Mengiringi Kepergian Sri Mulyani..

Setelah kemarin timeline facebook dan twitter saya dipenuhi status teman-teman saya (yang mayoritas mahasiswa atau alumni STAN) yang berisi tanggapan tentang dicabutnya renumerasi pegawai kementerian keuangan, hari ini trending topicnya adalah pilihan yang diambil Sri Mulyani untuk meninggalkan jabatannya sebagai Menteri Keuangan. Mahasiswa maupun alumni STAN begitu menyayangkan keputusan beliau untuk mundur dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan, bagaimana tidak, dialah ibu kami. Hampir seluruh teman saya (termasuk saya) mengagumi beliau, menjadikan beliau sebagai panutan. Kami sangat kagum akan kecerdasannya, kepintarannya, ketegasannya, keteguhannya. Beliau adalah salah satu aset berharga yang dimiliki bangsa ini, beliau adalah permata yang sangat tinggi nilainya. Dan kini beliau lebih memilih hijrah ke luar negeri untuk menduduki jabatan managing director bank dunia. Sebuah jabatan yang bergengsi dengan gaji yang tidak sedikit pula (kurang lebih $350.000/bulan).

Seperti halnya teman-teman seangkatan saya, sebagai mahasiswa STAN tingkat 3, saya merasa kecewa karena kemungkinan besar sata wisuda nanti, ibu Sri Mulyani, tokoh yang kami kagumi, tidak akan hadir dan memberikan pidatonya yang berbobot. Sedih rasanya. Karena salah satu dari tumpukan impian yang dimiliki mahasiswa sekolah kedinasan ini adalah diwisuda oleh Ibu Sri Mulyani, seorang fighting mother yang selama ini mengabdikan dirinya untuk membawa perekonomian negeri ini ke arah yang lebih baik.

Beliau benar-benar kartini masa kini, simbol emansipasi bagi kaum wanita dan sumber inspirasi bagi kaum lelaki. Geliat kehidupan di kampus ini selalu dipenuhi kekaguman pada beliau, tidak hanya berasal dari mahasiswa, bahkan dosen-dosen STAN pun sangat menghargai beliau. Kepemimpinan beliau di Kementerian Keuangan memang bukannya tanpa cela, tapi semua itu dapat dimaklumi karena yang beliau lakukan adalah demi kepentingan bangsa. Mengambil keputusan penting bagi perekonomian bangsa itu bukanlah hal mudah, bisa diumpamakan seperti memakan buah simalakama, keputusan apa pun yang diambil pasti akan menimbulkan efek domino. Oleh karena itu, hampir seluruh civitas akademika STAN marah dan geram ketika banyak orang yang menyalahkan beliau atas kasus bank Century. Kami tidak terima saat para anggota DPR yang mengaku pintar itu menyudutkan beliau.

Tidak diherankan jika timeline di facebook maupun twitter saya juga dipenuhi hujatan pada anggota DPR yang hasil kerjanya telah sangat mengecewakan kami. Tidak dapat dipungkiri jika kami menyalahkan anggota dewan yang “terhormat” dan selalu sok suci atas kepergian ibu Sri Mulyani yang kami cintai ke luar negeri.

Negeri ini memang sangat aneh, lucu, jenaka. Di saat ada anak bangsanya yang ingin mengabdikan diri, memperbaiki negeri ini, kenapa dia justru disudutkan dan dikucilkan. Tidak heran kalau Indonesia selama ini hanya jalan di tempat, tidak maju-maju. Bagaimana mau maju jika selalu saja ada orang yang menolak pemikiran baru dan perbaikan, terutama jika orang-orang kolot dan egois itu adalah orang yang memegang kekuasaan.

Mau sampai kapan negeri ini seperti ini? Saat ada putra atau putrinya yang berbakat dan cerdas justru tidak difasilitasi sehingga mau tidak mau akhirnya beralih ke pihak asing untuk bekembang. Jika negeri ini tak mau menerima orang-orang pintar, tidak lama lagi negeri ini pasti hanya akan di isi oleh orang-orang bodoh.

*Buat anggota dewan yang “pintar”, terima kasih atas pembodohan yang kalian lakukan terhadap negeri ini. Kalian telah membuat seorang wanita yang dikagumi kecerdasannya dan menjadi panutan banyak orang kini melangkah meninggalkan negeri ini. Kita lihat siapa yang berani mengambil resiko menggantikan kedudukannya dan kita buktikan apa benar kalian bisa lebih baik dari beliau….

Berikut ini status maupun tweet mahasiswa/alumni STAN yang bersimpati pada bu Sri Mulyani

Rio Artha Yudha Prawira: Hot news hari ini…, Sri Mulyani mundur dari menkeu untuk jadi direktur bank dunia…. Dihargai dimata internasional,namun justru terasa tak dihargai di negeri sendiri…IRONIS…

Yusak Pengen Ke Nad: Bner bgt bu sri, mending milih jadi managing director world bank aja drpd dizalimi politik indonesia yg b@ngs*t ni

Rahmat Gumawang : setelah dihebohkan dgn penghapusan remunerasi skrg dikagetkan dgn pengunduran diri bu sri mulyani yg akan jadi direktur bank dunia, indonesia memang tak bisa memanfaatkan potensi anak bangsa (stelah kasus pak habibie), DPR mw ngomong apalagi km.,

Badhri Nasution : Bru slesai dgerin ceramah Bu Sri Mulyani,mgkin neh yg trakhr sblum ibu ini mundur.. sosok ini bnar2 mmbuat gw jd cinta indo,gw g tw hrus sdih atw senang ibu ini pergi,senang krn ibu ini lbih dhargai oleh asing dr pd d caci d negeri sndri,jd manajer world bank man..tp sedih jg kehilanganny..bangsa ini,ckck

Yudi Ibenk Setiawan: Kita saksikan bersama-sama saudara, bagaimana keadaan perekonomiannegeri qta dalam jangka pendek saja, tanpa tangan dingin ibu Sri Mulyani Indrawati, menkeu pembuat kebijakan finansial terbaik d dunia versi slh satu mjlh bisnis eropa.

Yuda Gustama :Hwam.baru bangun.dpt kabar bu SMI mengajukan pengunduran diri. Terlalu banyak tekanan d dalam negeri ini.tentu saja siapa yg akan tahan. Saya dukung keputusan ibu menjadi managing director WB. Bangsa ini memang kurang tau cara berterimakasih =)

Eko Mashuri Juventini: Selamat jalan bu sri mulyani. Kariermu gax akan berkembang kalo di Indonesia, levelmu udah dunia internasional. Harumkan nama Indonesia di dunia internasional bu!! Kalo anggota DPR ma bisanya cuma omong doank, staf ahli smpe 7 ttp ja omonganya gax bermutu.

Rizal Prabowo :Sri Mulyani jadi Managing Director Bank Dunia!! Mundur dari Menkeu… 😦 Mungkin para artis, pelawak, koruptor, penerima suap, dan pemain adegan bokep di “senayan” bisa tertawa lega skrg. Fuck you idiots!

Yennie Eka Sukma: Goodbye Bu Sri…i love u so much.. trma kasih bwt dedikasinya slama ini..biar smua ngomong apa tapi di mata kita semua Bu sri adalah Kartini masa kini..Srikandi bangsa Indonesia..mreka hrusnya bngga punya sosok sehebat Anda bu..semngaat bu Sri..we love u

Amela ‘Tomel’ Erliana Christine  (saya): Setelah Renumerasi yang dibatalkan, sekarang bu Sri malah mundur jadi Menkeu.. Wah, Kemenkeu mulai kehilangan pesonanya perlahan-lahan (Saya masih pingin diwisuda Bu Sri Mulyani)

2 pemikiran pada “Mengiringi Kepergian Sri Mulyani..

  1. nice post!… ikut merasakan kesedihan ditinggal si Ibu… banyak yg nulis soal pengunduran diri Sri Mulyani di wordpress, including me.. hehe.. yg satu ini salah satu favoritku nih.. 🙂

    • makasih ^_^
      sekali lagi bangsa ini kehilangan orang hebat..
      sungguh menyedihkan,,
      banyak orang yang menyayangkan kepergian beliau,,
      apalagi di kampus ini…
      akhir2 ini auranya jadi suram, soalnya bisa dibilang beliau adalah ibu kami..
      jadi seperti anak ayam kehilangan induknya..

Anda Komentar, Saya Senang

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s