My full job,,

Saya seorang aktris, memerankan diri saya sendiri dalam kehidupan saya sendiri. Tanpa skenario, semuanya terjadi begitu saja. Saya bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu, tidak ada kata libur ataupun cuti.
Terkadang saya merasa palsu, hidup saya penuh kepura-puraan, hanya sekedar sebuah telenovela panjang yang masih belum ketahuan akhirnya. Bahkan saya tak lagi dapat membedakan yang mana diri saya sendiri ataupun hanya sekedar peran. Saya telah kehilangan batasnya. Semuanya kabur, buram.
Saya menjalani dua peran yang berbeda. Satu ketika saya berada di rumah, satu ketika saya berada di jakarta. Dan keduanya sangat bertolak belakang, bertentangan. Saya menjadi orang yang sangat berbeda ketika berhadapan dengan teman-teman saya. Saat di rumah dan bersama keluarga saya, saya berubah menjadi orang lain.
Mungkin memang terdengar aneh, tapi bagi saya, itu adalah cara tebaik untuk tetap survive, untuk tetap kuat dan waras menjalani hidup. Saya menyesuaikan diri dengan keadaan, walaupun sebagai timbal baliknya saya tidak dapat mengenal diri saya sendiri.
Saya juga tidak tahu sampai kapan akan terus begini. Saya hanya menjalani, dengan cara terbaik menurut saya. Walau terkadang saya merasa lelah menjalani salah satu peran, saya mencoba bertahan. Karena bagi saya, setidaknya sampai saat ini, cara inilah yang paling aman untuk dijalani.

ditulis kira-kira setahun yang lalu, saat saya masih selabil cuaca (sekarang pun masih labil)

Anda Komentar, Saya Senang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s