Pesan untuk sang pelukis hati

Wahai sang pelukis hati
Yang berdiri di sana mengamati
Bisakah kali ini kau hanya melukis ceria?
Bisakah kali ini kau hanya menggambar suka cita?
Karena di sini aku sudah terlalu lelah untuk bersedih dan sakit hati

Wahai sang pelukis hati
Bisakah kau buang warna-warna kelabu itu?
Dan jangan kau sentuh kuas berdebu itu!
Kau tak perlu inspirasi dari pedih dan perih yang ada di sana
Cukup tengoklah dasar hatimu
Dan bila kau berhasil temukan cinta
Maka lukislah hatiku dengan itu

Wahai sang pelukis hati
Maukah kau berjanji padaku?
Tak akan pernah kau lukis luka lagi
Tak akan pernah kau gambar duka lagi
Karena aku ingin saat aku menengok ke dasar hatiku
Yang kutemukan hanya sketsa-sketsa yang bercerita tentang tawa kita berdua

*specially made for my heartpainter

Iklan

Renta

Dan ketika rembulan berpendar
menyisir pucuk-pucuk pohon turi
dengan cahayanya yang malu-malu sembunyi
di balik awan yang tak lagi putih
Aku berkaca di kubangan
dan kutemukan wajah yang tak lagi rupawan
menua bersama zaman
dan perlahan-lahan mati
kemudian dilupakan

Pelangi setelah hujan

Rinai hujan merembes dari celah-celah langit
Mengguyur tanah merah dan menjadikannya liat
Air pun ruah, Bumi kita basah

Menyusuri jalanan yang telah kuyup oleh hujan
Berkaca pada genangan air di sudut-sudut jalan
Saling diam di tengah gigil dan langkah yang kuyu
Satu dua dan tiga
Aah, hujan ini mengacaukan rencana

Tapi sepertinya Tuhan tahu malam ini tak bolehlah mendung
Maka disingkapkanNya mendung dan dihentikannya derap petir
Langit mulai nyala, kemerahan, dan matahari malu-malu sembunyi
DilukiskanNya bianglala di bentang langit
Dan hari ini pun diakhiriNya dengan sempurna

Posesif

Memandang iri pada purnama yang menggantung
Temaram sinarnya menampakkan anggun
Dan saia ingin kau bilang bahwa saia tak kalah cantiknya
dari putri malam yang tersipu malu di langit kelam

Menatap iri pada juta bintang yang benderang
Kerlip cahayanya mencerminkan riang
Dan saia ingin kau ucap bahwa saia tak kalah indahnya
dari kejora yang menyapa singsing fajar

Melihat iri pada mentari pagi dibalik bukit
berkas sinarnya menyebarkan kasih
dan saia ingin kau kata bahwa saia tak kalah pesonanya
dari terbit matahari yang menjanjikan hari yang cerah

Saia selalu cemburu pada segala yang kau puji indah
tak pernah rela kau mencinta selain saia
saia hanya ingin segala ungkapan kagum itu untuk saia
tidak untuk siapapun atau apapun selain saia
saia hanya ingin kamu menatap ke dalam mata saia
dan bilang seluruh hati itu milik saia