-Menghitung Mundur-

Saya ga pernah mempermasalahkan hari ulang tahun saya. Menurut saya, ga ada yang spesial dari hari ulang tahun. Setiap hari yang saya jalani ga ada bedanya ma hari ulang tahun saya, sama-sama menyenangkan dan patut disyukuri. Menurut saya, hari ulang tahun ga perlu dirayakan, walaupun saya ga pernah menolak kalau ada yang merayakannya untuk saya.

Ga masalah buat saya kalau ulang tahun saya ga dirayain. Ga masalah buat saya kalau ga ada yang ngasi saya kado. Ga masalah buat saya kalau ga da yang inget dan ngucapin, yah mungkin masalah sih karena itu artinya saya ga bisa bergaul dan ga ada yang nganggap saya spesial, tapi bukan masalah besar sehingga harus membebani pikiran saya.

Saya cenderung cuek ma hari ulang tahun saya sendiri. Malah mungkin saya lupa kalau ga ada orang yang ngucapin atau situs jaringan sosial yang menghitung mundur untuk saya. Biasanya saya pun menjalaninya dengan biasa aja, ga ada perlakuan khusus buat diri saya sendiri. Saya ga memanjakan diri saya saat itu karena diri saya pantas dimanjakan setiap harinya. Saya ga berdoa khusus pada hari itu karena saya ga mau menjilat pada Tuhan dan menuntut kado khusus, udah terlalu banyak yang Dia berikan pada saya sampai-sampai saya malu meminta. Saya ga mengucapkan rasa syukur yang spesial karena saya selalu bersyukur tiap harinya. Menurut saya, setiap hari yang kita miliki itu punya hak yang sama untuk diperlakukan spesial layaknya hari ulang tahun kita, entah kalian setuju atau tidak.

Biasanya saya memang cenderung tidak peduli, saya ga pernah menanti-nanti hari ulang tahun saya, tiba-tiba aja tanggal itu datang dan ada saja orang yang susah-susah ngucapin selamat, ngasi kado, ngerjain saya, nagih traktiran dan melaksanankan ritual “birth day” lainnya. Saya sangat berterimakasih pada orang-orang yang sudah menganggap saya spesial sehingga merasa hari ulang tahun saya pantas untuk diingatnya. Saya sangat menghargai itu semua. Dan saya juga berterimakasih karena udah membuat saya mengingat hari ulang tahun saya sendiri.

Tapi kali ini beda. Saya juga masih tenang-tenang aja dan ga terlalu menanti-nanti, karena walaupun ga ditunggu hari itu pasti datang (dan semoga Tuhan masih memberi saya kesempatan hidup di hari itu). Saya penasaran akan apa yang akan pacar saya lakukan. Yah walaupun saya juga ga mengharap kado atau surprise tertentu dari dia, tapi saya tidak bisa menghindarkan diri saya dari rasa penasaran akan apa yang dia lakukan untuk saya. Maklum, ini pertama kalinya saya akan melewatkan hari ulang tahun saya dengan status yang tak lagi single.

Dan yang membuat saya sedikit kecewa, kemungkinan besar dia tidak akan ada di samping saya di hari ulang tahun saya itu. Dia harus pulang ke Jogja untuk keperluan Tugas Akhirnya, dan saya juga tidak akan mencegahnya, karena KTTAnya jauh lebih penting daripada hari ulang tahun saya. Saya tidak bisa menghindar dari rasa kecewa. Tapi itu mungkin pelajaran buat saya, mungkin hari ulang tahun saya emang ga mau dianggap spesial, dia mau dianggap sama dengan hari-hari saya yang lain. ^_^

Anda Komentar, Saya Senang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s