Surat cinta pak Habibie

Membaca notes salah seorang teman di facebook, dia merepost surat cinta pak Habibie kepada istrinya dan mentag kekasihnya. Dan begitu saya membacanya, sungguh saya terharu membaca ketulusan cinta matan presiden Indonesia itu. What a long lasting love! Saya yakin, bukan hanya saya yang beranggapan bahwa pasangan pak Habibie dan bu Ainun merupakan sosok yang diimpikan setiap orang. Di mana mereka tetap saling mencintai sampai maut memisahkan. Siapa yang tidak tersentuh saat mendengar BJ Habibie berkata “Ainun tercipta untuk saya dan Saya tercipta utuk Ainun“.

Berikut keteranganokter Ahsan:

Dia menceritakan bahwa bu Ainun sudah dirawat disana sejak beberapa waktu &  mengidap penyakit Alzheimer. Lalu kutanya apakah istrinya akan marah kalau dia datang terlambat. Dia menjawab bahwa istrinya sudah tidak lagi dapat mengenalinya sejak 5 thn terakhir.

Dr. Ahsan sangat terkejut & berkata,Dan bapak masih kesana setiap hari walaupun istri bapak sudah tidak kenal lagi? Dia tersenyum, seketika itu tangannya menepuk tangan Dr. Ahsan sambil berkata, Dia memang tidak mengenali saya, tapi saya masih mengenali dia kan? Dr. Ahsan menahan air mata sampai kakek itu pergi, tangan Dr. Ahsan masih tetap merinding, Cinta kasih seperti itulah yang semua kita mau dalam hidup.

Berikut adala surat cinta yang ditulis pak Habibie saat kematian bu Ainun:

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.Selamat jalan,Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku,selamat jalan,calon bidadari surgaku ….

BJ.HABIBIE

3 pemikiran pada “Surat cinta pak Habibie

Anda Komentar, Saya Senang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s