Kucing-kucing Jakarta

Kemarin malam, saat dalam perjalanan mencari sesuap nasi untuk makan malam, saya melihat seekor kucing dengan posisi (maaf) nungging mau boker. Dengan pede dan tanpa rasa malu, si kucing melaksanakan ritual bokernya di tengah keramaian, tanpa beban. Pemandangan saat poop si kucing (kalau anda gampang merasa jijik, jangan teruskan membaca) keluar perlahan-lahan dan sukses menyapa dunia tak dapay terelakkan. Dan yang lebih tidak wajar lagi, saya dan cowok saya justru berdebat tentang kucing mau boker itu, padahal kami sedang dalam perjalanan mau makan, yah tapi memang dasarnya kami bebal, nafsu makan kami tidak berkurang sedikitpun walau telah melihat pertunjukan live tersebut.

Okey, kembali pada si kucing, ketika si kucing tersebut selesai boker, seperti layaknya kucing lainnya, dia hendak menutupi poopnya. Tapi masalahnya, ditutupi dengan apa? Dia kan poop di atas jalanan beraspal (dasar kucing bego). Dan akhirnya, dia meninggalkan si poop gitu aja, tergeletak tak berdaya di tengah jalan.. What a stupid cat!

Itu hanya salah satu contoh sikap tidak sopan yang dimiliki kucing-kucing di sekitar sini. Entah kucing di jakarta yang mengalami penurunan kecerdasan akibat polusi, atau mereka memang sudah tidak punya rasa sungkan sehingga merasa bebas boker di mana saja. Setahu saya, kucing-kucing di daerah saya, seliar apa pun mereka, menggali lubang terlebih dahulu sebelum boker, lalu mengubur poop mereka baik-baik. Mereka sendiri tidak ingin ritual bokernya diintip. Bahkan kucing pun punya rasa malu (kecuali kucing jakarta mungkin).

Tidak hanya masalah boker, kucing-kucing jakarta juga tidak punya sopan santun. Ada seekor kucing yang sering masuk kosan saya, seenak-enaknya nyelonong tanpa permisi tiap kali ada pintu terbuka, ga peduli ada orang apa enggak. Diusir pun susah, digertak diem aja malah enak-enakan tidur, di siram cuma pindah tempat terus tidur lagi, di takutin pake sapu ga ngefek, ditimpuk malah balas nyakar. Dia ga peduli ada orang tiduran di lantai, temen saya pernah dilangkahin tuh kucing. Bahkan saat kami lagi rame-rame nonton TV, tuh kucing dengan cueknya lewat gitu aja. Pernah waktu saya ke dapur, dia lagi ngorek-ngorek sampah. Waktu saya buka pintu, dia cuma noleh terus balik ngorek-ngorek sampah, cuek bebek. Ga ada takut-takutnya sama sekali. Bahkan keset teman saya pernah dikencingin.Ā Benar-benar kucing ga tahu tata krama. Mending kalau kucingnya cakep, imut-imut, dan lucu, mungkin kami berminat mengadopsi, ini kucing udah budukan, banyak codetnya lagi.

Padahal kalau di daerah saya, kalau kucing itu emang bukan piaraan manusia, bakal takut tiap kali ngelihat orang yang bukan tuannya, bakal merasa bersalah kalo kepergok morat-maritin sampah, bakal kabur kalau diusir, disiram, ataupun ditakut-takutin. Setahu saya, kucing-kucing di daerah saya masih punya sopan santun, tata krama, ga bakal seenak-enaknya nyelonong gitu aja, apalagi ngelangkahin si empunya rumah yang lagi tidur-tiduran di lantai sambil nonton infotaiment.

Saya heran, kok bisa kucing-kucing di Jakarta kayak gitu? Apa karena emang kota metropolitan ini terkenal akan kerusakan standar moralnya? Sehingga kucing-kucingnya pun tidak beretika? Jangan-jangan beberapa tahun lagi, kucing-kucing itu bakal bikin video syur juga, ga mau kalah ma artis ibukota.

Anda Komentar, Saya Senang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s