Tentang Kampung Jengkol

Kampung Jengkol? Apaan tuh?

Pertama kali mendengarnya saya membayangkan sebuah kampung mungil dan asri yang dipenuhi pepohonan jengkol yang tumbuh lebat dengan semerbak wangi jengkol dan warganya yang hobi sekali nyemil jengkol. Di mana sebenarnya letak kampung jengkol ini saya tidak tahu, saya tanya google map pun beliaunya tak tahu. Sedangkan tanya langsung pada mpok Oyen saya malu, takut disangka nggak gaul nanti :oops: .

Jadi, berhubung selama ini saya cuma berkunjung secara virtual ke kampung jengkol nan lestari ini, saya hanya bisa menilai kampung jengkol tampak luarnya saja, sesuai paparan mpok Oyen yang aduhai di blognya yang bertajuk “Opera van Oyen”. Lanjut membaca

Telepisi

gambar pinjam dari http://shop.tradedoubler.com

gambar pinjam dari http://shop.tradedoubler.com

Iya.. iya,, harusnya saya nulis “Liburan part tiga” sebagai lanjutan dari seri sebelumnya.. Tapi entah kenapa masih malaaas banget, karena kayaknya bakal agak panjang. Jadi sebagai pemanasan saya tulis saja postingan pendek ini.. Cuma sekedar memberi tahu bahwa akhirnya saya menyerah dan membeli tivi baru.

Iya, iya. Saya tahu saya dulu pernah bilang saya ga butuh televisi.. Tapi semua berubah ketika piala eropa digelar. Saya tak mampu menahan godaan untuk menonton aksi para pemain Jerman. Ya, sejak 1998 saya menjadi penggemar timnas Jerman. Selain itu sekarang saya tidak punya laptop, karena karnita resmi saya hibahkan pada adik lelaki saya. Jadi tidak berlebihan kan kalau saya menjadikan televisi pelarian.

Sengaja saya beli yang LED, tipis dan ringan. Agar nanti kalau saya pindah dari kota semerbak ini saya tak perlu pusing2 menjualnya, cukup masuk kardus dan bawa pulang. Boleh dong ya optimis bakal cepet dimutasi.. hehehe..

Segitu dulu aja deh.. namanya juga pemanasan, ga usah panjang2.. semoga besok kembali mood lanjutin seri liburan kemarin..