Split the sky

Saya suka melihat kilat, mengagumi kelebat petir yang membelah langit. Saya senang melihat langit menyala-nyala, berkilau-kilau. Saya selalu terpesona saat melihat petir menyambar, kilaunya bercabang-cabang membentuk garisan ranting-ranting cahaya. Tapi saya benci beberapa detik kemudian saat langit mulai menderu. Saya tidak suka suara gelegarnya yang menulikan telinga.

Saya suka kemilau petir, tapi tidak suka derap langkahnya. Bunyi petir selalu memberi kesan pada saya bahwa langit akan runtuh,. Oleh karena itu saya selalu bersembunyi di balik selimut, mencoba tidur untuk melupakan suara-suara kematian itu. Saya lebih memilih melewatkan kesempatan mengagumi ranting-ranting cahaya itu daripada harus mendengar suara petir.

I love lightning, but not the thunder…

Anda Komentar, Saya Senang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s