Pending..(lagi)

Selalu begini, tiap kali sampai ke inti permasalahan; tiap kali saya akhirnya menemukan kata-kata yang tepat; tiap kali saya berhasil bicara to the point tanpa perlu belibet lari muterin GBK dulu, pembicaraan terpotong.

Sebelum sempat membahasnya tuntas; sebelum menemukan jawaban yang tepat; sebelum musyawarah berhasil mencapai mufakat,  lagi-lagi masalah ini masuk kotak “Kapan-kapan dibahas lagi!”

Padahal sulit kali bagi saya menumpahkan isi otak saya; sukar sekali menuliskan beban pikiran saya; tidak gampang bagi saya menjelaskan kemauan saya terus terang, komunikasi terputus.

Aaah, sepertinya malam ini saya tidak bisa tidur lagi, saya memang terlalu banyak berpikir, sangat bertolak belakang dengan yang di ujung sana.

Entahlah, kenapa saya jadi serapuh ini? Pelan-pelan melupakan cara bercerita; pelan-pelan lebih menyukai bergelung melawan bayangan diri sendiri di sudut kamar; kehilangan mimpi-mimpi.

Saya jadi membenci malam: malam saat tidak ada pekerjaan yang harus segera diselesaikan; tidak ada orang-orang untuk diajak bicara; saat semuanya tertidur, termasuk kucing liar di depan rumah. Akhir-akhir ini saya sering merasa sendirian, kesepian, ditinggalkan.

Sabar Sayang! Cuma perlu bersabar sedikit lebih lama lagi kok. Semuanya pasti berhasil diselesaikan tepat waktu, semuanya pasti berjalan dengan sempurna… 😀
Kapan-kapan, saat waktunya tiba.
*menyemangati diri sendiri*