Cemas

Sudah dari kemarin pacar saya menderita penyakit diare akut.. Jadi saya sudah ga ketemu dia dua hari ='(. Dua hari itu tergolong singkat memang, apalagi kalau dibandingkan ma beberapa tahun yang akan memisahkan kami setelah lulus nanti. Tapi siapa yang tidak khawatir kalau pacarnya sakit? Walaupun sang pacar ‘cuma’ sakit diare, terkapar lemas seharian karena kekurangan cairan, bolak-balik ke kamar mandi karena perutnya mules, siapa yang ga khawatir?

Dan yang lebih miris adalah, jarak kosan kami cuma beberapa meter, tapi saya ga bisa ke sana, lebi tepatnya ga boleh ke sana. Padahal ingin saya ke sana, walaupun cuma bawain roti, pisang, obat, atau sepaket senyum paling manis saya. Tapi saya ga boleh ke sana. Oleh pacar saya sendiri.

Pacar saya memang tidak terlalu suka dikunjungi ke kosannya. Risih ma bapak kos katanya. Saya mengerti alasan itu, apalagi saya sudah mulai memahami sifatnya. Saya baru dua kali ke kosnya, saat ulang tahunnya, dan menjemput payung teman saya. Saya juga tidak mempermasalahkan semua itu.

Tapi beda rasanya saat tahu dia sakit. Saya merasa tidak bisa berbuat apa-apa. Yah, mungkin memang latihan kalau kami terpisahkan jarak saat kerja nantinya. Tapi sekarang kan jarak kosan kami cuma beberapa meter. Miris rasanya.

Saya tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya bisa mengirimkan senyum lewat sms dan situs jejaring sosial padanya. Semoga itu cukup membantu.

Semoga pacar saya cepet sembuh.

Iklan

Anda Komentar, Saya Senang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s