Ternyata saya takut petir

Ya, ternyata saya takut petir. Bukannya saya baru menyadari, tapi saya tidak menyangka saya akan setakut ini sama petir. Ya, saya memang tidak suka mendengar suara petir. Saya memang menyukai bentuk bercabang petir yang membelah langit di kejauhan, tapi saya sangat benci mendengar suaranya.Tiap kali melihat langit berpendar, saya mengernyitkan kening dan mempersiapkan kupinguntuk mendengar gelegarnya yang menyusul.Dan saya tidak pernah siap.
Semalam hujan deras, sangat deras.Diiringi petir yang bersahut-sahutan, sambung-menyambung. Dan kilatnya begitu terang, bunyinya terasa begitu dekat.Saya takut.Selepas shalat maghrib saya berdoa tiada henti, saya mengaji, berusaha mengambil hati Yang Maha Kuasa agar mau melindungi saya. (Ah, dasar hamba taktahu diri, sok baik di saat takut mati.) Saya berusaha menenangkan diri. Meyakinkan diri bahwa semua baik-baik saja.Saya berusaha percaya bahwa petir itu jauh di atas sana dan tidak akan dekat-dekat saya. Tapi tiap kali kilat menyinaril angit dengan tak wajar, bacaan saya terhenti. Tiap kali bunyi petir menyusul, konsentrasi saya buyar.
Yah, mungkin ketakutan saya itu memangwajarmengingathujansemalammemang super nyeremin. Tapi saya baru menyadari, bahwa saking takutnya saya saat itu badan saya sampai gemetar. Rasanya seperti kesemutan, seluruh badan. Jantung saya berdetak lebih kencang tiap kali kilat dan petir meramaikan malam. Saya berbaring, setengah meringkuk, dan sungguh saya ingin hujan lekas reda.
Ternyatasayatakutpetir. Saya cabut kata-kata kagum saya akan bentuk petir serupa cabang pohon yang indah menghias langit. Sekarang saya sadar bahwa saya benar-benar tidak suka petir.
Saya tidak habis pikir kenapa Benjamin Franklin mau-maunya menerbangkan layang-layang tembaga kelangit yang penuh petir, sedangkan saya melihatnya saja sudah gemetar.

5 pemikiran pada “Ternyata saya takut petir

  1. saya juga takut bgt ma yg nmanya petir gan….Pdahal dulunya saya biasa aja sma yg nmanya petir,tp belakangan ini kok jadi takut banget ya…aneh

Anda Komentar, Saya Senang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s