Capture The Light

Malam ini (mumpung tanggal belum berganti, sekarang masih jam 23.50), saya dan cowok saya berencana jalan-jalan, sebagai pengganti rencana ke Ragunan yang gagal tadi siang. Niatnya sih kami mau nyari Istimewa Foto, atau yang biasa disebut Fafi, buat beli roll film, terus sekalian dilanjutin hunting perdana pake Fujica m1 (cowok) saya.

Saya sangat suka sekali perjalanan malam ini. Sudah lama saya ga naek motor malem-malem. Sudah lama saya ga lihat suasana malam yang beda, ga cuma berkisar di BP-PJMI-Warjeng-Kampus STAN-Ceger Raya. Sungguh perjalanan yang sangat-sangat menyenangkan. 😀

Saya suka saat angin malam menerpa wajah saya, menjabat tangan saya, mengibar-ngibarkan ujung kerudung saya. Saya suka mendengar deruman mobil dan motor di sekeliling saya. Saya suka melihat pohon-pohon, rumah-rumah, warung-warung bergerak (padahal saya yang bergerak, ilusi optik). Saya suka mengamati orang-orang yang berlalu lalang. Saya suka memperhatikan punggung cowok saya yang berusaha fokus nyetir dan membuat saya tetap aman dan nyaman di boncengan. Saya suka saat cowok saya sesekali menanggapi ocehan saya saat jalanan sepi atau di lampu merah.

Dan yang paling saya suka adalah, melihat kelebat cahaya, kerlip lampu, pendar sinar. Saya suka melihat cahaya-cahaya itu menari. Saya terhipnotis. Saya terpesona. Entah kenapa dari dulu saya layaknya laron yang menyukai benda bercahaya. Saya suka cahaya. Menurut saya, cahaya itu indah. Cahaya itu ajaib. Saya sangat-sangat-sangat menyukai cahaya.

Dan saya mencoba menangkap cahaya. Berhubung kami belum berhasil beli roll film, fujica m1 dan kamera kodak kami masih impoten. Jadi akhirnya saya mencoba menangkap cahaya dengan kamera digital pinjaman. Dan karena kemampuan kamera yang pas-pasan, pemotretan dilakukan malam hari di atas benda bergerak pula, sangat tidak stabil, hasil fotonya pun seperti yang diperkirakan. Tapi justru karena blur, goyang, out of focus, gambarnya pecah, pencahayaan amburadul, ngambilnya asal-asalan, dengan teknik nol pula, saya merasa puas. Saya suka tiap kali memencet tombol shutternya. Justru karena saya tidak mengharapkan gambarnya bakal wah dan outstanding, saya merasa puas dengan hasilnya. Saya sangat menikmati perburuan cahaya ini. Sungguh.

Saya sungguh merasa senang melewati malam kemarin (sekarang udah jam 00.35). Walau tanpa arah tujuan yang pasti, rencana awal gagal total, tapi saya berhasil menikmati keindahan perjalanan ini. Sepertinya lain kali saya harus mengajak cowok saya keliling jakarta malam-malam dengan motor (walau motornya pun pinjaman), memburu cahaya lagi dan berusaha menangkap pendar-pendarnya. Dan mungkin lain kali saya harus menyiapkan roll filmnya, sungguh tidak sabar memainkan kamera-kamera analog saya.

Saya suka jalan-jalan malam. Saya suka cahaya, lampu jalan, lampu motor, lampu taman, lampu mobil. Saya suka cowok saya. :*

Iklan

Anda Komentar, Saya Senang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s