Berpikir tentang kematian

Hari ini, lebih tepatnya sore ini, saya entah kenapa tiba-tiba berpikir tentang kematian, tentang maut. Saya tidak tahu kenapa tiba-tiba pikiran itu terlintas begitu saja di kepala saya. Tiba-tiba saya berpikir bagaimana kalau saya mati, apa yang terjadi kalau ternyata besok malaikat Izrail menjemput saya? Apakah rasanya akan sakit? Apakah saya sudah siap menghadapinya? Apakah lidah saya mampu mengucap kalimat syahadat saat perlahan-lahan nyawa saya ditarik dari tubuh saya?

Berpikir tentang kematian membuat saya juga berpikir tentang kehidupan setelah mati. Setelah fase sakaratul maut berhasil saya lewati, ke mana saya akan di bawa? Apakah saya akan termasuk orang-orang yang dilapangkan kuburnya? Dan di hari akhir nanti apakah saya pantas menerima Ita al-Kitab dengan tangan kanan saya? Apakah timbangan amal saya akan lebih berat dari dosa saya? Dan setelah itu, apakah saya termasuk orang yang beruntung, orang yang akan masuk surga dengan wajah berseri-seri?

Memikirkan tentang surga juga membuat saya memikirkan orang-orang yang saya cintai. Apakah nanti saya dapat bertemu lagi dengan mereka? Dan apakah saya dan mereka dapat berkumpul dan bahagia di surga sana? Apakah kami pantas?

Saya takut. Saya khawatir. Saya merasa tidak siap. Saya tahu saya dapat mati kapan saja. Bahkan bisa saja sehabis saya menulis ini, saya sudah pergi dari dunia ini. Tapi tetap saja saya masih ingin hidup lama, walaupun kelak saya tak bisa menawar kematian. Masih banyak sekali hal yang ingin saya lakukan. Masih banyak mimpi dan cita-cita saya yang belum terwujud. Masih banyak orang yang belum saya bahagiakan. Sangat banyak. Terlalu banyak. Saya masih ingin hidup puluhan tahun lagi. Mencapai apa yang ingin saya capai. Mempersiapkan bekal untuk hidup setelah mati.

-seseorang yang masih takut akan kematian, semoga saat waktu itu tiba saya sudah siap-

3 pemikiran pada “Berpikir tentang kematian

  1. Ping balik: Daftar tunggu « written minds
  2. setiap mengingat kematian, saya justru merasa semangat menjalani hidup mbak… karena dengan begitu saya merasa Allah masih memberi saya kesempatan untuk memperbaiki diri…. makasih sudah berbagi ya…

    mel. ah iya.. semoga kita bisa memanfaatkan kesempatan yang telah diberi ini dengan sebaik2nya ya

Anda Komentar, Saya Senang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s