That’s why I hate shopping

Cewek biasanya diidentikan dengan shopping, berbelanja. Cewek dan berbelanja dianggap sebagai sesuatu yang terpisahkan. Dan entah darimana mereka memperoleh energi segitu banyaknya untuk berkeliling pusat perbelanjaan, memilih-milih baju dari ratusan, dan terkadang hanya sekedar muter-muter, memekik “wah, yang ini lucu ya?”, tanya harga, lalu pergi begitu saja tanpa membeli. Sebagian teman saya pun ada yang menjadikan shopping sebagai sarana refreshing, penghilang stres. Kalau saya mah, shopping malah nambah stres gara-gara isi dompet lansung raib gitu aja.

Dari dulu saya memang tidak suka berbelanja. Bahkan saat belanja baju lebaran sekalipun. Biasanya saya hanya duduk di pojok, membiarkan ibu saya memilih-milihkan baju, dan hanya mengangguk jika ditanyain pendapat. Kaki saya tidak diciptakan untuk berkeliling pusat perbelanjaan.

Dan yang biasanya membuat saya menyesali ritual belanja adalah, jumlah uang yang secara tidak sadar dihambur-hamburkan. Saya selaluy berpikir tentang barang-barang yang telah terlanjur dibeli, dan apakah semua itu benar-benar berguna buat saya. Saya jadi stres sendiri..

-tulisan yang seharusnya diposting 10 hari yang lalu-

Satu pemikiran pada “That’s why I hate shopping

  1. Ping balik: Pasca Libur Lebaran « Dunia Pagi

Anda Komentar, Saya Senang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s