Monolog Sunyi

#1

Isi otakmu itu rumit, tidak beraturan, semuanya tumpang tindih berantakan

Bagaimana bisa kamu mengharapkanku mengerti semuanya kalau kamu tidak memanduku?

Bisa-bisa aku hilang di sana, tersesat dalam lorong-lorong sunyi pikiranmu.

Dan sungguh tega kalau kamu membiarkanku hanya menebak-nebak tanpa mengizinkanku mengintip isi otakmu,

Kau pikir aku paranormal yang bisa baca pikiran orang?

Kalau aku paranormal tidak perlu lagi kubuat surat kaleng ini untukmu.

Buatkan aku peta pikiranmu, atau pasang rambu-rambu yang jelas di sana agar aku tidak tersesat

Atau ajari aku dulu caranya membaca pikiranmu, baru kau boleh memilih diam.

 

#2

Dibalik kemeriap bilik-bilik waktu itu,, masih adakah aku?

Masihkah aku muncul tiap kau memandang cermin retak itu?

Masihkah aku hadir tiap kali kau dengar denting gelas itu?

Masihkah kau ingat tiap kau jatuh aku pun merasa sakitnya?

Kalau kau luka, aku pun luka

Tapi entah apakah begitu juga sebaliknya,

Apakah?

 

Iklan

20 pemikiran pada “Monolog Sunyi

  1. Hmm.. curhatan mbak? 🙂 sampaikan saja pada si “dia” langsung, siapa tahu lebih ampuh :mrgreen:

    Ah, dan saya merasa ‘kerumitan pikiran si dia’ yang mbak tulis di atas… lebih berlaku untuk perempuan. Kalau cowok, sepertinya pikirannya lebih simple mbak. Tanya aja langsung, pasti dijawab 😛 #pengalaman #eaa

    Hehe, jadi nyampah gini. Tetap semangat mbak, cheers! :mrgreen:

    Mel: lagi maen kata mas.. lagi bosen soalnya hehhe

    Suka

  2. Mel, bukan … bukan semua itu … haqqul yaqin 😉
    mungkinkah kau sedang ’emosi dampak erosi? atau sedang mempreteli definisi ….?
    entah iya entah tidak entahlah … 😀

    Mel: kesepian selalu membuat galau mas, kegalauan selalu membuat saya berimajinasi berlebihan.. *efek nungguin bank persepsi sampe malem*

    Suka

    • Namun saya berharap situasi dan kondisimu tetap stabil dan kondusif serta terarah – hohoho … *sok tua.com … 😉

      eniwey … yg pasti isi otakku belumlah rumit-rumit amat, ritmenya masih teratur dan moga-moga dijauhkan-Nya dari situasi dan kondisi yang tumpang tindih apalagi berantakan. Amin! … 😀

      Mel: hahahha.. Amiin.. ditata yang rapi ya mas isinya.. hehehe, biar ga berantakan 😛

      Suka

  3. ktnya Rene Descartes, “cogito ergo sum”….”aku berfikir mk aku ada”….
    jd intinya….berimajinasilah dng apa yg anda fikirkan……!
    pusing ya…..sma nich…..hehehe….
    tetap semangat……nice post..!

    Mel: Iyaa,, makasih 😀

    Suka

  4. Kamu salah,,,
    Yang kamu lihat adalah semangkuk mie ayam
    otakku sudah lurus berbentuk persegi
    Dan aku memilih diam karena aku adalah angin.

    Salam.

    Mel: aah, jadi pingin mie ayam,, mana barusan habis bahas mie ayam pula sama temen kantor.
    Salam balik 😀

    Suka

  5. jaman dulu waktu mula kerja seperti kamu Mel, jauh dari ortu da pacar…, nyari sibuk sendiri aja …hasilnya jadi kristik atau pindah2 main ke rumah teman he..he…
    mudah2an masa itu segera bisa kamu lewati ya

    Mel: Iya mbak.. Mudah-mudahan 😀

    Suka

Anda Komentar, Saya Senang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s