Trying to Beat Sense of Vengeance

Saya mengenal diri saya cukup baik, saya tahu orang seperti apa saya, saya paham karakter saya sendiri, termasuk sifat-sifat buruk yang saya punya. Saya tahu menyimpan dendam itu tidak baik, lama-kelamaan dendam itu justru akan membusuk dan menggerogoti diri saya sendiri dari dalam, tapi sayangnya say amasih belum bisa menghilangkan sifat itu dari sudut gelap hati saya. Saya masih beranggapan bahwa jika ada orang yang menyakiti saya, maka saya punya hak untuk menyakitinya, jika ada yang membuat saya kecewa, maka saya harus membuat dia merasakan hal yang sama. Hutang mata dibayar mata, hutang darah dibayar darah. Kurang lebih begitu.

Memang sebuah sifat yang sangat buruk untuk dimiliki manusia. Saya sendiri sedang berusaha menghilangkannya. Terkadang berhasil, tapi ada beberapa hal yang masih belum bisa saya toleransi. Saya tidak suka kecewa, dan saya ingin membuat orang yang mengecewakan saya merasakan hal yang sama.

Tapi sayangnya, saat sedang membalas dendam pada seseorang kita tidak bisa lepas dari orang lain di sekitarnya. Menggagalkan rencana seseorang terkadang juga berarti menggagalkan rencana orang banyak, mengecewakan orang banyak. Dan kemungkinan terburuknya adalah, terkadang orang yang kita maksud justru tidak sadar bahwa kita sedang dalam “misi balas dendam”.

Tidak baik memang menyimpan dendam. Sama seperti iri dan dengki, sifat ini akan menjadi benalu yang memakan hati perlahan-lahan. Membuatnya perih, pedih, sakit dan kemudian mati. Kalau hendak menjadi seorang pendendam, maka bersiaplah untuk mengalami kematian nurani, kehilangan kebahagiaan. Menjadi seorang pendendam akan membuatmu terus merasa iri, terus mengungkit-ngungkit masalah yang telah berlalu, dan akhirnya akan membuatmu terlalu sibuk membalas dendam sehingga tidak dapat menikmati hidup. Menjadi seorang pendendam akan mengubahmu menjadi makhluk super egois yang tidak pandang bulu lagi, hanya untuk membalas dendam pada seseorang, kau akan melukai banyak orang lainnya.

Tidak ada gunanya menjadi seorang pendendam. Oleh karena itu saya ingin berhenti menyimpan dendam. Tulisan ini kan saya jadikan pengingat bagi hati saya saat sifat buruk itu perlahan pulang. Saya lelah menjadi pendendam. Setiap orang pasti akan mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan atas segala perbuatannya, tidak perlu kita yang membalasnya.

Menjadi seorang pendendam akan menjadikan kita seorang pembenci. Dan Tuhan membenci seorang pembenci. Oleh karena itu, saya akan berhenti membenci. Tidak perlu benci seseorang juga dibalas dengan benci kan?

Anda Komentar, Saya Senang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s