Nikah muda siapa takut?

Masih ingat saya, judul itu pernah dipake teman sekelas saya waktu SMA untuk judul artikel tugas Bahasa Indonesianya. Judul yang menantang, dan menurut saya paling pas untuk tulisan ini. Buat Adinda Putri Yusri Amrina (mbk dinda) pinjem judulnya ya, saya tidak perlu bayar royalti kan?

Well,Β  kenapa saya menulis ini? Apa karena saya merencanakan nikah muda? Jujur saja, ya, saya ingin nikah muda, tapi sayangnya tidak dalam waktu dekat ini. Tema ini hanya tiba-tiba melintas dalam kepala saya, dan saya ingin menulisnya, membagi apa yang saya pikirkan kepada kalian, yang secara sengaja ataupun tidak, membaca tulisan ini.

Mungkin yang membuat saya tiba-tiba memikirkannya adalah kenyataan bahwa salah satu teman (Rara, boleh kan saya menyebutmu teman? Walau sebenarnya kita hanya kebetulan saling mengenal tanpa pernah benar-benar berkenalan) akan melangsungkan pernikahan besok. Teman kos saya waktu kuliah di STAN InsyaALLAH juga akan menikah bulan depan. Dan beberapa orang yang saya tahu, namun tidak saya kenal, juga akan menikah dalam waktu dekat. Mereka semua teman satu angkatan saya waktu kuliah di STAN. Kami menjalani dinamika, kuliah, dan wisuda bersama, tapi mereka mendahului saya *senyum simpul*. Dan saya turut mendoakan semoga mereka semua berhasil membentu keluarga yang bahagia, di dunia dan akhirat.

Apakah saya iri? Ya, sedikit. Tapi rasa kagum saya mengalahkan rasa iri saya. Saya sangat kagum pada mereka yang berani mengambil keputusan sebesar itu dalam usia muda. Saya ingin menikah muda. Terkadang saya berpikir, saya ingin menikah dalam waktu dekat. Saya pikir buat apa menunda-nundanya. Tapi kemudian saya sadar, saya masih belum siap.

Memutuskan menikah itu tak pernah mudah saudara, saudara. Terlalu banyak yang harus dikorbankan, dan kebanyakan orang masih terlena pada hal-hal itu sehingga tak rela melepaskannya cepat-cepat (termasuk saya). Banyak konsekuensi yang harus ditanggung begitu memutuskan untuk membina rumah tangga. Mulai dari keikhlasan menerima pasangan lahir batin seumur hidup (anda hanya ingin menikah sekali kan? Jadi tanamkan mindset bahwa anda tak mungkin lepas dari orang itu seumur hidup anda), gaji yang baru bisa anda nikmati beberapa bulan ini kini bukan 100% milik anda (walaupun harta istri adalah haknya sepenuhnya, tapi tidak mungkin anda hanya menyimpannya atau memakainya untuk diri anda sendiri saat keluarga anda membutuhkannya kan?), kesediaan dan totalitas untuk menjadi istri dan ibu (nantinya) yang baik, dan masih banyak lagi. Tidak bisa jalan-jalan atau main sembarangan lagi, tidak bisa foya-foya seenaknya lagi, tidak bisa bermalas-malasan lagi, dan masih banyak hal yang tidak bisa dilakukan saat sudah menikah. Yah, mungkin beberapa masih bisa, tapi harus mempertimbangkan banyak hal dulu sebelum melakukannya. Anda dituntut berpikir selayaknya orang dewasa. Kehidupan anda tak akan pernah sama.

Saya bukan menakuti. Tapi kenyataan yang selama ini saya lihat di sekitar saya memang begitu. Buat saya, paling tidak ada empat hal yang harus dikantongi sebelum memutuskan untuk menikah: calon yang tepat, finansial yang mapan, kesiapan mental, dan restu orang tua. Dan sayangnya, saya baru mempunyai satu dari keempat hal itu. Jadi kalau anda bertanya kapan saya menikah? Saya masih butuh beberapa tahun lagi untuk menata hidup saya.

Tak perlu saya jelaskan secara terperinci keuntungan dari menikah muda. Menikah adalah sunnah Rasul, jadi manfaatnya tak perlu diragukan lagi. Saya juga merasa tidak berhak untuk menguraikan hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebelum menikah, karena saya sendiri belum pernah mengalaminya. Banyak referensi yang lebih bagus yang dapat anda baca.

Saya hanya menyarankan bagi anda yang telah siap, tak usahlah menunda-nunda. Ketika anda diberi kesempatan itu dan anda sudah siap, terimalah! Karena terkadang, kesempatan itu tak pernah datang dua kali. Menikahlah ketika anda mampu, sebelum dunia melenakan anda dengan keindahannya dan membuat anda lupa.

Iklan

6 pemikiran pada “Nikah muda siapa takut?

  1. menikah muda? Hemh,,topik populer di angkatan 2010 stan,,haha

    saya suka kata2 calon yg tepat,finansial yg mapan, kesiapan mental dan restu orang tua

  2. saya juga ingin menikah muda. ingin sekali.
    namun ada suatu hal penting yang lebih saya inginkan.

    pasangan tepat, finansial mapan, kesiapan mental, ataupun restu orang tua hanyalah beberapa hal.

    yang lebih penting adalah bagaimana saya memperbaiki diri saya sendiri.
    bagaimana bisa saya menuntut orang lain untuk hidup bersama saya yang masih “begini”?

    jadi mungkin saya harus lebih berpikir ulang untuk merealisasikan rencana nikah muda saya.

  3. Wah, ibu-ibu ini malah onlen.. kerja ibu-ibu! Kerja! (tidak sadar diri)
    Hahahhaa…
    Yupp,, mungkin giliran kita memang bukan tahun ini πŸ™‚
    Jadi mari kita nikmati saja hidup ini. πŸ˜€

    btw, mbk aninda.. saya menggolongkan memperbaiki diri sendiri sebagai suatu kesiapan mental..

  4. saya suka dengan menikah muda, tapi saya tidak akan melakukannya hahahaha..

    buat anin dan manda,, mbok yao tahun ini,, sebelum ada calon2 lain yang lebih menggoda hahahaha (ngoco mid) πŸ˜€

    saya paling setuju dengan restu orang tua. tapi prinsipnya tetep satu, niat dan nekat. (asal calon tersedia) kalo bisayang banyak hahahaahaha

    • salam kenal juga,.
      dan saya salut banget,.., mbak termasuk orang-orang yang berhasil nikah muda…
      daoakan saya bisa nikah muda juga ya mbak…
      πŸ˜€

Anda Komentar, Saya Senang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s