Tips Mudik Mengalahkan Kereta Ekonomi

Mengenang masa-masa berkuliah di Jakarta, saat masih berstatus mahasiswi kere. Demi mudik lebaran mesti rela berdesak-desakan di kereta ekonomi, ya kalau ga naik Kertajaya ya naik Gayabaru, pernah dua kali naik Matarmaja jurusan Malang. Yah, waktu itu sarana transportasi paling murah tentu adalah kereta ekonomi, Jakarta-Surabaya sekitar Rp 40.000,- dan ga kena tuslah, harga konstan di hari lebaran. Bandingkan dengan tiket kereta bisnis yang sekitar 200ribuan, 5 kali lipatnya kan? Itupun makin dekat hari lebaran makin mahal biasanya. Dan kalau udah bulan puasa mendekati lebaran nih, orang-orang pada musimnya pulang kampung. Alhasil kereta ekonomi yang batas maksimum penumpangnya ga jelas itu pasti penuh banget.

Kereta ekonomi itu ada dua jenis tiket, tiket duduk dan tiket berdiri. Yang tiket duduk ya Alhamdulillah dapat duduk, itu pun kalau ga ada masalah di sepanjang jalan, misal: tiket dengan nomor tempat duduk yang sama dengan orang lain, atau tempat duduk kita ternyata udah di tempatin sama ibu-ibu hamil yang bikin kita ga tega ngusir atau bapak-bapak sangar yang bikin kita ngeri cari masalah dengannya. Nah, kalau anda mudiknya ga terlalu dekat dengan Hari lebaran, biasanya masih ada tiket duduk, untuk jaga-jaga pesanlah tiket secepatnya! Tiket kereta ekonomi itu bisa dipesan seminggu sebelum hari keberangkatan. Jadi seminggu sebelum Hari H,, sempatkan diri ke stasiun. Kalau tiket duduk udah di tangan jadi tenang kan?

Nah, biasanya, kalau udah dekat puncak arus mudik nih ya, tiket kereta ekonomi itu jadi bebas tempat duduk. Jadi tempat duduknya rebutan, siapa cepat dia dapat.

Tips Mudik Mendapatkan tempat duduk di Kereta Ekonomi untuk tiket bebas tempat duduk:

  1. Periksa jam buka loket untuk tiket yang ingin anda beli dan datanglah lebih awal! Kalau udah musim mudik, antriannya bisa panjaaaaaang banget. Kalau anda ga sempat beli sendiri, minta tolong teman atau kerabat. Memang biasanya masih ada calo yang beraksi, tapi lebih amannya beli tiket sendiri, soalnya terkadang tiket di calo juga tidak menjamin.
  2. Manfaatkan fasilitas pemesanan tiket yang disediakan PT. KAI, untuk info lebih lengkap bisa langsung cek ke TKP.
  3. Datanglah lebih awal dari jam keberangkatan! Yang ini wajib, soalnya udah jelas kan tempat duduknya jadi rebutan. Begitu kereta masuk stasiun, langsung serbu masuk aja. Malah dulu saya pernah, kereta baru datang dan belum dimandikan, saya sudah stand by di dalam demi tempat duduk. Kalau perlu tanya petugas stasiun kereta yang akan ditumpangi itu yang mana. Soalnya keretanya biasanya sudah parkir di stasiun cukup lama sebelum diberangkatan.
  4. Berangkatlah dari stasiun pertama keberangkatan kereta anda. Dalam kondisi mendekati lebaran, orang-orang biasanya banyak yang memilih berangkat dari stasiun pertama keberangkatan. Kalau anda memilih  berangkat dari stasiun berikutnya, ya kemungkinan besar kereta sudah penuh.
  5. Bayar orang! Maksud saya di sini, keluarkan uang lebih untuk porter atau petugas stasiun, mereka biasanya lebih tahu seluk-beluk kereta dan bisa segera menemukan tempat duduk yang kosong. Teman saya sudah pernah mempraktikkan ini beberapa kali.
  6. Pulang kampung memang enaknya rame-rame, lelah di jalan tidak terasa. Tapi dalam kondisi force majeur jangan enggan untuk duduk terpisah dari teman seperjalanan.
  7. Gunakan teknik menyelip di kerumunan orang. Kalau yang ini saya perlu  latihan setahun, beruntung badan saya kecil mungil.

Alhamdulillah, selama ini pengalaman mudik saya selalu berhasil mendapat tempat duduk. Namun, tidak semua orang beruntung mendapatkan tempat duduk. berikut ini hasil pengawasan saya selama naik kereta ekonomi.

Tips Mudik tetap nyaman naik Kereta Ekonomi walau tidak dapat tempat duduk:

  1. Sediakan koran untuk alas duduk! Walau tidak dapat tempat duduk, bukan berarti anda tidak bisa duduk. Masih ada sambungan antar gerbong, kamar mandi, dan sela-sela kursi untuk duduk.
  2. Menumpang! Biasanya nih, ada beberapa orang yang tidak keberatan untuk ditumpangi duduk. Jadi tempat duduk berdua bisa untuk bertiga, tempat duduk bertiga bisa berempat, tergantung kondisi. Tapi jangan lupa pilih-pilih orang, pilih korban yang ga tegaan,, hihihi.
    Buat yang akan ditumpangin, lihat-lihat juga orang yang akan menumpang, pilih yang tidak terlalu mengganggu kenyamanan dan tidak bertampang kriminil.. Kalau tidak mau ditumpangi, manfaatkanlah tempat duduk anda semaksimal mungkin sehingga tidak ada celah untuk orang lain.
  3. Gunakan gerbong makan! Di kereta biasanya pasti ada gerbong restorasi, atau gerbong makan, di situ juga ada tempat duduk yang tersedia. Tapi biasanya ada ‘tarif’ tersendiri di sana..

Tips Mudik Selamat dan Sehat sampai tujuan:

  1. Jangan lupa makan dan bawa bekal secukupnya! Supaya anda tidak kelaparan dan pingsan di tengah jalan tentunya. Kereta ekonomi di hari biasa memang punya kelebihan tersendiri, bisa jadi ajang wisata kuliner saking banyaknya pegadang asongan yang lalu lalang. Tapi dalam kondisi mendekati lebaran, tentu saja kereta akan penuh sesak, sehingga kemungkinan anda tidak akan sempat jajan sembarangan.
  2. Hindari ke kamar mandi! Saat puncak arus mudik, kamar mandi pun bakal penuh sesak orang yang tidak dapat tiket duduk, jadi tidak bisa digunakan. Jadi sebelum berangkat tuntaskan dulu hasrat ke belakang anda, hemat air minum selama di perjalanan, hindari makanan yang bikin mules. Teman saya malahan ada yang minum diapet tiap kali akan mudik, biar ga kebelet katanya.
  3. Bawa barang seperlunya! Kalau saya sih dulu biasanya cuma bawa satu ransel, soalnya di rumah masih banyak baju yang bisa dipakai. Kalau barang anda sedikit, akan lebih mudah membawa, menyimpan dan mengawasinya. Kalau bisa carilah tas yang banyak kantong atau tempat tersembunyinya untuk menyimpan barang berharga. Selain itu bawa uang tunai secukupnya saja, tidak usah banyak-banyak.
  4. Jaga barang bawaan anda! Simpan barang bawaan di tempat yang aman, kalau perlu bergantian tidur dengan teman seperjalanan anda. Walau dalam nuansa lebaran, biasanya masih ada yang berniat jahat. Ingat kejahatan bukan hanya karena ada niat pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan! #edisibangnapi
  5. Bawa kipas dan tisu basah! Dalam kondisi berdesakan seperti itu, tentu anda akan kepanasan dan berkeringat. Tisu basah selalu menjadi andalan saya selama mudik, multifungsi. Sedangkan kipas opsional, koran dan buku pun bisa dijadikan kipas, tergantung kreatifitas anda.
  6. Sediakan uang receh! Biasanya bakal banyak pengemis dan pengamen yang lewat, beberapa ada yang agak memaksa, jadi lebih baik anda sedia uang receh sebelum terjadi keributan..
  7. Hargai dan jaga kenyamanan orang lain! Janganlah kita nodai perjalanan pulang kita dengan rasa jengkel. Kita pun juga harus ekstra sabar, karena biasanya akan terdapat satu-dua orang yang menyebalkan selama perjalanan.

Semoga bermanfaat untuk handai taulan sekalian. Selamat mudik dan hati-hati di jalan! 😀

Artikel ini diikutsertakan dalam ADUK

Iklan

13 pemikiran pada “Tips Mudik Mengalahkan Kereta Ekonomi

  1. Mbak Amelaa….
    setiap tahun mudikku selalu naik Gaya Baru hikss….
    selain murah juga karena jadwal libur kantor pemberitahuannya selalu mepet, jadi klo beli Gumarang takutnya salah tanggal kan mubazir…
    Tapi naik Gaya Baru seru juga tuh banyak kesan yang paling berkesan haha…

    Mel: kalau begitu pasti tahu (maaf) Banci Ewer-ewer dong… iya,, ga nyesel sering naek kereta ekonomi, ,banyak pengalaman yang nanti bisa diceritain ke anak-cucu

    Suka

  2. belum pernah mudik pakai tiket berdiri 😀 repot kalau bawa anak

    Mel: Saya memang tidak menyarankan kalau bawa anak kecil mbak.. Kalau masih single figther sih ok2 aja,.

    Suka

  3. Saya telah membaca artikel diatas dengan cermat
    Akan langsung saya catat
    Terima kasih atas partisipasi sahabat.
    Dari Surabaya saya kirim salam hangat

    Mel: Terimakasih pakdhe, saya kirim salam semerbak dari Baubau 😀

    Suka

  4. hahahaha, saya hampir saja pake tema yang sama mel.. untung berubah haluan.. mudik tahun kemaren saya dapet tiket berdiri, hwaaaaaaaaaaaa kapok mudik naek kereta.. terbayang dong betapa rame, sumpek, panas, plus juga aroma-aroma aneh di dalam kereta..

    Mel: Hahah,, maaf Dhe, tidak berniat menyerobot,.. hehhe.. Kalau aku mah sukanya naik kereta, murah dan cepat.. Selama kuliah di Jakarta baru beberapa kali pulang naik bis..

    Suka

    • kalo hari-hari biasa juga enak nak kereta Mel, tapi kalo pas mudik/hari libur sekolah, dhe angkat tangan deh.. selamat mudik yaaaa.. 🙂

      Mel: Kalau sekarang dah ga naik kereta lagi Dhe,, naik pesawat.. Habisnya ga ada rel yang menghubungkan Pulau Buton dan Jawa sih.. hehehe..

      Suka

      • hihi, seide buat nulis tentang mudik 😀
        tetep mau nambahin, kalo mudik jgn mau diberi makanan ato minuman oleh org g dikenal.
        artis sekalipun, g mungkin kan artis mudik naik kereta kelas ekonomi? *gigit tiket

        Mel: pengalaman pribadi nih yaa bang? Tapi emang sih, kita emang selalu berhati-hati,.
        IngaT! Kejahatan bukan hanya karena niat pelakunya, tapi juga karena ada kesempata. Waspadalah! Waspadalah!

        Suka

  5. Tips mudiknya sudah lengkap tuh.. lah terus kapan mau mudik ke Jember?

    Mel: lebaran ini insyaAllah mudik.. tapi ga numpak sepur lagi.. kalau dipikir2 ternyata saya kangen juga sama Gayabaru-Kertajaya #curcol

    Suka

  6. Sekarang bukan mahasiswa kere lagi kalau gitu ya….

    Saya sama sekali belum pernah baik kereta api, sayangnya udah kebayang kepanikan saya kalau mau naik kereta api yang super rame dan rame banget itu.

    Tapi boleh juga sapa tau pas mudik ke jawa pilih naik kereta api untuk yg jarak dekat.
    Sukses untuk Aduknya ya

    Mel: Sekarang udah jadi Pegawai yang merantau ke pulau seberang.. hehehe… Kalau bawa anak kecil sih saya sarankan naik yang bisnis-eksekutif aja Bund.. Kasihan soalnya.. Tapi kalau mau berpetualang juga ga papa, seru kok..

    Suka

  7. Blm pernah mudik. Tapi dr pnglmn adeku sll ga kebagian tiket kereta. Naek bus jakarta-madiun 2hari 2malam br nyampe haha. Tp udah 2 thn ini mudik naek pesawat balik naek kreta ekonomi+ makan di warteg sebulan gara2 uangnya buat tiket pesawat xixixi

    Mel: Whoaaa, lamanya,, klo emang lagi musimnya emg macet banget.. padahl hari biasa sehari semalem dah nyampe kan,..
    Saya naik pesawat baru kemarin waktu pindah ke Baubau.. ga da kereta ke Baubau sih… hehhehe
    Klo saya memang suka sekali mudik naik kereta

    Suka

  8. lengkap mba tips mudiknya?
    trs mba kapan mudiknya?
    klao skarang sudah ga pake kreta lagi kan? hehehehe

    Mel: InsyaAllah tanggal 27 nanti mas.. iya,., ga bisa naik kereta lagi.. ga ada rel yang menyambungkan buton-jawa

    Suka

  9. aduh.. serius deh.. bukannya saya sok sokan, Pagi, tapi yang namanya kelas ekonomi itu ekonomi banget! bisa diliat dari harga tiket yang ‘jegleg’ nya ampun ampunan deh. saya sih suka banget naik kereta buat pergi pergi. tapi kalo jarak jauh saya lebih suka naik yang bisnis (eksekutif kemahalen soalnya.. hahah).
    habis alesannya memang KENYAMANAN. tau sendiri deh ekonomi itu gimana. gak kuat saya terutama dengan rokok dan bising. hehehe…
    yah.. ada harga ada rupa sih.. 😛

    Mel: Hahaha, iya. Sekarang pun kalau saya disuruh milih, juga males naik kereta ekonomi. Dulu kan karena masih berstatus anak kos yang jauh dari keluarga, biar hemat naik ekonomi. Lagian teman2 sedaerah dulu juga naiknya KA ekonomi. Sebenarnya kalau hari biasa sih ga terlalu rame, mirip2 bisnis malah lengangnya.

    Suka

Anda Komentar, Saya Senang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s