Merindukan masa-masa kuliah

Weekend ini saya akan berlibur ke Jurangmangu lagi. Jurangmangu seakan-akan sudah menjadi kampung halaman kedua saya. Tiga tahun berkuliah di STAN membuat saya sudah sangat betah di sana. Apalagi penghuni Adilla Putri selalu berbaik hati menerima saya, mereka sudah menjadi keluarga kesekian saya.
Sebenarnya saya sedikit malas untuk ke Jurangmangu lagi minggu ini, malas menempuh perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan. Tapi tentu saja saya tidak bisa melewatkan salah satu event tahunan yang diadakan di almamater saya itu, satu dari sedikit event yang saya anggap sukses menyatukan mahasiswa-mahasiswa STAN yang cenderung apatis. Heritage and Organda Expo (HOE). Sebuah gabungan antara bazar makanan khas daerah dan pentas kesenian daerah. Acara di mana organisasi daerah mahasiswa STAN saling bersaing sekaligus saling mengenal budaya masing-masing. Sekali setahun, menikmati makanan dan mengenal budaya dari berbagai daerah. Apalagi beberapa (mantan) teman kos saya ada yang akan tampil dalam pentas kesenian itu, tidak mungkin kan saya melewatkan event besar ini.
Acara HOE memiliki kenangan tersendiri bagi saya. HOE 2010 bisa dibilang merupakan pertama kalinya saya go public dengan si om-om genit. Maklum, kami baru jadian, dan hanya segelintir orang yang tahu, sebagian lainnya menebak-menebak mungkin. Dengan datang ke acara itu bersama, tentu saja saya sudah menjawab pertanyaan orang-orang tentang kami secara tidak langsung.

Saya suka melihat antusiasme dan kreativitas pemuda-pemudi STAN yang sempat saya temukan juga di final STAN Alert minggu lalu. Sepertinya apatisme itu mulai terkikis perlahan-lahan, dan semoga akan hilang sepenuhnya kemudian hari. Sayang sekali jika melewatkan masa kuliah hanya antara ruang kuliah dan kamar kosan.

Saya bukan termasuk mahasiswa apatis, yah terkadang apatis dalam beberapa hal,tapi saya cukup sering menyibukkan diri dengan acara-acara kampus. Tapi kini,saat saya sudah tidak bisa seliweran sok sibuk di event-event kampus sebagai panitia lagi, saya sedikit menyesal, saya merasa kurang. Saya masih ingin terlibat, merasakan lelah mempersiapkan suatu acara lalu merasa puas saat acara itu sukses. Ingin rasanya kembali ke masa kuliah dan menjadi penting di sana.

Perasaan ini begitu terasa saat saya datang di final STAN Alert, sebuah acara pentas kesenian di STAN yang bisa dibilang Teater Alir sebagai Event Organisernya,, dan saya iri, kenapa acara sekeren ini tidak diadakan waktu saya masih kuliah. Sebagai Teater Alir waktu itu, saya optimis saya akan jadi panitia penyelenggaranya.Sayangnya sekarang saya sudah lulus, jadi saya hanya bisa menjadi penonton.

Waktu itu saya juga merasa asing. Wajah-wajah yang saya temui waktu menonton final STAN Alert hanya sedikit sekali yang saya kenal.Padahal biasanya kalau saya datang ke acara semacam ini, sepanjang acara pasti saya akan sibuk tersenyum dan menyapa orang-orang yang saya kenal.Ngobrol tentang hal-hal remeh yang menyenangkan. Sayangnya sekarang saya sudah lulus, dan teman-teman saya pun sudah tersebar ke berbag tempat. Saya rindu saat-saat kuliah saya.

Satu yang senang dari HOE adalah, event ini sudah begitu spesial bagi mahasiswa ataupun anak STAN, benar-benar sebuah event yang dapat menyatukan berbagai suku dan perbedaan. Tak heran kalau banyak alumni, tidak hanya angkatan saya, yang masih tinggal di jakarta dan sekitarnya menyempatkan datang. HOE sudah menjadi acara reuni tidak resmi bagi kami. Saya pun bisa sedikit merasakan nostalgia saat kuliah, bertemu orang-orang yang saya kenal, menyapa, bertukar kabar, bicara tentanghal-hal remeh yang menyenangkan.

Saya harap kampus ini akan terus berkembang, semoga makin banyak acara-acara yang menarik untuk dikunjungi, yang mampu menarik mahasiswa-mahasiswa apatis STAN untuk keluar dari liang persembunyian dan berbaur bersama

13 pemikiran pada “Merindukan masa-masa kuliah

  1. Ping balik: Tweets that mention Merindukan masa-masa kuliah « Dunia Pagi -- Topsy.com
    • hey, jangan bilang ini lulabi yang punya ide gila berwujud “asimetris”

      sedikit terharu saat tahu kamu membaca tulisan saya..
      padahal biasanya saya yang baca tulisanmu dan mengagumi pola pikirmu..😀

  2. haha makasih, tp Asimetris tu benda sangat simpel yang semua org bisa bikin kok, kalo punya waktu (tuh ini menandakan sy ga ada kerjaan sampe sempet2nya bikin kyk gituan :p)

    kalo mo ngirim tulisan bwt yg #5 boleh loh hehe

Anda Komentar, Saya Senang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s