Labil

dan ketika kau telah sampai di depan pintuku, semoga aku telah menemukan kuncinya agar kau bisa kembali pulang ke hatiku.
tapi jika ternyata aku tidak bisa menemukan kuncinya, berarti hatiku memang bukanlah rumah untukmu..
teruslah berjalan sampai kau menemukan rumah yang sebenarnya, sedangkan aku akan terus menunggu seseorang datang dan mengetuk pintu hatiku lagi.

Satu pemikiran pada “Labil

  1. Ping balik: Pintu dan Kunci « Dyah Ayu Septiarini

Anda Komentar, Saya Senang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s