Kalau memang ingin dimengerti, maka berilah orang lain kesempatan untuk mengerti

Ada kalanya seseorang ingin dimengerti, ingin diperhatikan, semandiri apa pun orang itu. Hal itu manusiawi, setiap manusia pasti pernah merasakan saat-saat di mana moodnya sedang jatuh dan dia ingin dihibur dan disemangati, terutama oleh orang terdekatnya. Bentuk-bentuk caper itu sendiri pun bervariasi, ada yang jadi pemurung, ada yang diam saja, ada yang jadi banyak tingkah, yang jelas dia sedang ingin diperhatikan.

Terkadang memang ada orang yang ingin diperhatikan tapi tidak tahu bagaimana caranya agar diperhatikan. Dia ingin dimengerti tanpa harus meminta *mengutip kata2 teman saya* Dan memanglah sudah tugas orang-orang yang berada di dekatnya untuk peka atas perubahan sikapnya dan mencari cara agar dia kembali bersemangat.

Sebenarnya tidak sulit untuk mengerti tanda-tanda orang “yang ingin mendapat perhatian lebih” kalau sudah terbiasa bersamanya. Biasanya aura yang berada disekelilingnya berbeda dari biasanya, hal itu pasti akan terasa. Kalau memang ada perubahan sikap, maka itu saatnya untuk berperan sebagai penyemangat.

Tapi pesan saya buat orang-orang “yang ingin dimengerti tanpa diminta”:

  • Tidak semua orang yang berada di sekeliling anda itu adalah paranormal, *kecuali kalau anda berada tinggal di lingkungan ‘orang pintar’*. Itu artinya, tidak semua orang yang berada di sekeliling anda bisa membaca pikiran anda dan tahu apa yang anda inginkan tanpa harus memberitahunya. Jadi sebaiknya anda menjawab pertanyaa dengan jujur. Jadi kalau anda memang sedang bad mood, cape, suntuk, sebel, atau pada intinya sedang ingin diperhatikan, ketika anda ditanya maka jawablah dengan benar. Kalau memang cape, bilang saja cape. Kalau memang sebal, bilang saja sebal.
  • Ketika akhirnya ada orang yang mengerti kondisi “ingin diperhatikan tanpa meminta”-anda dan ingin memberikan perhatian yang anda butuhkan, maka responlah, tanggapilah! Walau memang tidak seperti yang anda harapkan, setidaknya hargailah segala usahanya. Bicaralah! Kalau memang ingin dimengerti, maka berilah orang lain kesempatan untuk mengerti. Kalau memang ingin diperhatikan, maka berilah orang lain kesempatan untuk memberikan perhatian.
  • Tidak perlu khawatir akan menyusahkan orang yang menyayangi anda! Orang-orang yang menyayangi anda tidak akan pernah keberatan jika anda memintanya memberikan sedikit cipratan semangat. Menunjukkan keadaan terlemah anda pada orang yang menyayangi anda bukan berarti menjadikan anda orang yang lemah. Anda tidak perlu pura-pura kuat untuk menjadi kuat.
  • Kalau ternyata tidak ada orang yang peka akan perubahan sikap anda, tidak perlu malu untuk meminta perhatian! Mereka tidak akan menganggap anda lemah hanya gara-gara itu.

——-_——-“

Iklan

Anda Komentar, Saya Senang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s