Menikam Waktu

Waktu memang benar-benar telah berkhianat.. Saat ingin lamat-lamat kukulum detik per detiknya, ia malah berlari kencang membuat semuanya cepat berlalu. Menit-menitnya tak terasa habis sekedipan mata.

Waktu memang benar-benar telah berkhianat.. Saat ingin buru-buru kuputar hari per harinya, ia malah merangkak pelan membuat semuanya bergerak lambat. Minggu-minggunya  seperti menghitung domba saat insomnia.

Waktu memang benar-benar telah berkhianat.. Ingin kutikam diam-diam dari belakang.

Dan aku hanyalah  hamba yang tak mengerti akan kuasa waktu, berusaha berontak dalam jerujinya padahal tak cukup kuat membengkokkannya.

Yang kubisa hanyalah menggerutu pedas, terlalu congkak untuk menunduk malu pada masa yang terlewati sia-sia.

Waktu tak pernahlah berkhianat, aku lah yang telah mengkhianati diri sendiri. Menyia-nyiakan detik per detik hirupan nafas dan mengkambing hitamkan waktu yang menikam pelan-pelan dari belakang.

Iklan

8 pemikiran pada “Menikam Waktu

  1. semoga kita makin bijak mempergunakan waktu kita yg makin sedikit ini ya Amela 🙂
    salam

    Mel: Iya Bund, semoga.. Mel sendiri masih sering nyia2in waktu nih

  2. Saat kita sudah ketinggalan waktu kita baru sadar kalau kita sudah sia-siakan waktu saat dia ada di samping kita.
    Ini juga cambukan untuk saya agar selalu memanfaatkan waktu sebaik mungkin.

    Mel: Iya mbak,, sesungguhnya manusia itu dalam kerugian

  3. sabar mba sabar,,,,, nyebut nyebut…. heheh

    begitulah waktu, semoga kita bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya…

    dan seandainya saja bisa, maka saat ini saya ingin waktu berjalan dengan lambat.. 😀

    Mel: seandainya bisa ya mas,, tapi ya begitulah waktu tak pernah mau menurut kehendak kita. hehee

  4. waktu adalah pedang. Kalo ga pinter makenya, bisa melukai diri sendiri 😦

    Mel: setuju banget mbak.. memang harus pinter2 membagi waktu

  5. Waktu tak pernah berkhianat, karena ia selalu hadir setiap detik dengan irama yang sama, tapi manusia yang tak memberdayakannya dengan tepat 🙂

    Mel: Betul mbak, kita lah yang telah mengkhianati diri sendiri

  6. inilah salah satu tindak kejahatan dan kriminal yg menikam waktu, tapi tidak diproses hukum 🙂
    semoga bisa tersenyum dan membuat kita lebih relaks 😉

    Mel: senyum, senyum 😀

  7. Seandainya aku tahu dimana letak ‘tombol penghenti waktu
    Pasti sudah jauh jauh hari kutekan agar hari ini berhenti berjalan
    Lalu kusaksikan matahari dan bintang bertabrakan
    Bumi dan Bulan saling bersenggolan
    Ya…
    Begitulah aku akan memotong waktu sebelum waktu yang memotongku.

    Salam
    ocekojiro

    Mel: *speechless* “matahari dan bintang bertabrakan, Bumi dan Bulan saling bersenggolan” suka bagian yang ini.. 😀

Anda Komentar, Saya Senang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s