Coretan Rindu

Meregang jarak ribuan depa
Di bentang waktu yang berbeda
Jauh, memang jauh
Tapi semua itu tak berarti apa-apa

 

Tuan pelukis hati, apa kabarmu di sana?
Masihkah kau sibuk memilih warna?
Bingung hendak melukis apa untuk
mengusir sepimu selama ku tiada?

Tak usah bingung dan ragu Tuanku
Goreskan saja kuas itu
Lukislah hatiku dengan suka cita
Seperti biasa

Tenang saja Tuan
Jarak tak akan sanggup pisahkan kita
Hatiku telah ada di genggammu,
Tak akan ada yang berani melukisnya selain dirimu
Maka tak usahlah ragu Tuan
Lukislah saja! Lukislah sesukamu!

 

Kau tahu? Di sini tak ada yang mengusap kepalaku, mencubit pipiku, memencet hidungku, seperti engkau
Di sini matahari terbit dengan cara yang berbeda
Kau tahu kenapa?
Karena tiada engkau yang melukis cemerlangnya

Iklan

11 pemikiran pada “Coretan Rindu

  1. waa…puisinya bagus lho,mbak amel ;))
    saya suka bait yang ini:

    “Tuan pelukis hati, apa kabarmu di sana?
    Masihkah kau sibuk memilih warna?
    Bingung hendak melukis apa untuk
    mengusir sepimu selama ku tiada?”

    romantis bener….xixixi

    Suka

  2. Di sini matahari terbit dengan cara yang berbeda
    Kau tahu kenapa?
    Karena tiada engkau yang melukis cemerlangnya

    [aduh…aduh… dahsyat pilihan diksinya ini
    matahari terbit dengan cara yang berbeda
    jujur, ga pernah kebayang aku sebelumnya
    soal yang beginian
    salut… dan selamat terus berkarya]

    Suka

Anda Komentar, Saya Senang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s