Pagi ini, saya kembali menjadi pagi

Pagi ini saya masih cinta
Pagi ini saya masih suka
Pagi ini saya masih ada

Saya masih menjadi pagi untuknya
Yang menyusupkan berkas-berkas cahaya menerangi harinya
Yang menyentuh helai rambutnya dengan embun pagi
Yang membangunkannya dengan kicau burung dan gemericik air

Saya ingin selalu begini
Terbangun tiap paginya dengan cinta yang sama
Menyapanya dengan rasa suka yang sama
Selalu ada untuknya, seperti matahari pagi yang selalu terbit tepat waktu

Kenapa saya menamakan blog ini pagi2buta. Karena saya suka suasana pagi, aroma pagi, suara pagi, sebuah permulaan hari di mana kita menyusun rencana satu-persatu. Karena pacar saya *kalau sedang kumat romantisnya* memanggil saya pagi, menyamakan saya dengan pagi, dan saya suka menjadi pagi. Karena nama pagihari dan mataharipagi sudah ada yang punya *dan sayangnya ditelantarkan sang empunya*, maka saya memilih pagi2buta. Setidaknya masih ada unsur paginya. Lagipula tidak ada yang salah dengan pagi yang masih buta, sebuah fase di mana malam dan pagi bertemu, fase peralihan. Sebuah kepingan waktu di mana matahari masih di belahan bumi satunya, saat semesta masih hening dan terlelap, saat pagi masih buta, masih embrio.

Saya tidak menyangka saya bakal seproduktif ini. (Blog saya yang dulu terbengkalai, terlantar, tersia-sia. Saya orang yang gampang bosan, overexcited di awal, lalu setelah itu pergi). Hampir tiap hari saya menulis di sini, menuang isi kepala saya, membaginya dengan dunia. Dan saya juga merasa tulisan saya jauh lebih matang dari blog terdahulu saya, perlahan-lahan mulai dewasa. Saya merasa senang sekali saat mengecek statistik pengunjung dan grafiknya menunjukkan bahwa ada orang yang mampir. Tulisan saya pun semakin kaya *walau kebanyakan tentang kehidupan cinta saya memang*, tidak terpatok di satu sisi saja.

Senang rasanya saat saya tahu ada yang mengoogling dan akhirnya menemukan blog saya lalu mampir. Walau memang pemikiran saya masih dangkal, semoga saja apa yang dia baca cukup berguna baginya. Dan semoga lain kali juga ada yang berkenan meninggalkan jejak di sini, menyapa, berbagi pikiran dengan saya.

Hahaha, sebuah post yang random. Awalnya saya niatkan untuk puisi, tapi malah membahas asal mula nama blog ini. Tapi biarlah, bukankah saya melahirkan blog ini memang untuk dijadikan tempat penampungan isi otak saya yang kacau…

4 pemikiran pada “Pagi ini, saya kembali menjadi pagi

  1. Hahaha, dulu juga waktu masih ada kuliah kelas saya sering tidur habis maghrib. Saya udah “makan malam” jam 5 sore, jam 7 malam udah tidur. Bangun jam 1-2 malam, sholat isya’, tahajjud, langsung ngerjain tugas. 😀
    Memang seger banget. Udara adem, sunyi, enak buat mikir ato konsentrasi. 🙂

  2. Numpang baca…
    Kalau pagi-pagi saya justru bingung mau ngapain, jadinya tidur lagi habis sholat shubuh. Ya, KECUALI kalau jelas mau ngapain pagi-pagi itu… 🙂

    mel: akhir2 ini saya juga sering tidur lagi

  3. Ping balik: PR Baru « Dunia Pagi

Anda Komentar, Saya Senang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s