When the fear beat you..

Setiap orang pasti punya rasa takut, kekhawatiran, rasa pesimis akan kemampuannya sendiri dalam menghadapi risiko yang menunggunya di ujung jalan, tapi bukan berarti dia harus berhenti atau malah melangkah mundur, menghindari tantangan yang menantinya. Setiap  orang dianugrahi nalar, insting, dan kemampuan bertahan hidup, oleh karena itu seharusnya dia tidak boleh menyerah dan takluk begitu saja pada ketakutannya. Setiap orang seharusnya mencari jalan keluar, mencari cara memecahkan masalah yang dihadapinya, setidaknya dia harus berusaha, mencoba semampunya.

Paranoid memang sebuah bagian dari sikap manusiawi, tapi tidak seharusnya seorang manusia dikalahkan paranoianya, dialah yang harusnya mencari cara untuk menang dan mempencundangi rasa takut yang membayang-bayanginya. Kita tidak akan pernah tahu apa yang berada di balik batu besar yang menghalangi jalan kalau kita tidak mencari cara untuk menyingkirkannya. Kalaupun yang bersembunyi di balik batu itu ternyata adalah masalah yang lebih besar, maka sebagai manusia kita harus mencari cara untuk menyingkirkan masalah itu. Begitu seterusnya. Karena kita adalah manusia yang  diberi insting untuk berkompetisi dan pantang menyerah, kita harus mengalahkan segala masalah yang menghadang kita. Selalu ada hal baik yang tersimpan di balik hal-hal buruk, dan untuk menemukannya kita harus terus mencari.

Mungkin memang tidak semudah teorinya, tapi cobalah untuk selalu berpikir positif. Berpikir positif bukan berarti lengah, kita tetap bisa bersikap waspada dan hati-hati. Yakinlah bahwa segala usaha yang kita lakukan untuk mengalahkan ketakutan kita tidak akan sia-sia. Semua ada imbalannya. Jangan sampai kita menyesal hanya gara-gara tak punya cukup keberanian untuk menghadapi segala rintangan. Jangan sampai kita berbalik mundur dan bersembunyi sehingga kehilangan kesempatan untuk merasakan keindahan dari suatu perjuangan.

Never let the fear beat you or you will regret it.

Iklan

4 pemikiran pada “When the fear beat you..

  1. truth be told, bukan itu masalahnya. Thus, pas baca tulisan di atas bantal…well, dem.
    “bikin paranoid”? Now that’s a joke.
    seneng2 aja dijahilin, toh udah biasa dr SMA. Satu alasan yg nggak sy bilang atas nama kesopanan:
    saya sedang nggak mood berinteraksi saat itu. cuma ingin pulang, rebah, menghilang.
    Dan sy cukup yakin klo ngadepin siapapun jg saat itu, sy g minat senyum. Cm minat banting mangkok ky kmaren, haha. Nggak pernah ngrasa sperti itu mungkin?
    And so, dgn mmpertimbangkn sebelny klian gr2 nunggu, tp drpd dbikin lbh sebel gr2 mode sengak sy yg lagi sangat on, I did left. Did I regret it? Nope. Kecuali bagian dmn klian mikir klo sy takut…bummer.

    • hahaha,, sama-sama ntul,, maaf kalau tersinggung…
      anda terlambat membaca dan saya terlalu cepat menulis..
      tulisan ini dibuat pas saya lagi kecewa-kecewanya,..
      awalnya cuma mau nulis betapa saya merasa kecewa..
      tapi ternyata malah jadinya kayak gini, ngelantur ke mana-mana..

      kalau aja saya nunggu satu-dua hari buat nulis ini,, saya yakin isinya ga bakal kayak gini..
      tapi semua sudah terlanjur ditulis, dan saya ga pernah ngehapus sesuatu yang sudah saya tulis..
      lagian kalau mengeyampingkan alasan saya menulis ini,,
      saya rasa tulisan saya cukup bagus dan layak baca,
      *hasyah*

Anda Komentar, Saya Senang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s