Tragedi Tengah Malam

Jadi beginilah ceritanya saudara-saudara:

Alkisah, ada seorang cewek imut bernama “Amela Erliana Crhistine” yang baru saja mencapai usianya yang ke-19 semalam. Sebenarnya dia adalah tipe orang yang tidak suka mengingat-ingat ulang tahunnya sendiri. Tapi sejak ngekos di Adilla Putri, dia harus waspada saat ulang tahunnya mendekat, mengingat tradisi yang selalu dijalankan di kosan ini saat salah satu personilnya ulang tahun: Melakukan pembantaian pada orang yang sedang berulang tahun. Dan sebagai makhluk sosial, dia sadar bahwa dia tidak bisa lari dari peraturan yang telah dia ketik sendiri tahun lalu, lagipula dia sadar bahwa teman-teman kosannya telah menanti-nanti momen pembalasan dendam ini (yah, dia terkenal sebagai salah satu yang paling usil dan paling bersemangat melakukan pembantaian).

Oh ya, sebelum melanjutkan cerita, saya akan mereview ulang tahunnya tahun lalu. Pada 26 Mei 2009, teman-teman kosnya gagal melakukan pembantaian padanya. Ketika para wanita bar-bar (peace sist) itu hendak menyiramnya dengan tepung terigu, dia lari menghindar sampai para wanita bar-bar itu kehilangan mood untuk membantai. Dia bersyukur karena tidak mengalami pembantaian itu, tapi dia merasa sangat bersalah karena mengecewakan teman-temannya. Oleh karena itu, di ulang tahunnya kali ini, dia berniat tidur cepat agar rencana teman-teman satu atapnya berjalan lancar dan tidak ada dendam lagi antara mereka.

Tapi sayangnya begitu dia sudah siap-siap tidur, matanya sama sekali tidak ngantuk. Dia hanya bolak-balik gelisah (mikirin ktta) sampai bosan dan akhirnya memutuskan nonton film sampai ketiduran. Sayangnya, film kick ass yang ditontonnya terlalu seru sehingga dia baru selesai nonton jam 23.20 (hampir tengah malam). Akhirnya setelah sikat gigi, cuci muka, cuci tangan, dan cuci kaki, dia pun naik ke tempat tidur dan mencoba tidur sejenak sebelum tengah malam nanti mendapat “kejutan”, telpon, dan sms. Tapi sepertinya takdir berkata lain, ketika baru saja dia akan terjatuh di alam mimpi, terdengar bunyi sms (yang sangat memekakkan telinga) dari kamar sebelah dan disusul kamar-kamar lainnya (sepertinya saling membangunkan dengan sms itu kurang efektif). Dan akhirnya dia sadar, pembantaian akan segera dimulai.

Terdengar suara langkah kaki, krusak-krusuk, bisikan-bisikan tidak jelas dari luar kamarnya. Teman-temannya sedang mempersiapkan “kejutan” untuknya. Dan dia yang sudah terlanjur terjaga, sehingga hanya bisa menahan tawa dari dalam kamar. Sempat terpikir di benaknya untuk keluar kamar dengan tampang polos dan berkata:

“Kalian lagian ngapain?”

“Kok pada belum tidur? Ada apaan sih?”

“Mau dibantuin gunting kertasnya g?”

“Sini, lilinnya aku nyalain”

Atau hal-hal semacam itulah. Tapi sayang dia tidak setega itu menghancurkan rencana teman-temannya, jadi dia hanya pura-pura tidur sambil menahan tawa. (sebenarnya sedikit nyesel ga ngelakuin itu,, pasti lucu deh ngeliat tampang kalian kalau aku tiba-tiba keluar.. hahhahah,)

Setelah beberapa saat, salah seorang temannya berusaha membuka pintu (yang biasanya tidak dikunci) dan ternyata pintunya dikunci,  akhirnya dia tidak bisa menahan tawa dan berkata “Tunggu bentar, ntar tak bukain.” (hahhahaha, dan sekali lagi menghancurkan kejutannya). Setelah membuka pintu, teman-temannya membawa masuk sebuah kado dan lilin yang menyala, serta kertas koran yang udah digunting kecil-kecil, lalu dengan segala kebarbaran akibat akumulasi dendam selama ini, teman-temannya menaburkan kertas koran tersebut ke seluruh penjuru kamar (termasuk kamar mandi).

Dia hanya bisa duduk sambil tersenyum mengawasi, pasrah, toh itu memang udah resikonya tinggal di sana. ( Tapi tenang saja, pembalasan selalu lebih kejam). Dia tidak memberi perlawanan, membiarkan teman-temannya menikmati momen tersebut.. Tapi memang dasarnya dia adalah gadis yang jahil dan tidak ketulungan. Dia ingin mengambil bagian dari usaha pembantaian itu. Akhirnya dia melangkah ke kamar mandi, dan mengambil gayung.. Menyadari apa yang akan terjadi, teman-teman kosnya pada berlari berusaha menyelamatkan diri, berebut keluar dari pintu kamar yang sempit (special apologize buat mbk upik yg udah jatuh dan hana yang udah kegores pintu) menuju kamar masing-masing. Keramaian pun dibubuarkan.. (hahahahha, saya puas)

Buat anak aput, makasih ya atas usahanya ngasi kejutan buatku, maaf kalau lagi-lagi malah memutarbalikkan rencana kalian (yang dikerjain siapa? Yg ngerjain siapa?).. sepertinya kalau kalian lain kali mau ngerjain aku, perhatikan saran-saran ini:

  • Pastikan aku udah tidur
  • Jangan krasak-krusuk terlalu keras di depan kamar
  • Jauhkan aku dari barang-barang yang bisa digunakan untuk bales ngerjain kalian.

Semoga lain kali kalian beruntung.. ^_^

Iklan

2 pemikiran pada “Tragedi Tengah Malam

Anda Komentar, Saya Senang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s