Jika Nanti

Ditulis pada 16 Mei 2012, di sela-sela jam kerja menunggu laporan bank persepsi

Aku selalu beranggapan bahwa seseorang selalu bisa memilih siapa yang akan dicintainya. Karena kita adalah tuan dari perasaan kita sendiri. Jatuh cinta hanyalah satu dari sekian banyak perasaan yang bisa kita manipulasi.

Mungkin akan banyak sekali orang yang menyangkal, membantah dan sebagainya. Mungkin mereka akan berkata sebaliknya, bahwa kita tak pernah akan tahu pada siapa kita akan jatuh cinta.

Yah, mungkin mereka ada benarnya. Kita memang tak tahu kepada siapa akan jatuh cinta, tapi kita punya kuasa, punya kendali untuk memutuskan apakah kita akan lanjut mencintai ataukah melupakan dan menjadikannya bagian dari kenangan.

Seperti sekarang. Saat aku mengenang perjalanan kita, dari pertama kali bertemu hingga titik ini, sebenarnya aku punya banyak kesempatan untuk meninggalkanmu, melupakanmu, lalu melanjutkan hidup tanpamu. Dan aku rasa kamu pun begitu. Baca lebih lanjut