Secret Admirer

Orang-orang bilang aku romantis. Teman-temanku bilang aku jago ngegombal. Tapi aku bilang aku jujur. Jujur atas perasaanku padamu. Padamu yang mampu mengalihkan perhatianku dari tetes hujan dan tumpukan pekerjaan. Padamu yang mampu membuatku tak mengacuhkan gosip terkini selebritis dan tawaran makan gratis. Padamu yang mampu membuatku lupa akan siang hari yang panas dan tagihan yang belum lunas. Baca lebih lanjut

Cinta Mati

“Kurasa kalaupun aku mati, kamu tak akan menangisi kepergianku!”

Braak!

Kaubanting pintu, meninggalkanku dalam kesunyian panjang. Itu terakhir kalinya aku melihatmu. Tak pernah kusangka kalimat itu benar-benar yang terakhir kudengar darimu. Kita menempuh jalan kita masing-masing dan tak pernah lagi bertemu. Baca lebih lanjut

Sarah

Hal pertama yang bisa kuingat dari masa kecilku, telah ada Sarah di keluargaku. Orang tuanya meninggal dalam sebuah kecelakaan pesawat, Sarah pun diasuh kedua orang tuaku. Tentu saja aku senang, sebagai anak tunggal aku sangat kesepian. Sejak yang dapat kuingat, aku sudah tak terpisahkan dari salah. Bahkan mungkin saudara kembar pun akan iri jika melihat aku dan Sarah.

Kami selalu sekolah di sekolah yang sama, kuliah pun di universitas yang sama. Bahkan saat sudah bekerja pun, aku dan Sarah berbagi kontrakan. Sarah adalah sahabat terbaikku, baik di saat susah ataupun senang. Baca lebih lanjut

Arsyad

Sarah yang ngenalin gue ke dia sehabis konser tunggal Aritmatika bulan kemaren. Nothing special with that guy. Karyawan kantoran biasa yang hidupnya dipenuhi rutinitas menjemukan. Kehidupan yang ga akan pernah gue jadikan pilihan. Jiwa gue mencintai kebebasan, ga mampu dikurung dalam kubikel-kubikel sempit perusahaan manapun.

Satu-satunya hal yang buat gue iri sama dia adalah kesempatan yang dia punya bersama Rai. Gue rela nuker segala sisa waktu yang gue punya di dunia dengan delapan bulan yang dia punya bersama Rai. Di saat gue sibuk dengan karir gue dan bahkan ga tau kalau Rai sakit parah, dia punya kesempatan buat nemenin cewek yang paling gue cinta di saat-saat terakhirnya. Baca lebih lanjut

Rama

Sabtu kemarin aku tak sengaja bertemu lelaki itu, Rama. Mantan kekasih Rai, sepupu sekaligus sahabat dekatku. Lelaki yang juga sangat aku cintai, hingga sekarang. Cinta yang bertepuk sebelah tangan, karena aku tahu hanya Rai yang Rama cintai.

Mereka memang sudah putus hampir dua tahun yang lalu. Dan walau aku tahu bahwa tidak pantas bagiku, sempat aku berharap Rama akan menyadari keberadaanku dan mengizinkanku menggantikan posisi Rai di hatinya. Tapi tentu saja itu tidak terjadi, sejak mereka berpisah aku tak pernah lagi bertemu dengan Rama, dan aku sendiri terlalu malu untuk menemuinya. Putus hubungannya dengan Rai, putus pula hubunganku dengannya. Baca lebih lanjut

Rai

Gadis itu datang lagi, duduk di tempat biasanya dengan setumpuk buku di sampingnya. Sebuah headphone biru menjepit kepalanya, sekali-kali terlihat kepalanya mengangguk-angguk berirama, membuatku penasaran lagu apa yang sedang didengarkannya.

Entah mulai kapan gadis itu selalu datang ke taman di seberang kantorku, duduk di bangku yang menghadap persis ke ruanganku. Membuatku leluasa mengamatinya sembari menunggu jam pulang kantor.

Tiap sore dia datang, dan tiap sore pula aku memperhatikannya dari kubikelku. Baca lebih lanjut

English story: you and that boring town

The story

I always hate being in that place. I hate the people, hate the trees, hate the houses. I hate everything in that town. Except you. You, whom I love more than anything.

“Why do you hate this town?” you asked me a few years ago.

“I don’t know. I just hate it. It’s so boring being here. And the people are really annoying, they keep ask me the same question all the time ‘are you happy in your new home, Al?’ ‘how’s the winter in there?’ ‘do you have a girl friend?’ ‘is your step father be kind to you?’ ‘if you uncomfort with that people, you always can come home and stay at my home’.”

You laughed, you laughed at me that time. But I didn’t know why, I still couldn’t hate you.

“You’re so funny, Al. If you hate everyone in this town, why do you keep coming here every summer?”

I kept silent for a few second, looked for the best word that I could say to you. Baca lebih lanjut