Tarian Gerimis

13 Februari 2010
Turun satu-satu, bagai mutiara yang tergelincir dari langit
Sang angin menguntai hujan menjadi percik-percik berkabut
Dan saya hanya gadis bodoh yang terpaku memandang gerimis
Tengadah, berharap waktu mau beku dan mengizinkan saia lebih lama di sini

Langkah saya kecil-kecil melompati air-air yang tergenang
Sesekali melirik ke dalamnya, membalas senyum malu-malu yang dipantulkan
Saya suka gerimis ini dan enggan pulang
Bisakah saia tetap disini?

Berjalan pelan-pelan setengah berjinjit
Berlama-lama dan mengulur-ngulur waktu
Saya ingin tetap di sini
Menari bersama hujan, Menyanyi bersama angin

Saya ingin menjadi gerimis

Iklan

Anda Komentar, Saya Senang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s