untuk ikut makan. Harusnya dia memang marah karena lagi-lagi adik bungsunya itu menghancurkan acara pentingnya. Suasana di meja makan jadi sedikit aneh gara-gara cinta segitiga Rindang-Den-Dimi. Tapi rasa kasihannya lebih besar dari kemarahannya. Waktu mengantar Dimi pulang, dia berpesan pada Damian untuk merahasiakan lokasi penelitian mereka. Gadis itu benar-benar tidak mau bertemu lagi dengan Den.

Bodoh sekali anak itu. Harusnya kalau mau ngeduain cewek dia tanya dulu caranya padaku.

—=—

Ainin menggeleng-gelengkan kepala, mau tidak mau dia menggantikan tugas Dimi untuk mengecek barang-barang yang akan dibawa, menghubungi pihak ISPB, memastikan keberangkatan mereka tidak ada halangan. Semua tugas Dimi sebagai ketua penelitian terpaksa dia ambil alih. Dimi sendiri tidak mau keluar kamar dari kemarin.

Begini susahnya bekerja dengan bocah kemarin sore. Kejeniusannya memang tidak diragukan, tapi tetap saja masih bocah.

Diliriknya list pekerjaan yang masih menunggu diselesaikan. Masih banyak yang harus dilakukan.

Yah. Memang begitulah remaja, aku juga pernah mengalaminya.

42 pemikiran pada “EPISODE DUA BELAS: Kepingan-kepingan

  1. Mel : seru – seruuuuuu …. makin menarik dan sulit ditebak alurnya …. πŸ˜‰
    penulis sukses mengaduk-aduk hati pembaca …. πŸ˜†

    eniwey … adakah rasa galau akan berlanjut dlm episode 13 … entahlah, asal bukan celaka 13 πŸ˜›

    Mel: heheh, makasih.. ini juga bingung mau dibikin gimana yang 13,,. any idea?

  2. Haha… aku ikut2an jadi berkeping-keping nih, Mel πŸ˜€
    Gimana kelanjutannya ya? Padahal sudah saling suka πŸ˜€

    Mel: aduh,, jangan berkeping-keping juga dong mbak… direkat lagi ya *sodorinalteco*

  3. Menggalau… Hehehe…

    Sayang, Ning belum sempet baca baek2 episode1 dst…
    Coba Ning back to dulu ahhh… πŸ™‚
    G pp ya, Mel???

    Sukses yaa buat cerpennya…

    Mel: Gapapa dong, hehehe.. ini juga proyek iseng2 kok..

  4. udah episode 12?,saya baru aja jadi pengunjung…selalu telat kalo ada cerbung2 gini

    Mel: Haha iya,, ga ada kata terlambat kok mas.. hehehe

  5. Waahhhh … kalau gitu saya harus menelpon Romi … truzz … Rindang-Den-Dimi … kok mau di *segitiga-in … kalau saya sih hobby *pasang 3* … hahahaha … 1 aja mumet … apalagi 2 or 3 … gak kuku deh … yuhuiii .. πŸ˜€

    mel, menarik sangat dehh … ditunggu *keputusanmu*… duhai sutradara … πŸ˜›

    Mel: Aduh,, kelakuan Den jangan dicontoh mas.. ini makin bingung juga saya bikin lanjutannya.. hehehe,, apa dibunuh semua aja ya? #kumat

    • Mel … bunuh-membunuh? siuapa yg mau di gitukan … jangannnn … jangan ragu2 … yuhiii ..sutradara mulai *putus asa* … kegalauan akan meraja lela? … πŸ˜‰

      Mel: Hahahahha *gayapahlawanbertopeng*

      • Yuhuiiiii … πŸ˜‰
        Mel, mo nanya neh (boleh gak boleh, lanjuttt aja…) – *kalau mau ngeduain cewek ..gimana caranya…??!!
        jawab yg jitu ya … kalau *kiatmu gak memuaskan saya mau nanya ama *pahlawanbertopeng* aja … hahahaha … πŸ˜†

        Mel: Whaat?? Omman mau ngeduain cewek? ckckck, *geleng2* dasar anak muda jaman sekarang,..
        Yang penting sih jangan sampe ketahuan, siap2 anggaran dobel karena cewek yang mesti dibayarin makan ada dua, dan siap2 ribet ngurusin kemauannya 2 cewek.. πŸ˜›

        • hahaha … bukan ituuu? 😦
          soal ‘anggaran dobel n ribet ngurusin 2 cewek…. itu mah resikoo … πŸ˜€
          tapi … gimana sikon (situasi & kondisi) *hati dan rasa* para cew itu? adakah ‘radar lain yg meng-cut tabir rhs si cow? …. hihihi … :P..

          Mel: biasanya sih lambat laun ceweknya ngerasa lah kalau diduain, dan cewek mana sih yang mau dimadu #eaaa .. masalah waktu, ya tergantung keahlian cowoknya.. Emang Omman niat mau poligami nih? ckckckck *geleng2*

  6. sepertinya untuk beberapa episode kedepan, bakal ada kisah2 sedih dan pilu Mel.. eh Mel, yang gigit ujung sprei itu berdasarkan pengalaman pribadi yaa?? hahahahahaha

    Mel: Aaaah Dhe, jangan buka rahasia di depan umum dong.. πŸ˜›

  7. aduuh… makin sliweran ya…. jadi segi berapa ini Mel…
    pembaca makin penasaran..

    Mel: hehehe… saya juga penasaran lo :mrgreen:

  8. Saleum,
    Cerita yang bagus, kisah cinta ya mbak….???
    sekali kali post kan cerita silat pula ya πŸ™‚
    saleum dmilano

    Mel: Cerita silat lidah gimana mas? heheh

    • saya paling males kalau silat lidah mbak mel, hehehe….
      karena saya suka ama cerita silat, makanya saya kasih saran aja… πŸ™‚

      Mel: saya juga suka cerita silat mas.. tapi ga bisa nulisnya.. hehhee

  9. Ceritanya bagus banget lhoo..
    penuh konflik..

    btw backround templatemu bikin sy ngiler πŸ˜€

    #salam kenal sis ^^

    Mel: Hehehe, makasih :D.. salam kenal juga, makasih dah mampir πŸ™‚

  10. aduhhhhhhhhh……. hatiku ikut hancurrrrrrrrrrrrrrrr…………….. arrgggghhhhhhhhh……………. ^^sambil sobek2 kertas, ambil korek, bakar!!! lho????!!!

    Mel: didaur ulang aja kertasnya mbak.. heheh

  11. Lanjooootttt…! musti nunggu berapa hari ni buat kisah selanjutnya? πŸ˜€

    Mel: ga bisa janji, hehhe awal bulan biasanya banyak kerjaan soalnya πŸ˜›

  12. Sebuah kisah menarik seperti sebaiknya dibukukan. sekarang kan sedang musim membuat dan mencetak buku nduk.

    Maju terus dan tingkatkan menulisnya.
    jangan lupa ikut kontes menulis book nreview lho ya
    salam hangat dari Surabaya

    Mel: pinginnya sih begitu Pak Dhe,.. tapi nanti dulu lah,, masih belajar nulis dulu.. πŸ˜€ insyaAllah ikutan Dhe πŸ™‚

  13. Ada cerpen lagi disini? sek-sek harus bacanya dari awal dulu nih karena tokohnya bayak jadi bingung si ini siapa – si itu siapa, si ini pacar siapa suka sama siapa.. ah ribet deh.. pokoknya harus baca dari awal dulu deh..

    Mel: ahhaha,. semangat mbak!! #eh

  14. si cantik sutradara sedang mengutak-ngatik episode XIII … πŸ˜€
    sabar ya teman’s … xixixixi … πŸ˜›

    Mel: Mengutak-ngatik laporan bulanan baru bener mas.. hhihiih

  15. 22:14
    satu part lagi….ntar tinggal dipikirin endingnya,ihiyyy.
    btw….TYPO ALERT!!!

    Membuatku jadi tokoh antagonis [dalan] hubungan mereka.

    πŸ˜€

    Mel: *buru-buru perbaiki*

  16. mulai bingung muncul nama ainin dan romi? klo ainin itu yang wawancara demian yah.. klo romi siapa? heu..

    Mel: Romi itu cuma cameo.. ga muncul lagi

Anda Komentar, Saya Senang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s